Petugas Puskemas Abepura memeriksa kesehatan siswa. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Pendekatan kegiatan mencakup aspek promotif, kuratif, dan preventif untuk kualitas kesehatan siswa yang menyeluruh.
• Keterlibatan orang tua berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental anak untuk belajar optimal dan tumbuh dengan baik.
• Penekanan pada kolaborasi antara sekolah dan Puskesmas dalam membina kesehatan remaja dan memberikan layanan serta rujukan kesehatan optimal bagi siswa.
SEKOLAH Menengah Pertama (SMP) Negeri Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menjalin kerja sama dengan Puskesmas Abepura untuk meningkatkan pelayanan kesehatan siswa khususnya kelas 7.
Kerja sama dilakukan dua kali dalam sebulan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan rutin, imunisasi, screening kesehatan siswa, dan inspeksi sanitasi lingkungan dan makanan di sekolah.
Tujuan kerja sama adalah meningkatkan kualitas layanan kesehatan, kemampuan hidup bersih dan sehat, serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat demi pertumbuhan optimal siswa.
Puskesmas juga memberikan layanan kesehatan remaja, konseling, dan deteksi dini penyakit tidak menular yang semuanya dilakukan secara berkala bersama sekolah.
Termasuk pengukuran tinggi badan, sosialisasi pencegahan HIV/AIDS, pelaksanaan imunisasi lengkap, dan pencegahan TBC (tuberkulosis) oleh Puskesmas.
Kegiatan tersebut menggabungkan aspek promotif, kuratif, dan preventif sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan siswa secara menyeluruh di lingkungan sekolah melalui kolaborasi dengan Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan primer.
“Pihak sekolah dan Puskesmas bersama-sama membina kesehatan remaja, meningkatkan promosi kesehatan, serta memberikan pelayanan dan rujukan kesehatan yang optimal bagi siswa di sekolah. Ini sudah tahun ketiga kami kerja sama,” ujar Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd di Jayapura, Rabu, 10 September 2025.
Kesempatan tersebut, kepala sekolah mengharapkan dukungan orang tua untuk menjaga kesehatan anak, seperti membantu menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan diri anak, memberikan makanan bergizi, mengatur waktu tidur yang cukup, serta mendorong aktivitas fisik dan olahraga secara teratur.
Orang tua juga diharapkan berperan aktif dalam komunikasi dengan sekolah untuk mendukung program kesehatan, seperti imunisasi, penyediaan bekal sehat, dan penciptaan lingkungan belajar yang aman dan bersih.
Keterlibatan orang tua tidak hanya membantu kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental anak agar mereka bisa belajar dengan optimal dan tumbuh berkembang dengan baik di sekolah.
Sehingga anak menjadi lebih siap secara fisik dan mental menghadapi aktivitas sekolah, belajar dengan optimal, serta mengurangi risiko penyakit.
Selain itu, pola hidup sehat dan kebersihan yang konsisten antara rumah dan sekolah menciptakan lingkungan nyaman yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
“Komunikasi baik dengan sekolah dan dukungan terhadap program kesehatan sekolah sangat penting untuk keberhasilan menjaga kesehatan anak,” ujar kepala sekolah.
“Sekolah memberikan sosialisasi dan arahan mengenai pentingnya pola hidup sehat dan menjaga kebersihan agar orang tua lebih sadar dan aktif mendukung,” sambungnya.
(lrh)






