Beranda / Ragam Berita / Tingkatkan perlindungan perempuan dan anak, PUSPAGA Papua diharapkan menjadi pusat rujukan

Tingkatkan perlindungan perempuan dan anak, PUSPAGA Papua diharapkan menjadi pusat rujukan

Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Masyarakat & Budaya, Matias B. Mano, S.Par.,M.KP mewakili Pj. Gubernur Papua, Dr. Drs. A. Fatoni, M.Si menyampaikan sambutan pada pembukaan pembentukan PUSPAGA. (TIFAPOS/Istimewa)

TIFAPOS.id Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana membentuk PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga).

Pembentukan PUSPAGA Papua berlangsung di Swis-belhotel Jayapura, dihadiri Pimpinan OPD atau lembaga terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.

Hadir juga mitra pembangunan dan organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh perempuan serta tamu undangan.

“Semoga melalui ikhtiar ini, generas!
muda Papua akan tumbuh dengan
sehat, cerdas dan berakhlak mulia,” ujar Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Masyarakat & Budaya, Matias B. Mano, S.Par.,M.KP mewakili Pj. Gubernur Papua, Dr. Drs. A. Fatoni, M.Si dalam rilisnya di Jayapura, Selasa (12/8/2025).

Program PUSPAGA memberikan dampak positif yang signifikan terhadap keluarga, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengasuhan dan perlindungan anak melalui layanan konsultasi, konseling, kelas parenting, dan sosialisasi.

Dengan layanan yang gratis dan berbasis hak anak, program ini membantu keluarga dalam membangun komunikasi yang efektif, menguatkan kemampuan orang tua dalam pengasuhan, serta mencegah kekerasan terhadap anak secara holistik.

Selain itu, juga menyediakan ruang bagi keluarga untuk memperoleh edukasi, dukungan psikososial, dan rujukan layanan lainnya yang menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.

Dampak nyata dari program layanan satu pintu ini adalah terciptanya lingkungan keluarga yang lebih harmonis dan aman, meningkatnya kesadaran orang tua terhadap pola asuh yang sesuai, serta menurunnya risiko kekerasan dalam rumah tangga.

Program ini juga meningkatkan ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan, baik sosial maupun psikologis, dengan melibatkan partisipasi aktif pemerintah, masyarakat, dan tenaga profesional.

Namun, optimalisasi program masih memerlukan sinergi lebih kuat antara berbagai pihak dan peningkatan aksesibilitas layanan terutama di wilayah pinggiran.

Sebagai garda terdepan, PUSPAGA sebagai upaya meningkatkan perlindungan perempuan dan anak dengan menyediakan layanan konsultasi, konseling, edukasi, dan pendampingan keluarga.

Selain itu, memberdayakan orang tua agar dapat menjalankan peran optimal dalam mengasuh, mendidik, dan melindungi anak, serta mencegah kekerasan dalam keluarga.

PUSPAGA merupakan unit layanan terpadu yang berfokus pada upaya promotif, preventif, dan kuratif untuk meningkatkan kualitas keluarga dan pemenuhan hak anak.

Layanan yang disediakan meliputi konsultasi pengasuhan, edukasi keterampilan menjadi orang tua, konseling keluarga, serta dukungan penguatan kesehatan mental anak dan keluarga.

Serta, menjadi tempat program yang mendorong partisipasi anak dalam keluarga dan pencegahan kekerasan, termasuk kekerasan seksual terhadap anak, yang dominan terjadi di lingkungan rumah tangga.

“PUSPAGA Papua diharapkan dapat menjadi pusat rujukan utama dalam meningkatkan kualitas pengasuhan dan membangun keluarga yang tangguh, inklusif dan bebas dari kekerasan,” ujar staf ahli.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua, secara nasional masih dibawa standar rata-rata, IPM Papua untuk tahun 2024 tercatat sebesar 73,83, mengalami peningkatan sebesar 0,60 poin atau 0,82 %.

Dibandingkan dengan 2023 yang sebesar 73,23, artinya kenaikan sangat sedikit. Namun ini adalah salah satu dampak dari kurangnya perhatian sejak usia dini dalam keluarga.

Untuk itu, kehadiran PUSPAGA di Papua dianggap menjadi sangat penting dan strategis, karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, nilai-nilai
kehidupan serta perempuan dan anak perlindungan terhadap.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menginisiasi layanan PUSPAGA terus mendorong pelatihan bagi tenaga konselor dan petugas PUSPAGA.

Salah satunya terkait dukungan kesehatan mental dan psikososial anak, sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pendampingan masalah keluarga yang holistik.

Serta, memperbaiki kualitas pembelajaran keluarga yang fokus pada perlindungan khusus perempuan dan anak sekaligus mendorong kesetaraan gender dan pengentasan kekerasan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *