Ketua panitia turnamen Matias B. Mano menerima bola dari anggota Exco PSSI Papua, Fachrudin Pasolo dalam ajang Piala Kemenpora U-12 Liga Anak Indonesia seri Papua, Kota Jayapura. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Sebanyak 19 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) di Papua mengikuti Piala Kemenpora U12 Liga Anak Indonesia seri Kota Jayapura Regional Papua Tahun 2024.
Ketua Panitia Pelaksana Matias Benoni Mano mengatakan turnamen tersebut dalam rangka mencari bibit muda atlet sepak bola profesional.
“Kegiatan ini melibatkan semua SSB di Papua. Seri Papua,” ujar Matias di Lapangan Sepak Bola SMA YPPK Taruna Dharma Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Rabu (31/7/2024).
Panitia membuka pendaftaran, dan terdaftar tiga kabupaten/kota, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Biak Numfor.
Data panitia ada 18 SSB yang terdaftar, dan mengikuti turnamen dari 31 Juli s.d 3 Agustus 2024 ada 19 tim (satu SSB diwakili dua tim yakni SSB Batik).

Panitia juga sudah melakukan pengumuman dan tehnikal meeting dan data skreening pemain sesuai data Kemenpora dan operator.
“Tiga syarat utama, yaitu Nomor Induk Siswa Nasional, Akta Kelahiram dan Akta Keluarga yang bersifat wajid. Data pendukung ijazah dan rapor sekolah,” ujarnya.
“Waktu pertandingan dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore di Lapangan Sepak bola SMA YPPK Taruna Dharma Kotaraja. Masing-masing juara mendapatkan piala tetap, medali, dan uang pembinaan,” ujarnya.
Juara satu mewakili Papua untuk seri nasional di Surabaya, Jawa Timur, pada September 2024 untuk bertemu dengan 12 tim di seluruh Indonesia.
“Sebagai liga pembinaan, orang tua, pelatih, dan manajer bertanggung jawab terutama administrasi peserta serta mendukung anak-anak denga memberikan support agar semangat demi kesuksesan bersama,” ujarnya.

Pria yang akrab di sapa Bentar, menambahkan administrasi peserta dipertanggung jawabkan ke Kemenpora.
“Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti keributan, kekurangan data, dan pemalsuan data, maka berdampak pada kegaitan karena panitia dianggap tidak mampu melakukan screening pemaian.
“Kita mau menyenangkan anak-anak tapi data tidak tersedia. Ini juga menjadi kendala. Kami masih terus melakukan screening. Saya berharap kerja samanya,” ujarnya.

Anggota Exco PSSI Papua, Fachrudin Pasolo berharap pembinaan usia dini sangat baik agar ada regenerasi, sehingga ke depan menjadi atlet profesional.
“Mudah-mudahan mereka bisa menjadi pemain nasional. Harus disiplin, tapi juga harus jaga kesehatan. Mari kira menjaga support dan spirit yang baik agar bermain dengan menjunjung tinggi sportivitas dan fair play,” ujar Pasolo.






