Beranda / Ragam Berita / Tim debat SMA Negeri 4 Jayapura juara 1 di Panggung Kebangsaan

Tim debat SMA Negeri 4 Jayapura juara 1 di Panggung Kebangsaan

Para jura tim debat pelajar dalam kegiatan Panggung Kebangsaan saat foto bersama. Dari tengah juara 1 adalah SMAN 4 Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id Tim debat SMA Negeri 4 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, meraih juara 1 lomba debat kategori pelajar pada kegiatan Panggung Kebangsaan tingkat Kota Jayapura dari tanggal 14 s.d 15 Agustus 2025.

Juara 2 adalah SMA Negeri 1 Jayapura dan juara 3 SMAS YPPK Taruna Dharma. Harapan 1 adalah SMA Negeri 6 Jayapura dan harapan 2 adalah SMAS Papua Kasih.

Adapun kriteria penilaian lomba debat pelajar yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura dalam rangka menyongsong dirgahayu RI ke-80 tahun 2025, yaitu isi (content), penyampaian (style), strategi, keterkinian.

Sistem penilaian menggunakan Asian Parliamentary yang menilai manner (sikap), matter (isi), dan method (metode penyampaian).

Untuk kriteria terbaik mendapatkan nilai 60-79, untuk yang masih sesuai tapi ada kekurangan, dan di bawah 60 untuk yang kurang memenuhi kriteria.

Setiap pembicara dalam sebuah tim debat dinilai secara individual berdasarkan ketiga aspek utama ini, dan total nilai tim adalah gabungan dari nilai anggota tim.

Guru Bahasa Indonesia sekaligus pembina ekstrakurikuler debat bahasa Indonesia, Deuis mewakili Kepsek SMAN 4 Jayapura, Anton Djoko Martono, S.Pd., M.Pd mengatakan, keberhasilan meraih juara berkat kerja keras siswa, dan kontribusi kepala sekolah dan guru.

Mosi atau topik dalam debat Panggung Kebangsaan yang diikuti SMA/SMK/MA Se Kota Jayapura tentang “Otonomi Khusus Papua Perlu Dievaluasi Secara Menyeluruh
Oleh Rakyat Papua Sendiri”.

“Untuk membina tim debat hingga meraih juara 1, diperlukan strategi, program, serta pembinaan yang terarah dan berkelanjutan,” ujar Deuis Hiswari Supianti di SMAS Kalam Kudus Jayapura, Jumat (15/8/2025).

Dia juga mengatakan, pembinaan tim debat diawali seleksi dan pembentukan tim inti, pelatihan intensif dan terstruktur, penguatan materi dan riset.

Selain itu, pengembangan soft skill debat, bonding tim dan manajemen proyek, support sekolah dan lingkungan, mental juara dan pengelolaan emosi, evaluasi dan refleksi.

“Pendekatan ini telah membawa tim debat SMA Jayapura menjadi juara dan menorehkan prestasi tingkat kota maupun provinsi,” ujar Deuis.

Kepada tim debat, Deius berharap terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah, mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama tim.

Selain itu, tim debat dapat mengembangkan skill seperti kemampuan berbicara di depan umum, menguasai isu-isu aktual.

Bekerja sama secara efektif dalam tim, komitmen latihan yang konsisten dan disiplin tinggi, termasuk persiapan matang sebelum lomba.

Serta, mengembangkan kapasitas intelektual dan karakter siswa yang tidak hanya unggul dalam akademik tapi juga memiliki karakter yang kuat dan kemampuan berargumen yang baik.

“Keberhasilan tim debat diharapkan bisa memotivasi siswa lain untuk aktif dan berprestasi dalam bidang ekstrakurikuler,” ujar Deuis.

Kepala Bidang SMA/SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP mengatakan, lomba debat pelajar dilaksanakan untuk melatih kemampuan critical thinking, literasi, problem solving, dan public speaking.

“Debat ini mendorong mereka bisa menyampaikan ide atau gagasan dalam pokok suatu permasalahan dapat disampaikan terstruktur dan sistematis, sehingga menjadi pembicara handal atau berbicara sesuai data dan fakta,” Nur Jaya.

Nur Jaya berharap, juara lomba debat pelajar agar meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis, karena debat dipandang sebagai sarana untuk mengasah kemampuan siswa dalam berargumentasi dan menganalisis isu secara logis dan konstruktif.

Pelajar yang berhasil juara mampu menyampaikan gagasan dengan baik di depan umum, yang menjadi bekal penting untuk masa depan mereka.

Menjadi contoh dan inspirasi bagi pelajar lain untuk terus berprestasi dan meningkatkan literasi dan menjadi generasi muda yang siap menghadapi tantangan global dan persaingan dunia kerja.

Selain aspek akademik, lomba debat juga menanamkan nilai-nilai sportivitas dan semangat kompetisi yang sehat.

“Lomba debat membantu pelajar menjadi pribadi yang unggul, cakap, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan ketenagakerjaan,” ujar Nur Jaya.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *