Beranda / Ragam Berita / Tutup pelaksanaan ajang talenta, Plt Disdikbud Kota Jayapura tekankan penguatan akhlak

Tutup pelaksanaan ajang talenta, Plt Disdikbud Kota Jayapura tekankan penguatan akhlak

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd menutup pelaksanaan ajang talenta jenjang SMA dan SMK Se Kota Jayapura 2025. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan ajang talenta jenjang SMA dan SMK Se Kota Jayapura.

Ajang talenta tersebut diantaranya Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Jayapura, diikuti 61 peserta dari 19 SMA/SMK, dengan nomor jurus tunggal untuk Pencak Silat dan Kata perorangan untuk Karate, baik putra maupun putri.

Kegiatan Lomba Kompetisi Siswa (LKS) SMK Se Kota Jayapura berlangsung di aula SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura. Ajang ini melibatkan 10 peserta dari tujuh SMK, dengan melombakan satu mata lomba Bidang Informatika dan Teknologi, yaitu Desain Grafis dan IT Softwere Solution for Business.

Kemudian, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Lomba ini dilangsungkan di dua sekolah yakni SMAS Kalam Kudus dan YPPK Taruna Bakti, yang diikuti 150 peserta.

FLS3N ini, mencakup berbagai cabang seni seperti menyanyi solo, cipta puisi dan cipta lagu, tari kreasi dan baca puisi, kriya dan monolog, jurnalistik dan fotografi, film pendek, kreativitas musik tradisional, dan menulis cerita pendek, dengan pelaksanaan yang melibatkan seleksi bertingkat dari tingkat sekolah hingga nasional.

Pada acara penutupan ajang talenta yang berlangsung di SMAS Kalam Kudus, Rabu (28/5/2025) Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, menekankan pentingnya penguatan akhlak sebagai bagian utama dalam pengembangan potensi peserta.

Dalam sambutannya, Rocky menyampaikan bahwa selain mengasah kemampuan dan bakat, pembentukan karakter dan nilai-nilai moral harus menjadi prioritas utama agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia.

“Acara ajang talenta ini merupakan wadah bagi para pelajar untuk menampilkan berbagai keahlian dan kreativitas mereka, mulai dari seni, olahraga, hingga bidang akademik,” ujar Rocky.

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd bersama kolega foto dengan juri pada ajang talenta jenjang SMA dan SMK Se Kota Jayapura 2025. (TIFAPOS/La Ramah)

Penutupan diwarnai dengan apresiasi kepada para peserta hingga juri yang telah menunjukkan dedikasi dan semangat tinggi, Rocky juga mengajak seluruh pihak, termasuk guru dan orang tua, untuk terus mendukung penguatan akhlak dalam setiap kegiatan pendidikan demi menciptakan generasi yang unggul dan berkarakter.

Dia juga menekankan untuk memperkuat akhlak peserta didik, yaitu sebagai teladan dengan perilaku yang baik dan konsisten, sehingga peserta didik dapat meniru sikap dan nilai moral yang positif.

Pengintegrasian nilai-nilai moral dan akhlak dalam setiap pembelajaran serta memberikan pengarahan dan diskusi tentang pentingnya akhlak mulia.

Menyusun aturan dan norma yang jelas terkait perilaku dan akhlak yang diharapkan, serta menerapkan sanksi yang adil dan konsisten bagi pelanggaran.

Selain itu, memberikan penghargaan dan umpan balik positif kepada peserta yang menunjukkan perilaku berakhlak baik untuk memotivasi mereka.

Mengadakan kegiatan pembinaan akhlak seperti ceramah, kultum, kegiatan sosial, dan pembiasaan ibadah yang dapat memperkuat karakter peserta secara berkelanjutan.

Pelibatan orang tua dalam mendukung pembentukan akhlak peserta agar sinergi antara sekolah dan keluarga terjaga, agar penguatan akhlak peserta tidak hanya menjadi teori tetapi juga terwujud dalam perilaku sehari-hari mereka.

Dia juga mengatakan, penutupan ajang talenta berpengaruh positif pada pengembangan karakter siswa, yaitu ajang talenta memberikan ruang bagi siswa untuk mengaktualisasikan bakat dan kreativitasnya.

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd foto bersama panitia ajang talenta jenjang SMA dan SMK Se Kota Jayapura 2025. (TIFAPOS/La Ramah)

Sekaligus menumbuhkan motivasi, rasa saling menghargai, dan solidaritas antar peserta yang beragam, sehingga membentuk karakter yang inklusif dan berakhlak baik sesuai Profil Pelajar Pancasila.

Melalui ajang ini, siswa tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga belajar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan kerja keras, yang merupakan bagian dari pembentukan karakter yang utuh dan berdaya saing sehat.

