Tim syarhil putri Papua berfoto bersama. (TIFAPOS/Istimewa)
TIFAPOS.id – Tim syarhil putri kafilah Papua tampil kompak dan sangat baik di MTQ XXX yang digar di MAN 2 Samarinda, Kalimantan Timur.
Tim membawakan tema “Pentingnya Pendidikan Moral dalam Keluarga Perspektif Al-Qur’an”. Perlombaan dimulai pukul 13.45 WITA.
Tim syarhil putri terdiri dari Nabila Sari siswi kelas XII SMAN 3 Nabire, Safira Ainun Nasir siswi kelas XI SMAN 3 Nabire, dan Adelia Bahtiar siswi kelas VIII SMPN 1.
Kesimpulan yang dikemukakan tim syarhil, agar terciptanya keluarga sakinah, mawaddah, warohmah, dan keturunan berakhlak mulia maka orang tua berkewajiban, memberi contoh akhlak yang baik.
Selain itu, orang tua mengajarkan ilmu agama dan rasa takut kepada Allah, jangan membentak, jangan berlaku kasar, dan mengawasi pergaulan anak.
Pelatih tim syarhil Habib Abdul Wahab merupakan guru di SMAIT Insan Cendekia Sentani, sekaligus penyuluh agama Islam pada KUA Sentani, Kabupaten Jayapura. Ketua Majelis Hakim Cabang Syarhil Qur’an adalah Dr. H. A. Juraidi, M.A.
Merujuk sumber digital, syarhil Qur’an adalah cabang lomba yang menampilkan pembacaan ayat Al-Qur’an, terjemahan puitisasi, dan uraian yang menunjukkan kesatuan yang serasi.
Syarhil Qur’an merupakan kombinasi dari seni membaca Al-Qur’an (tilawah), penerjemahan, dan penjelasan (tausiyah) secara terstruktur dan jelas.
Naskah Syarhil Qur’an umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu muqaddimah, isi, dan penutup. Tim yang mengikuti lomba syarhil Qur’an biasanya terdiri dari tiga orang, yang masing-masing memiliki peran yang berbeda.
Official tim syarhil Dr. Karsudi mengatakan cabang syarhil Qur’an putri adalah cabang lomba yang diharapakan mendapatkan predikat juara di tingkat nasional.
“Pertimbangannya persiapan cukup matang, pelatih yang luar biasa, punya kemampuam dengan dukungan pemda dan official. Insyaallah, kami yakin Provinsi Papua dapat predikat terbaik untuk mengharumkan Papua di kancah nasional,” ujar Karsudi.






