Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M bersama peserta kegiatan resepsi peringatan Hari Kartini ke-147 tahun. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Mengenang perjuangan R.A. Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita Indonesia.
• Dorong literasi teknologi (e-government, e-commerce, media sosial) sebagai “senjata baru emansipasi” di revolusi industri 4.0.
• Resepsi sebagai pemicu semangat baru bagi perempuan Kota Jayapura untuk mandiri, berdaya, kontribusi maksimal di pembangunan berkelanjutan.
WAKIL Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, mengajak seluruh perempuan untuk meningkatkan literasi teknologi guna menghadapi era revolusi industri 4.0.
Ajakan itu disampaikannya dalam resepsi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) R.A. Kartini ke-147 di aula Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa, 21 April 2026.
Kegiatan yang dihadiri aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kota Jayapura serta tamu undangan, menjadi momentum refleksi atas perjuangan panjang emansipasi wanita Indonesia.
Rustan menekankan, peringatan ini sebagai panggilan untuk perempuan Papua khususnya di Kota Jayapura terus berinovasi di tengah dinamika zaman digital.
Selain itu, perempuan perlu meningkatkan literasi teknologi untuk menghadapi era digital yang semakin dominan, yakni ketimpangan akses masih tinggi, terutama di Indonesia. Hal ini membantu mereka berkontribusi lebih besar dalam ekonomi, keluarga, dan masyarakat tanpa tertinggal.
Hanya 45% perempuan Indonesia memiliki literasi digital di atas rata-rata, dibanding 55% laki-laki, sehingga membatasi peluang kerja dan keterlibatan online. Literasi teknologi membuka akses pendidikan fleksibel, kolaborasi global, dan informasi terkini, yang krusial untuk kesetaraan gender.
Perempuan sering jadi target utama kekerasan dan pelecehan online, sehingga literasi membantu mengenali penipuan, hoax, dan konten berbahaya. Dengan keterampilan ini, mereka bisa melindungi diri serta keluarga dari dampak negatif seperti kecanduan gadget pada anak.
Literasi digital memungkinkan perempuan memanfaatkan platform untuk usaha, literasi keuangan, dan pengasuhan anak di era pembelajaran daring. Sebagai jendela informasi keluarga, mereka memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga dan partisipasi sosial-ekonomi.
“Perjuangan R.A. Kartini telah membuka jalan lebar bagi perempuan Indonesia untuk berperan aktif di berbagai bidang kehidupan. Dari pendidikan, ekonomi, hingga politik, perempuan kini bukan lagi penutup pintu, melainkan penggerak utama pembangunan,” ujar Rustan.
Rustan mengakui kemajuan signifikan perempuan Kota Jayapura. Banyak di antara mereka sukses sebagai pengusaha, guru inovatif, dan ASN berprestasi.
“Saya mendorong seluruh perempuan di Kota Jayapura untuk meningkatkan literasi teknologi. Di tengah revolusi industri 4.0, kemampuan digital seperti penggunaan aplikasi e-government, e-commerce, dan media sosial menjadi kunci sukses. Jangan sampai tertinggal, karena teknologi adalah senjata baru emansipasi,” ujar Rustan.
Resepsi ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi perempuan, agar semakin mandiri, berdaya, dan berkontribusi maksimal dalam pembangunan berkelanjutan.
“Seperti Kartini yang menulis dari balik pingitan, mari kita tulis masa depan cerah dari hati yang bebas,” ujar Rustan.
Rustan menambahkan, peringatan HUT Kartini ke-147 juga memperkuat komitmen Pemkot Jayapura dalam program Kesetaraan Gender 2026-2030, seperti pelatihan digital gratis, dan bantuan modal UMKM, sehingga perempuan Kota Jayapura tak hanya merayakan warisan Kartini, tapi juga membangun fondasi kemajuan kota yang inklusif.
(ldr)










