Beranda / Ragam Berita / Workshop strategi pembinaan keagamaan peserta didik jenjang SMA/SMK dan MA se Kota Jayapura

Workshop strategi pembinaan keagamaan peserta didik jenjang SMA/SMK dan MA se Kota Jayapura

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, menyampaikan sambutan pada kegiatan workshop strategi pembinaan keagamaan peserta didik jenjang SMA/SMK dan MA se Kota Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Strategi pembinaan keagamaan bagi peserta didik tingkat SMA/SMK dan MA se Kota Jayapura.

• Respons terhadap penurunan penghayatan agama di kalangan remaja Muslim.

• Optimalisasi peran guru agama dalam pembinaan dan pencegahan degradasi moral peserta didik.

 

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kota Jayapura menyelenggarakan workshop strategi pembinaan keagamaan bagi peserta didik tingkat SMA/SMK dan MA se Kota Jayapura.

Workshop yang berlangsung, Sabtu, 6 Desember 2025, ini dihadiri oleh guru agama Islam untuk meningkatkan peran pendidik dalam menjaga moralitas dan spiritualitas generasi muda Muslim.

Workshop ini merupakan respons terhadap fenomena penurunan penghayatan agama di kalangan remaja Muslim, seperti berkurangnya kunjungan ke masjid.

Ketua Umum MUI Kota Jayapura, KH. Zulham Ma’mun, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal yang akan terus ditindaklanjuti untuk memastikan kelangsungan kehidupan remaja yang Islami, berakhlak, dan berkarakter baik.

“Kegiatan ini baru pertama kali, tapi tetap akan terus ditindaklanjuti demi kelangsungan kehidupan remaja yang Islami, berakhlak, dan berkarakter baik,” ujar Zulham.

Zulham menjelaskan, peserta workshop terdiri dari guru agama tingkat SMA/SMK dan MA se Kota Jayapura.

Materi pertama disampaikan oleh Achmad Yunaidi, S.Pd., M.Si, yang juga menjabat sebagai pengurus MUI Kota Jayapura dan Kepala SMA Hikmah Yapis Jayapura.

Ia membahas optimalisasi peran guru agama dalam pembinaan dan pencegahan degradasi moral peserta didik, yang menekankan pentingnya guru sebagai teladan dalam membentuk karakter siswa melalui pendidikan agama yang integratif.

Materi kedua disajikan oleh Dra. Jaati Riansyah, M.Pd, yang fokus pada bersosialmedia yang baik.

Ia mengupas aspek toleransi, etika bermediasosial, dan kepedulian lingkungan.

Dalam era digital saat ini, Riansyah menyoroti bagaimana media sosial dapat menjadi alat positif untuk membangun empati dan kesadaran sosial, sekaligus mencegah dampak negatif seperti penyebaran hoaks atau perilaku intoleran.

Pemateri ketiga adalah KH. Drs. Yatiman, M.Si, yang membahas manajemen pembinaan keagamaan atau kerohanian Islam di sekolah tingkat SMA/SMK dan SMK se Kota Jayapura.

Yatiman menjelaskan strategi pengelolaan kegiatan keagamaan, mulai dari pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam kurikulum hingga pengembangan program ekstrakurikuler yang mendukung spiritualitas siswa.

“MUI Kota Jayapura berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan workshop pembinaan keagamaan ini, guna mendukung visi pembangunan karakter bangsa di Kota Jayapura,” ujar Zulham.

Plt. Kadisdikbud Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, menegaskan guru merupakan orang pertama yang memberikan dampak signifikan kepada anak dalam proses pembelajaran, baik di sekolah maupun di rumah.

“Melalui workshop ini, kita bisa mengetahui sejauh mana anak berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan baik akademik dan nonakademik,” ujar Rocky.

Ia juga menyoroti degradasi karakter dan mental sebagai catatan penting, serta berharap guru agama Islam yang mengikuti kegiatan dapat mengaplikasikan ilmu tersebut kepada peserta didik dan menjadi contoh bagi yang lainnya.

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, menambahkan workshop sebagai langkah strategis untuk meningkatkan motivasi peserta didik terhadap pembinaan keagamaan.

“Workshop ini memberikan ransangan kembali kepada guru agama untuk memotivasi siswa lewat pendidikan keagamaan,” ujar Rustan.

Ia berharap peserta didik dapat menjadi generasi yang unggul dan produktif, sekaligus terhindar dari ancaman seperti narkotika, HIV/AIDS, miras, dan kenakalan remaja.

Selain itu, menjadi momentum untuk memperkuat peran pendidikan agama dalam membentuk generasi muda yang tangguh secara spiritual dan moral.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *