Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd menyampaikan sambutan. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id – SMP Negeri 2 Jayapura menggelar halalbihalal tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi, Senin (14/5/2025) bertemakan ‘Dengan halalbihalal kita tingkatkan tali silaturahmi’.
Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah yang diikuti oleh guru dan peserta didik serta tamu undangan, dengan menghadirkan pencerahan ustad H. Burhanuddin, S.Hi., S.Pd.I., M.H.
Halalbihal adalah tradisi yang sangat dihargai di Indonesia, terutama setelah hari raya Idulfitri. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan antar individu.
Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan, serta menjadi momen untuk saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan.
Halalbihalal juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat hubungan sosial antara siswa, guru, dan staf di sekolah.

Seperti di SMP Negeri 2 Jayapura, acara halalbihalal meliputi pembukaan resmi, sambutan dari kepala sekolah, serta kegiatan-kegiatan yang mendukung suasana kebersamaan.
Kegiatan ini sering kali diadakan dengan penuh semangat dan kehangatan, menciptakan suasana yang harmonis di antara seluruh warga sekolah.
Kegiatan halalbihalal tidak hanya sekadar acara sosial, tetapi juga memiliki dampak positif dalam membangun kultur kebersamaan dan menjaga keharmonisan di lingkungan belajar.
Melalui saling bermaaf-maafan, individu dapat memperbaiki hubungan yang mungkin telah terganggu sebelumnya.
Tradisi ini merupakan bagian penting dari identitas budaya Indonesia dan terus dilestarikan sebagai refleksi sikap toleransi dalam masyarakat Muslim.
“Perbedaan agama, ras, suku, dan budaya itu indah. Segala sesuatu yang kami lakukan hanya untuk kemuliaan nama Tuhan,” Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd.

Ia juga mengatakan, halalbihalal merupakan momentum yang terbaik untuk saling memaafkan antara guru dan siswa, siswa dengan siswa serta guru dengan guru.
Kesempatan tersebut, peserta didik diharapkan tetap menjaga kerukunan antar umat beragama baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
“Memperbaiki hubungan manusia kepada Tuhan, dan memperbaiki hubungan manusia dengan manusia, sehingga menghadirkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan harmonis,” ujar Enok.
Ia juga mengatakan melalui perayaan halalbihalal dapat membentuk karakter siswa yang baik untuk menciptakan generasi emas Papua.
Selain itu, menjadi peserta anak yang berguna bagi bangsa dan negara, tumbuh menjadi anak yang soleh dan soleha, dan menjadi anak yang berbakti kepada guru dan orang tua.






