Beranda / Opini / Timure Cendrawasih: Banana crispy dan semangat inovasi generasi muda Papua

Timure Cendrawasih: Banana crispy dan semangat inovasi generasi muda Papua

Mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura saat menjajakan dagangan mereka. (TIFAPOS/Istimewa)

 

Oleh: Selvi Nur Afifah, Magdalena Paskalin Sisindey Yowei, Vania Cherlia Monei, Gunsales Doromi, Rina Kasipdana

 

DI TENGAH kekayaan alam Papua yang melimpah, generasi muda memiliki peran penting dalam mengolah potensi tersebut menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

Salah satu contoh nyata hadir dari Timure Cendrawasih, sebuah kelompok kreatif anak muda Papua dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih mata kuliah Komunikasi dan Presentasi Bisnis, yang berhasil menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak melalui produk banana crispy.

Papua dikenal sebagai daerah yang kaya akan hasil pertanian, termasuk buah pisang yang mudah ditemukan di berbagai wilayah.

Melihat potensi tersebut, Timure Cendrawasih memanfaatkannya sebagai bahan utama untuk menciptakan produk olahan yang memiliki nilai tambah. Banana crispy yang dihasilkan bukan sekadar makanan ringan, tetapi juga bentuk kreativitas dalam mengolah sumber daya lokal.

Lebih dari sekadar produksi, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi para anggota tim. Mereka terlibat langsung dalam berbagai proses, mulai dari pengolahan bahan, pengemasan produk, hingga pemasaran.

Pengalaman ini memberikan pemahaman nyata mengenai bagaimana membangun usaha dari skala kecil dengan memanfaatkan potensi yang ada. Selain itu, kerja sama tim menjadi salah satu kekuatan utama dalam keberhasilan mereka.

Setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing, sehingga tercipta koordinasi yang baik dalam setiap proses produksi. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan rasa tanggung jawab.

Kehadiran Timure Cendrawasih juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Produk yang dihasilkan turut memperkenalkan potensi olahan lokal kepada masyarakat.

Sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan bagi hasil pertanian. Dengan demikian, usaha ini tidak hanya bermanfaat bagi tim, tetapi juga bagi masyarakat secara luas.

Pada akhirnya, berkat bimbingan Kurniawan Patma dan Maylen Kathrin Petra Kambuaya sebagai dosen pengampu, inovasi banana crispy dari Timure Cendrawasih menjadi bukti bahwa kreativitas tidak selalu memerlukan teknologi tinggi.

Dengan semangat, kerja sama, dan kemampuan melihat peluang, generasi muda Papua mampu menciptakan usaha yang bernilai dan berdaya saing.

Inisiatif seperti ini diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi dan masa depan yang lebih baik.

 

(Penulis adalah mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Cenderawasih Jayapura)

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *