Beranda / Ragam Berita / Tutup pelatihan bendahara SD, Kadisdikbud: kembali ke sekolah masing-masing dengan bekal ilmu yang kuat

Tutup pelatihan bendahara SD, Kadisdikbud: kembali ke sekolah masing-masing dengan bekal ilmu yang kuat

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd menyampaikan sambutan pada penutupan bimtek bagi bendahara SD. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Kegiatan bimbingan teknis pelatihan dan magang/PKL untuk bendahara SD (negeri dan swasta) berlangsung selama 3 hari (8-10 September 2025) di Hotel Horison Kotaraja, diikuti oleh 100 peserta.

• Fokus kegiatan adalah peningkatan kapasitas bidang bendahara serta sosialisasi tata kelola pelaporan dana BOSP dan penyaluran RKAS perubahan.

• Narasumber berasal dari Kantor KPP Pratama Kota Jayapura, BPMP Papua, Inspektorat Kota Jayapura, BPKAD Kota Jayapura, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.


DINAS
Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Papua, menggelar bimbingan teknis pelatihan dan Magang/PKL untuk bendahara jenjang Sekolah Dasar (SD).

Termasuk peningkatan kapasitas bidang dan sosialisasi tata kelola pelaporan dana BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) dan penyaluran RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) perubahan.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Horison Kotaraja selama tiga hari atau dari tanggal 8 s.d 10 September 2025, yang diikuti 100 orang bendahara SD baik negeri maupun swasta dengan narasumber dari Kantor KPP Pratama Kota Jayapura.

Selain itu, BPMP Provinisi Papua, Inspektorat Kota Jayapura, BPKAD Kota Jayapura dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.

Pada penutupan kegiatan, Rabu, 10 September 2025, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd menegaskan agar seluruh peserta kembali ke sekolah masing-masing dengan bekal ilmu yang kuat.

Sehingga bisa mengoptimalkan pengelolaan dana dan pelaporan dana BOSP agar penggunaan dana lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar.

Serta meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) yang sesuai dengan perubahan jenjang dan kebutuhan sekolah dasar.

Sekaligus terjalinnya sinergi yang baik antara dinas pendidikan, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Termasuk tercapainya peningkatan kapasitas SD dalam pengelolaan dana dan perencanaan pendidikan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran.

“Saya berharap ilmu yang sudah didapat dari narasumber selama tiga hari dapat diaplikasikan dengan efektif untuk memperbaiki manajemen keuangan dan administratif di sekolah,” ujar Rocky.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Dr. Eni Kusrini, S.Pd., M.Pd mengatakan peserta pelatihan diajarkan penggunaan aplikasi ARKAS untuk penganggaran, pelaporan, dan pelaksanaan RKAS dan BOSP.

Selain itu, pelatihan praktis dalam penyusunan, pengesahan, dan pelaporan RKAS perubahan melalui sistem ARKAS.

Serta prosedur pembuatan perubahan RKAS yang hanya bisa dilakukan satu kali setelah penutupan BKU bulan Agustus, termasuk perubahan lintas jenis belanja di RKAS.

Diharapkan hasil pelatihan dan magang ini dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar di wilayah tugas bidang SD, dengan pengelolaan yang lebih profesional dan bertanggung jawab.

“Pengelolaan dan akuntabilitas dana BOSP agar transparan dan sesuai ketentuan perpajakan dan sosialisasi mekanisme penyaluran dana BOSP dua tahap dalam satu tahun anggaran,” ujar Dr. Eni.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *