Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd meresmikan workshop penyusunan kurikulum (penyusunan perangkat pembelajaran) SMAN 4 Jayapura dengan menabuh Tifa. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyusunan perangkat ajar efektif dan inovatif.
• Menentukan visi-misi semester depan.
• Implementasi pembelajaran mendalam di kelas.
SEKOLAH Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Jayapura, Kota Jayapura, menggelar workshop penyusunan kurikulum (penyusunan perangkat pembelajaran) selama tiga hari, dari 5 hingga 7 Januari 2026, di Hotel Horison Kotaraja.
Kegiatan ini dihadiri para guru SMAN 4 Jayapura untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyusunan perangkat ajar yang efektif.
Kegiatan ini juga dihadiri Pengawas Pembina SMA/SMK Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Kresencia Lesomar, S.Pd., M.Pd.
Kepala Tata Usaha SMAN 4 Jayapura sekaligus ketua panitia kegiatan, Francy Devi Herawati Utama, S.Hut, mengharapkan agar workshop ini menjadi momentum bagi guru untuk merancang perangkat pembelajaran yang inovatif.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan output yang langsung bermanfaat bagi proses belajar mengajar di sekolah,” ujar Francy.
Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd, mengatakan workshop ini bertujuan untuk menentukan visi dan misi yang jelas bagi satu semester ke depan.
“Implementasi pembelajaran mendalam harus benar-benar diterjemahkan dalam ruang kelas,” ujar Widya.
Dijelaskannya, materi utama yang menjadi fokus meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), modul ajar, dan penilaian autentik.
Target jangka panjangnya adalah pencapaian dalam satu tahun ke depan, yakni semua siswa dapat tuntas dalam proses belajar mengajar, serta terbentuknya karakter dan semangat belajar yang kuat.
Widya berharap melalui diskusi kelompok dan kolaborasi antarpeserta, workshop ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa.
“Ini bukan hanya tentang akademik, tapi juga tentang membentuk generasi yang siap bersaing di masa depan,” ujar Widya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, menekankan pentingnya guru memahami perangkat pembelajaran secara menyeluruh, baik dari segi fisik maupun kemampuan intelektual.
“Guru harus menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif dan menarik untuk mengembangkan potensi siswa, baik akademik maupun nonakademik,” ujar Rocky.
Ia juga menyoroti penguatan karakter pada peserta didik agar proses belajar berjalan dengan baik dan potensi mereka mampu bersaing serta bertanggung jawab.
Rocky berharap hasil pembahasan dan perancangan dalam workshop ini dapat diwujudkan secara nyata di kelas masing-masing, sehingga siswa dapat merasakan dampaknya dalam bentuk pembelajaran yang lebih bermakna dan berkarakter.
“Ini adalah investasi untuk masa depan pendidikan di Kota Jayapura. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa, seperti disiplin, kreativitas, dan tanggung jawab sosial,” ujar Rocky.
Kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan para guru untuk menghentikan praktik pungutan liar, seperti pengambilan ijazah dan kelulusan.
Selain itu, menekankan pentingnya mengisi absen kehadiran agar tidak memengaruhi pembayaran Tunjangan Profesi Pendidik (TPP).
(ldr)







