Beranda / Ragam Berita / Tumbuhkan jiwa kerelawanan melalui kemah persahabatan PMR tingkat madya

Tumbuhkan jiwa kerelawanan melalui kemah persahabatan PMR tingkat madya

Sekretaris PMI Kota Jayapura, Irawadi, S.H., M.Si didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd foto bersama peserta kemah persahabatan PMR tingkat madya. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Kegiatan ini diikuti oleh 43 SMP dan bagian dari program pembentukan serta penguatan Palang Merah Remaja (PMR) tingkat madya dengan dukungan Pemerintah Kota Jayapura.

• Tujuan utama kemah adalah menumbuhkan jiwa kerelawanan dan membangun kesadaran sosial serta kepedulian di kalangan generasi muda.

• Program kemah meliputi pelatihan pertolongan pertama, senam pagi, outbound, malam keakraban, dan aktivitas sosial lainnya yang menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan gotong royong.

 

PALANG Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura menggelar kegiatan kemah persahabatan tingkat madya sebagai upaya menumbuhkan jiwa kerelawanan pada kalangan generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung di halaman SMP Negeri 9 Jayapura dari tanggal 26 s.d 27 September 2025 diikuti 43 SMP, dan merupakan bagian dari program pembentukan dan penguatan Palang Merah Remaja (PMR), yang juga didukung oleh Pemerintah Kota Jayapura.

“PMI berfokus pada pembangunan kesadaran sosial dan kepedulian melalui berbagai kegiatan, termasuk kemah persahabatan ini, untuk mempersiapkan generasi relawan masa depan di Kota Jayapura,” ujar Sekretaris PMI Kota Jayapura, Irawadi, S.H., M.Si mewakili Ketua PMI Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M.

Selain itu, mempererat persahabatan antar anggota PMR dan serta menggali dan mengasah keterampilan sosial kemanusiaan dan kerelawanan di kalangan pelajar SMP/MTs sederajat (tingkat madya).

Kegiatan ini berisi berbagai program seperti pelatihan pertolongan pertama, senam pagi, outbond, malam keakraban, dan aktivitas sosial lainnya. Kegiatan ini juga menekankan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong di antara peserta.

Selain itu, kemah ini menjadi wadah untuk saling bertukar pengalaman dan menimba ilmu agar anggota PMR lebih siap menjadi relawan yang berdedikasi serta mampu berkontribusi aktif dalam kegiatan kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Kemah persahabatan ini bukan ajang kompetisi, melainkan sebagai media pembelajaran, pengembangan karakter, dan mempererat persahabatan sekaligus sebagai bagian dari pendidikan karakter yang sangat penting bagi pembentukan jiwa sosial dan kemanusiaan remaja pada tingkat madya,” ujar Irawadi.

PMI melibatkan sekolah dalam pembentukan PMR madya dengan menjadikan kepala sekolah, pembina OSIS/kesiswaan, dan pembina PMR sebagai pihak pembina utama di sekolah.

Mereka diberikan pembekalan dan orientasi agar memahami manajemen PMI dan PMR, sehingga bisa mendampingi dan membimbing anggota PMR secara optimal di sekolah masing-masing.

Pelatihan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap pembina agar dapat mengelola dan membimbing anggota PMR secara efektif sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan PMI pusat.

PMR berperan sebagai wadah pendidikan kemanusiaan yang melibatkan kegiatan ekstrakurikuler siswa dengan fokus pada sosialisasi pendidikan hidup bersih dan sehat serta pelayanan kesehatan di sekolah.

Selain itu, PMR madya juga diberdayakan sebagai peer support untuk memberikan dukungan, bantuan, dan semangat kepada teman sebaya.

Dalam praktiknya, PMR madya dilibatkan dalam kegiatan sekolah, seperti tim pertolongan pertama, penugasan upacara, dan edukasi kebersihan serta kesehatan.

“Program ini membutuhkan komitmen dan dukungan sekolah, termasuk penyediaan fasilitas kesehatan dan kebersihan, serta kampanye hidup sehat secara rutin agar pembentukan PMR madya dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Irawadi.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd berharap mampu membangun sikap sosial yang peduli dan siap membantu sesama, serta memperkuat kebersamaan dan solidaritas antar peserta.

Hal ini sejalan dengan misi menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kesukarelawanan yang penting untuk pengembangan karakter dan kontribusi positif bagi masyarakat di Kota Jayapura.

Kepala Dinas Pendidikan mengapresiasi upaya PMI dalam memberikan pelatihan dan pengalaman langsung kepada generasi muda agar mereka bisa menjadi relawan yang handal dan berdedikasi.

“Diharapkan jiwa kerelawanan terus tumbuh dan berkembang sehingga dapat membantu mengatasi berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan di wilayah Kota Jayapura, serta membentuk generasi penerus yang peduli dan aktif berkontribusi kepada masyarakat,” ujar kepala dinas.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *