Beranda / Ragam Berita / Uji tera di SPBU Grime Mandiri Kotaraja pastikan takaran BBM sesuai standar

Uji tera di SPBU Grime Mandiri Kotaraja pastikan takaran BBM sesuai standar

Dua petugas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota sedang melakukan pemeriksaan dan kalibrasi takaran di SPBU Kotaraja, memastikan volume bahan bakar sesuai standar untuk perlindungan konsumen dan transparansi pelayanan publik. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Tindak lanjut dari aduan masyarakat yang sempat meragukan keakuratan pengisian BBM di SPBU Kotaraja.

• Uji tera dilakukan untuk memastikan keakuratan takaran pada setiap kondisi pengisian.

• Menjaga transparansi dan layanan berkualitas bagi seluruh warga Kota Jayapura.

 

PEMERINTAH Kota Jayapura melakukan uji tera di SPBU Grime Mandiri Kotaraja, Selasa, 18 November 2025, untuk memastikan keakuratan takaran bahan bakar minyak (BBM) yang disalurkan kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari aduan masyarakat yang sempat meragukan keakuratan pengisian BBM di SPBU tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si menjelaskan, uji tera dilakukan menggunakan alat ukur modern yang telah dikalibrasi dengan standar 20 liter Pertalite.

“Kami uji kecepatan pengisian, baik pada kondisi pengisian lambat, sedang, maupun cepat. Ini bertujuan memastikan keakuratan takaran pada setiap kondisi pengisian,” ujar Itaar.

Dalam pengujian tersebut didapat hasil pengukuran yang menunjukkan sedikit perbedaan volume pada ketiga kecepatan pengisian.

Saat pengisian lambat, volume terukur mengalami selisih sebesar minus 55 mili liter, pada kecepatan sedang minus 37 mili liter, dan kecepatan cepat minus 33 mili liter.

“Pengukuran ini kemudian dihitung dengan metode khusus, yaitu volume yang keluar dari mozzel dibandingkan dengan angka pengukuran dikalibrasi, lalu dikonversi ke dalam persentase. Hasilnya menunjukkan bahwa selisih volume tersebut masih berada dalam batas toleransi yang diizinkan,” ujar Itaar.

Menurutnya, aturan menetapkan batas toleransi untuk perbedaan pengukuran volume BBM pada angka plus minus 100 mili liter.

Dalam uji tera ini, seluruh hasil pengukuran di SPBU Grime Mandiri Kotaraja masih jauh di bawah batas toleransi tersebut, sehingga bisa dipastikan takaran yang diberikan sudah sesuai dan tidak merugikan konsumen.

Pengawas SPBU Grime Mandiri Kotaraja, Ello Boinsera menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan dan pengujian yang dilakukan Pemerintah Kota Jayapura.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan pemerintah yang hadir memastikan tidak ada kecurangan dalam pelayanan pengisian BBM di SPBU ini. Ini memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa takaran BBM sudah tepat sesuai standar,” ujar Ello.

Ello menambahkan, pengujian yang dilakukan mengacu pada standar penyetelan mesin pompa dan jumlah volume bahan bakar yang keluar dari nosel harus sesuai dengan angka yang tertera di display digital pompa.

Jika terdapat selisih, pengawas akan menilai apakah selisih tersebut masih wajar dan memenuhi persyaratan toleransi berdasarkan aturan yang berlaku.

Lebih lanjut, Ello menjelaskan bahwa perbedaan pada tiga kecepatan pengisian, yaitu lambat, sedang, dan cepat yang memang dipengaruhi oleh setting mesin pompa.

“Namun, seluruh hasil pengujian berada dalam batas toleransi yang ketat, sehingga proses pengisian BBM di SPBU ini tetap aman dan akurat,” ujar Ello.

Kepala UPTD Metrologi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Reynold A. Korwa, S.Si mengimbau masyarakat Kota Jayapura khususnya pengguna layanan SPBU Grime Mandiri Kotaraja agar tidak ragu lagi untuk mengisi bahan bakar di SPBU tersebut.

“Hasil uji tera sudah menunjukkan bahwa pengisian di tiga kecepatan sudah melalui pemeriksaan ketat. Jadi masyarakat bisa merasa aman dan nyaman mengisi BBM di sini,” ujar Korwa.

Selain itu, pelaksanaan uji tera ini sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah untuk melindungi masyarakat dari kecurangan transaksi BBM, sehingga langkah ini akan terus dilakukan secara rutin menyusul aspirasi masyarakat agar distribusi BBM selalu sesuai dengan ketentuan.

Dengan demikian, uji tera SPBU Grime Mandiri Kotaraja berhasil memberikan kejelasan sekaligus rasa percaya kepada masyarakat terkait keabsahan takaran bahan bakar yang mereka terima.

“Pemerintah berkomitmen terus memantau dan menjamin kualitas layanan publik demi kepentingan bersama,” ujar Korwa.

Korwa menambahkan, uji tera adalah kegiatan pemeriksaan, pengujian, dan penandaan pada alat ukur, alat takar, alat timbang, dan perlengkapannya yang digunakan dalam perdagangan untuk memastikan keakuratan dan kebenaran hasil pengukuran alat tersebut.

Selain itu, tanda tera merupakan tanda resmi yang dibubuhkan pada alat sebagai bukti bahwa alat ukur tersebut telah diuji dan hasilnya sah digunakan.

Sementara, uji tera ulang adalah pengujian kembali secara berkala terhadap alat-alat tersebut agar tetap akurat dan sesuai standar yang berlaku, untuk melindungi kepentingan pembeli dan pedagang dengan menjamin keadilan dan keakuratan alat ukur yang digunakan dalam transaksi perdagangan.

“Uji tera nozzle dilakukan pada semua kecepatan pengisian, yaitu kecepatan lambat, sedang, dan cepat. Hasilnya akurat sesuai aturan yang berlaku, dan tidak ada kekurangan volume BBM seperti yg dikhawatirkan oleh masyarakat,” ujar Korwa.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *