Keluarga besar umat Hindu merayakan HUT WHDI Papua dan Kota Jayapura ke-38. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• HUT jatuh setiap 12 Februari, tapi digelar khusus kali ini karena padatnya agenda kegiatan.
• Kegiatan bukan hanya ritual keagamaan, tapi wadah pemberdayaan perempuan di tengah dinamika Papua.
• Bentuk keluarga sehat fisik-mental-spiritual, didik generasi muda cinta tanah air dan kerukunan beragama.
WANITA Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Papua dan Kota Jayapura memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 di Wantilan Praja Loka Pura Agung Surya Bhuvana Skyline, Kota Jayapura, Sabtu, 21 Februari 2026.
Meski HUT jatuh setiap 12 Februari, peringatan tahun ini digelar secara khusus karena banyaknya agenda kegiatan.
Kegiatan bertema “Pemberdayaan Perempuan dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas” menjadi panggilan bagi perempuan Hindu untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa.
Ratusan peserta memadati wantilan yang megah itu, mengenakan kebaya adat berwarna cerah sambil membawa sesajen dan bendera organisasi.
Suasana penuh keakraban diwarnai gamelan Jawa yang mengalun lembut, diiringi doa bersama memohon berkah Dewata untuk kemajuan WHDI.
Kegiatan ini tidak hanya ritual keagamaan, tapi juga wadah pemberdayaan perempuan di tengah tantangan Papua yang dinamis.
Ketua Panitia Kegiatan, Ni Luh Sukaryasih, S.Pd, mengatakan berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan HUT ke-38 ini, mulai dari sosialisasi ibu-ibu darmika, lomba gebongan, hingga ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Jayapura.
“Semua dirancang agar anggota WHDI semakin mandiri dan tangguh. Peringatan ini menjadi momentum refleksi perjuangan WHDI selama 38 tahun,” ujar Sukaryasih.
Ketua WHDI Provinsi Papua, Ni Ketut Kabeningsih, S.Pd., M.M.Pd mengatakan WHDI terus melaksanakan swadharma sebagai ibu yang penuh kasih dan pengayoman, sesuai ajaran Agama Hindu Dharma.
“Kami lahir dari semangat persatuan perempuan Hindu pasca-Kemerdekaan. Kini, di Papua yang kaya budaya, WHDI berperan mendukung generasi emas 2045 melalui pendidikan dan keterampilan. Anak-anak kita dibekali nilai Pancasila, toleransi, dan kemandirian agar mampu bersaing di era digital,” ujar Kabeningsih.
Kabeningsih juga mengajak seluruh anggota untuk lebih aktif dalam program sosial, seperti bakti sosial kesehatan dan pelatihan usaha kecil menengah (UKM) berbasis adat.
“Ini bukti WHDI bukan hanya organisasi keagamaan, tapi mitra pemerintah dalam pembangunan masyarakat,” ujar Kabeningsih.
Ketua WHDI Kota Jayapura, Ni Luh Gede Eka Juniati, S.Ag, berharap WHDI terus menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan perempuan.
Selain itu, melalui tema ini, WAHDI membentuk keluarga sehat secara fisik, mental, dan spiritual menuju Indonesia Emas 2045.
“Peran kami penting dalam mendidik generasi muda agar cinta tanah air dan menjunjung kerukunan beragama,” ujar Juniati.
Peringatan HUT WHDI ke-38 ini mendapat apresiasi dari Ketua PHDI Provinsi Papua, I Komang A. Wardana, S.E., M.M.
“WHDI telah berkontribusi besar bagi kemajuan Papua. Semoga tema tahun ini menginspirasi perempuan Hindu dan seluruh masyarakat Jayapura untuk bersama-sama wujudkan Papua Hebat,” ujar Wardana.
“Peringatan ini memperkuat komitmen WHDI dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Dengan semangat tangguh, perempuan Hindu Dharma siap jadi pilar Indonesia Emas 2045,” sambungnya.
(lrm)









