Kepala Bidang SMA/SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP menyampaikan sambutan pada penutupan kegiatan Panggung Kebangsaan dalam rangka HUT RI ke-80 tahun 2025. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Panggung Kebangsaan sebagai upaya peduli terhadap peran strategis generasi muda Papua khususnya Port Numbay (Kota Jayapura).
Panggung kebanggaan dengan tema “anak negeri cahaya port numbay: bersinar, berkarya, dan memajukan port numbay” berlangsung dua hari dari tanggal 14 s.d 15 Agustus 2025.
Kegiatan ini berupa perlombaan antar SMA/SMK/MA Se Kota Jayapura dalam rangka menyongsong dirgahayu RI Ke-80 tahun 2025, berupa talkshow kebangsaan, lomba debat pelajar, dan lomba senam anak Indonesia hebat.
Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama forum OSIS Kota Jayapura dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, sekolah, dan stakeholder terkait.
Pada acara penutupan ajang talenta yang berlangsung di SMAS Kalam Kudus Jayapura, Jumat (15/8/2025) Kepala Bidang SMA/SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP menekankan pentingnya penguatan karakter dan nasionalisme.
Dalam sambutannya, Nur Jaya menyampaikan, selain mengasah kemampuan dan bakat, pembentukan karakter dan nilai-nilai nasionalisme harus menjadi prioritas utama, agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia.
“Panggung Kebangsaan ini merupakan wadah bagi para pelajar untuk menampilkan berbagai keahlian dan kreativitas mereka, mulai dari seni, olahraga, hingga bidang akademik,” ujar Nur Jaya.
Nur Jaya juga mengajak seluruh pihak, termasuk guru dan orang tua, untuk terus mendukung penguatan akhlak dalam setiap kegiatan pendidikan demi menciptakan generasi yang unggul dan berkarakter.
Nur Jaya juga menekankan pentingnya penguatan karakter dan nasionalisme pada siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter yang integral di sekolah.
Penguatan ini dilakukan melalui berbagai strategi dan kegiatan yang melibatkan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Metode yang diterapkan seperti integrasi nilai-nilai nasionalisme dan karakter dalam seluruh mata pelajaran.
Budaya sekolah yang mendukung, seperti rutin mengadakan upacara bendera setiap Senin, memperingati hari besar nasional dengan berbagai kegiatan seperti lomba, gerak jalan, dan karnaval.
Pembiasaan menyanyikan lagu kebangsaan serta lagu daerah untuk menumbuhkan cinta tanah air.
Kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada pembentukan karakter nasionalisme, misalnya Pramuka, Palang Merah Remaja, dan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
“Hasil dari pendekatan ini menunjukkan peningkatan sikap nasionalisme, disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan siswa melalui kegiatan yang berkelanjutan dan terintegrasi,” ujar Nur Jaya.
Selain itu, penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) secara spesifik juga efektif dalam memupuk jiwa nasionalisme siswa.
Melalui penguatan pendidikan karakter, siswa menjadi lebih mencintai bangsa dan tanah air, rela berkorban demi bangsa, dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
Serta pondasi penting dalam membentuk jati diri generasi muda, terutama di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi yang dapat mempengaruhi sikap patriotisme dan kecintaan pada tanah air.
Dia juga mengatakan, penguatan pendidikan karakter dan nasionalisme pada siswa SMA/SMK/MA diarahkan melalui pembelajaran dan budaya sekolah yang terpadu, kegiatan ekstrakurikuler yang lengkap.
Serta pengawasan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan implementasi berjalan efektif dan memberi dampak positif yang mendalam pada karakter siswa.
Melalui ajang Panggung Kebangsaan, siswa tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga belajar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan kerja keras, yang merupakan bagian dari pembentukan karakter yang utuh dan berdaya saing sehat.
Penutupan yang meriah dan penuh apresiasi memberikan pengakuan atas usaha dan prestasi siswa, meningkatkan rasa percaya diri dan semangat mereka untuk terus berkembang secara positif.
Ajang talenta juga menjadi sarana kolaborasi dan komunikasi antar siswa, memperkuat kemampuan sosial dan emosional yang penting dalam pengembangan karakter.
Selain itu, siswa belajar nilai-nilai penting seperti kerja sama, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap keberagaman, yang memperkuat karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari.
“Penutupan kegiatan ini menandai keberhasilan proses pembinaan melalui pengembangan potensi dan nilai-nilai karakter siswa secara menyeluruh,” ujar Nur Jaya.
Nur Jaya berharap sekolah menjadi tempat siswa belajar interaksi sosial yang baik, menghormati aturan, dan menyelesaikan konflik secara konstruktif.
Guru harus menjadi teladan yang konsisten dalam perilaku dan mengintegrasikan nilai moral dalam pembelajaran sehari-hari.
Sementara, lanjut Nur Jaya, orang tua berperan sebagai guru pertama yang memberikan contoh perilaku jujur, disiplin, sopan santun, dan tanggung jawab di rumah.
“Melalui kolaborasi ini, nilai moral yang diperkuat setelah ajang talenta dapat melekat dan berkembang dalam kehidupan siswa secara menyeluruh,” ujar Nur Jaya.
Kesempatan tersebut, diharapkan juga agar siswa dapat terpacu mengembangkan potensi maksimal baik secara akademik maupun non-akademik, dengan dukungan penuh dari guru dan lingkungan sekolah.
Dia juga juga menegaskan bahwa prestasi akademik dan non-akademik harus seimbang karena keduanya penting untuk membentuk kualitas sumber daya manusia, agar menjadi generasi yang unggul dan berkarakter.
Panggung Kebangsaan, dilanjutkannya, memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenali dan mengasah bakat serta minatnya, yang membantu mereka memahami diri sendiri dan membangun rasa percaya diri (self-esteem).
Selain itu, menjadi katalis untuk menguji ketangguhan, inovasi, dan kemampuan berkolaborasi siswa, sekaligus menumbuhkan karakter seperti disiplin, kerja keras, dan sportivitas.
Pengembangan potensi yang terarah membantu siswa memilih jalur pendidikan dan karier yang sesuai, sehingga mereka lebih termotivasi dan bertanggung jawab terhadap masa depannya.
Pendidikan karakter yang terintegrasi dengan pengembangan talenta membuat nilai-nilai moral dan akhlak mulia melekat dalam perilaku sehari-hari siswa.
“Panggung Kebangsaan tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter siswa yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing global,” ujar Nur Jaya.
Kesempatan tersebut, SMAN 4 Jayapura berhasil merebut juara 1 pada lomba debat pelajar, dan SMAS Kalam Kudus Jayapura meraih juara 1 lomba senam anak Indonesia Hebat.
(lrh)