Penutupan yang meriah dan penuh apresiasi memberikan pengakuan atas usaha dan prestasi siswa, meningkatkan rasa percaya diri dan semangat mereka untuk terus berkembang secara positif.

Ajang talenta juga menjadi sarana kolaborasi dan komunikasi antar siswa, memperkuat kemampuan sosial dan emosional yang penting dalam pengembangan karakter.

Selain itu, siswa belajar nilai-nilai penting seperti kerja sama, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap keberagaman, yang memperkuat karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari.

“Penutupan ajang talenta menandai keberhasilan proses pembinaan karakter melalui pengembangan potensi dan nilai-nilai moral siswa secara menyeluruh,” ujar Rocky.

Rocky berharap peran sekolah dan orang tua dalam memperkuat nilai moral setelah acara ajang talenta sangat krusial dan saling melengkapi, yaitu sekolah bertanggung jawab menanamkan nilai-nilai moral melalui kurikulum pendidikan karakter, kegiatan ekstrakurikuler, dan bimbingan konseling.

Sekolah juga menjadi tempat siswa belajar interaksi sosial yang baik, menghormati aturan, dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Guru harus menjadi teladan yang konsisten dalam perilaku dan mengintegrasikan nilai moral dalam pembelajaran sehari-hari.

Sementara, lanjut Rocky, orang tua berperan sebagai guru pertama yang memberikan contoh perilaku jujur, disiplin, sopan santun, dan tanggung jawab di rumah.

Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak dan sekolah, membimbing pembentukan karakter, serta menerapkan nilai moral secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari anak.

Sinergi antara sekolah dan orang tua melalui komunikasi rutin, koordinasi program pendidikan karakter, dan pemantauan perkembangan moral anak sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter yang berakhlak mulia.

Keduanya dapat bersama-sama mengatasi perilaku menyimpang dengan pendekatan tegas namun mendidik dan memberikan penghargaan atas perilaku positif.

“Melalui kolaborasi ini, nilai moral yang diperkuat setelah ajang talenta dapat melekat dan berkembang dalam kehidupan siswa secara menyeluruh,” ujar Rocky.

Kesempatan tersebut, diharapkan juga agar siswa dapat terpacu mengembangkan potensi maksimal baik secara akademik maupun non-akademik, dengan dukungan penuh dari guru dan lingkungan sekolah.

Dia juga juga menegaskan bahwa prestasi akademik dan non-akademik harus seimbang karena keduanya penting untuk membentuk kualitas sumber daya manusia, agar menjadi generasi yang unggul dan berkarakter.

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd bersama kolega foto dengan peserta ajang talenta jenjang SMA dan SMK Se Kota Jayapura 2025. (TIFAPOS/La Ramah)

Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp, mengatakan pengembangan potensi melalui ajang talenta penting untuk karakter siswa.

Ajang talenta, dilanjutkannya, memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenali dan mengasah bakat serta minatnya, yang membantu mereka memahami diri sendiri dan membangun rasa percaya diri (self-esteem).

Kompetisi dan ajang talenta menjadi katalis untuk menguji ketangguhan, inovasi, dan kemampuan berkolaborasi siswa, sekaligus menumbuhkan karakter seperti disiplin, kerja keras, dan sportivitas.

Melalui pengembangan talenta, siswa belajar menghargai keberagaman kemampuan dan beradaptasi dalam lingkungan sosial, yang memperkuat karakter inklusif dan sosial.

Pengembangan potensi yang terarah membantu siswa memilih jalur pendidikan dan karier yang sesuai, sehingga mereka lebih termotivasi dan bertanggung jawab terhadap masa depannya.

Pendidikan karakter yang terintegrasi dengan pengembangan talenta membuat nilai-nilai moral dan akhlak mulia melekat dalam perilaku sehari-hari siswa.

“Ajang talenta tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter siswa yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing global,” ujar Nur Jaya.

Nur Jaya berharap, penguatan talenta siswa dapat sekaligus memperkokoh akhlak mereka dengan mengidentifikasi dan mengembangkan potensi siswa melalui manajemen talenta yang terstruktur, seperti tes minat dan bakat, observasi guru, serta kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter dan keahlian siswa.

Pengintegrasian pendidikan karakter dan akhlak mulia dalam pembelajaran sehari-hari, termasuk melalui pendidikan agama dan pembiasaan nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, dan kepedulian.

Menjadikan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebagai teladan akhlak mulia yang dapat menjadi role model bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, jadikan budaya sekolah yang kondusif dan mendukung pembentukan karakter positif serta akhlak siswa, sebagai bagian dari upaya kepala sekolah dan pimpinan bidang dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan sosial.

“Saya berharap pengembangan talenta siswa tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik dan keterampilan, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab,” ujar Nur Jaya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *