Plt. Kepala SMPN 9 Jayapura, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd bersama guru saat mengikuti pemaparan terkait aplikasi Wayground. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Dalam rangka meningkatkan prestasi akademik siswa, SMPN 9 Jayapura, Kota Jayapura, Papua memanfaatkan aplikasi pembelajaran berbasis teknologi atau Wayground.
“Penekanannya terkait pembelajaran mendalam. Kami menerapkannya dalam kelas agar siswa aktif dalam pembelajaran sehingga prestasi akademik mereka semakin meningkat,” Plt. Kepala SMPN 9 Jayapura, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd di Jayapura, Jumat (15/8/2025).
Dia juga mengatakan, melalui aplikasi yang mudah digunakan untuk membuat materi pembelajaran visual, siswa dapat lebih aktif dan termotivasi belajar.
Guru dapat membuat presentasi, poster, infografis, atau materi interaktif dengan desain menarik yang membantu pemahaman siswa.
Materi yang dibuat dengan aplikasi ini lebih menarik dan interaktif sehingga meningkatkan efektivitas proses belajar.
Guru tidak perlu memiliki keahlian desain grafis mendalam untuk mempersiapkan materi berkualitas.
Fitur berbagi dan kolaborasi memungkinkan guru dan siswa bekerja bersama dalam pembuatan materi.
Sehingga hasil belajar siswa meningkat secara signifikan dengan memberikan materi yang interaktif dan mudah dipahami.
Penyampaian materi pelajaran semakin mudah, terutama untuk konsep yang kompleks seperti matematika atau sains, sehingga siswa lebih cepat menangkap konsep.
Keterlibatan siswa dalam proses belajar semakin meningkat karena penggunaan media digital seperti video, kuis interaktif, dan animasi.
Mendukung pembelajaran mandiri dan fleksibel, memungkinkan siswa belajar kapan dan di mana saja sesuai dengan kesiapan mereka.
Memfasilitasi komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa melalui fitur live teaching dan konsultasi online.
Serta, fasilitasi latihan soal dan evaluasi yang beragam, yang membantu siswa mengukur pemahaman mereka secara berkala.
“Aplikasi ini membantu membuat pembelajaran lebih efektif, menarik, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa masa kini dalam era digital,” ujar Panjaitan.
Dia juga mengatakan, penggunaan teknologi pembelajaran memiliki dampak yang sangat positif jika dilaksanakan dengan strategi yang tepat dan didukung infrastruktur memadai serta pelatihan bagi guru dan siswa.
Selain itu, teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, menjadikan pembelajaran lebih menarik, dan menyiapkan siswa menghadapi dunia digital.
“Pendekatan yang bijaksana dan bimbingan terus-menerus dari guru diperlukan agar teknologi benar-benar menjadi alat yang mendukung peningkatan prestasi dan kualitas belajar siswa,” ujar Panjaitan.
Panjaitan menambahkan, agar penggunaan aplikasi berjalan maksimal, yaitu diawali dengan pembekalan guru melalui Komunitas Belajar (Kombel) agar memanfaatkan aplikasi Waygroud dengan baik.
Adapun pemateri yang dihadirkan pada kegiatan yang berlangsung sehari di ruang guru SMPN 9 Jayapura, yaitu duta teknologi Provinsi Papua, Aniiqoh Fauzana, S.Pd.I dan Ketua Kombel SMPN 9 Jayapura, Lilis Sriyanti, S.Pd.
Pembekalan tersebut berupa pelatihan agar guru dapat mengenal dan menguasai fitur-fitur aplikasi Wayground agar dapat memaksimalkan penggunaannya dalam pembelajaran.
Selain itu, persiapan perangkat dan koneksi internet yang memadai di sekolah agar aplikasi dapat diakses lancar oleh guru dan siswa.
Pengintegrasian aplikasi dalam rencana pembelajaran sehingga materi dan metode pembelajaran yang menggunakan Wayground sejalan dengan kurikulum yang berlaku.
Arahan kepada siswa tentang cara mengakses dan menggunakan aplikasi untuk membantu belajar mandiri dan diskusi kelompok.
Monitoring dan evaluasi penggunaan aplikasi secara berkala oleh guru untuk melihat peningkatan pemahaman dan prestasi siswa.
Serta, fasilitasi interaksi dan kolaborasi antara guru dan siswa melalui fitur komunikasi di aplikasi agar proses pembelajaran lebih dinamis.
Koordinator Komunitas Belajar sekaligus guru matematika SMPN 9 Jayapura, Lilis Sriyanti, S.Pd menjelaskan, fitur utama yang dimiliki aplikasi Waygroud yaitu pembuatan dan pengelolaan modul pembelajaran.
Fitur ini memungkinkan guru membuat materi pembelajaran interaktif dengan teks, gambar, video, dan kuis yang dapat diakses langsung oleh siswa.
Selain itu, penyisipan multimedia yaitu berupa dukungan untuk menambahkan video dari YouTube, gambar, dan elemen grafis supaya materi lebih menarik dan mudah dipahami.
Integrasi kuis dan evaluasi, yaitu siswa dapat langsung mengerjakan kuis yang terintegrasi dalam modul pembelajaran untuk mengukur pemahaman materi.
Fitur kolaborasi dan interaksi, yaitu memungkinkan guru dan siswa berinteraksi secara online, termasuk fitur live teaching atau diskusi.
Template siap pakai, yang memudahkan guru dalam membuat materi dengan berbagai template menarik yang sudah tersedia.
Penggunaan multimedia dan animasi, yaitu menghadirkan materi belajar yang lebih hidup dan menarik dengan animasi dan elemen interaktif lain.
Serta, kemudahan akses dan fleksibilitas, agar siswa bisa mengakses materi kapan saja dan dari mana saja, mendukung pembelajaran mandiri.
“Ini adalah fitur umum yang ditemukan pada aplikasi pembelajaran digital yang bertujuan meningkatkan efektivitas dan daya tarik pembelajaran,” ujar Lilis.
(lrh)






