Beranda / Ragam Berita / Yonif TP 809/NTM dan warga Sarmi bersama sambut Natal dengan gotong royong Jumat bersih

Yonif TP 809/NTM dan warga Sarmi bersama sambut Natal dengan gotong royong Jumat bersih

Doa bersama TNI dan warga di Kabupaten Sarmi sebelum memulai kegiatan Jumat bersih dalam rangka menyambut Natal, Tahun Baru, dan HUT Jemaat ke-42. (TIFAPOS/Istimewa)

 

Ringkasan Berita

• Kegiatan gotong royong Jumat Bersih sebagai bentuk persiapan menyambut Natal, Tahun Baru, serta perayaan HUT Jemaat ke-42.

• Wujud nyata kedekatan dan kemanunggalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan warga.

• Fokus pada pembersihan lingkungan kampung dan rumah ibadah, khususnya gereja-gereja yang akan digunakan untuk rangkaian ibadah Natal.

 

SATUAN Batalyon Yonif TP 809/NTM bersama warga Sarmi, melaksanakan kegiatan gotong royong Jumat Bersih sebagai bentuk persiapan menyambut Natal, Tahun Baru, serta perayaan HUT Jemaat ke-42, Jumat, 28 November 2025.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kedekatan dan kemanunggalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan masyarakat, yang digelar di berbagai kampung di Kabupaten Sarmi, Papua.

Kegiatan dimulai pagi hari dengan fokus pada pembersihan lingkungan kampung, perbaikan fasilitas umum seperti jalan dan saluran air, serta pembersihan rumah ibadah, khususnya gereja-gereja yang akan digunakan untuk rangkaian ibadah Natal.

Puluhan prajurit Yonif TP 809/NTM bergabung dengan ratusan warga dari berbagai usia, baik laki-laki maupun perempuan, yang membawa perlengkapan kebersihan masing-masing seperti sapu, sekop, dan kantong sampah.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan anak-anak hingga lansia turut bahu-membahu membersihkan area sekitar gereja dan kampung.

Kegiatan berlangsung selama beberapa jam, dimulai dari pembersihan sampah di sekitar gereja dan kampung, dilanjutkan dengan perbaikan fasilitas umum seperti memperbaiki pagar dan membersihkan saluran drainase yang sering tersumbat.

Warga turut berkontribusi dengan menyediakan makanan ringan dan minuman untuk prajurit, menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi.

Beberapa anak-anak bahkan membantu dengan semangat, sambil bernyanyi lagu-lagu Natal sebagai hiburan.

Komandan Yonif TP 809/NTM, Letkol Inf Jeffy Satriansyah, S.Hub.Int, menegaskan aksi sosial ini bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan upaya memperkuat persaudaraan dan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

“Kami ingin hadir sebagai bagian dari masyarakat, membantu meringankan setiap kesulitan, dan menjadi solusi. Semangat gotong royong adalah warisan leluhur yang harus kita jaga. Sesuai moto kami ‘Bersama Rakyat TNI Kuat’, kami berharap sinergi ini membawa suasana kondusif, aman, dan damai,” ujar Letkol Jeffy dalam rilisnya di Sarmi, Senin, 1 Desember 2025.

Letkol Jeffy menambahkan, melalui kegiatan ini, Yonif TP 809/NTM berharap pesan damai Natal dapat tersampaikan dengan baik, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI-Rakyat dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari persiapan perayaan HUT Jemaat ke-42, yang akan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Pendeta Agustina B. Gainau, S.Si.Teol, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Yonif TP 809/NTM.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak-bapak TNI. Mereka telah menjadi bagian dari keluarga besar kami. Kampung menjadi bersih, gereja siap menyambut Natal, dan kehadiran mereka memberi semangat baru bagi masyarakat,” ujar Pendeta Agustina.

Pendeta Agustina menambahkan, kegiatan ini tidak hanya membersihkan fisik, tetapi juga membersihkan hati, menumbuhkan solidaritas di tengah masyarakat yang mayoritas beragama Kristen.

Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus dilakukan, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan di wilayah perbatasan seperti Sarmi.

“Inisiatif seperti ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan kesiapsiagaan menghadapi perayaan akhir tahun,” ujar Pendeta Agustina.

Kesempatan tersebut, acara ditutup dengan makan bersama sederhana di halaman gereja, sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan antara prajurit dan warga saling berbagi cerita, mempererat ikatan emosional.

Menu sederhana seperti nasi kuning, ayam goreng, dan buah-buahan disajikan, diiringi doa bersama yang dipimpin oleh Pendeta Agustina.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *