Pendiri TBM Kasih Abepantai, Sri Kurnawati menerima penghargaan Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum Terbaik Tingkat Nasional 2025. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• TBM Kasih meraih juara pertama dalam Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum Terbaik Tingkat Nasional 2025 mewakili Provinsi Papua.
• Menjalankan berbagai program seperti Pojok Baca Bahasa Inggris, Kelas Inspirasi, Pohon Literasi, dan bantuan untuk anak berkebutuhan khusus.
• Membantu meningkatkan kepercayaan diri anak-anak dan perhatian masyarakat terhadap pendidikan.
BERITA yang menyenangkan datang dari Kampung Biak, Abepantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kasih berhasil meraih juara pertama dalam penghargaan Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum Terbaik Tingkat Nasional 2025 kategori Perpustakaan Masyarakat Wilayah 4.
Kemenangan TBM Kasih yang mewakili Provinsi Papua di tingkat nasional bukan hanya prestasi, tetapi juga membuktikan bahwa rasa peduli, cinta, dan kesabaran bisa menyalakan cahaya literasi di Indonesia Timur.
TBM Kasih didirikan pada 2019 di rumah sederhana oleh Sri Kurnawati, seorang guru yang sangat peduli terhadap pendidikan anak-anak Papua.
Pada 2020, TBM ini resmi memiliki surat keputusan pendirian, dan sejak saat itu secara aktif berkiprah sebagai pusat aktivitas literasi di Abepantai. Di ruangan kecil berukuran 6×9 meter di pinggir jalan Trans-Papua, lahir berbagai ide kreatif yang mengubah cara anak-anak belajar dan memahami dunia.
TBM Kasih tidak didirikan karena memiliki fasilitas lengkap, tetapi karena hati yang penuh perhatian. Di tempat sederhana itu, setiap hari terdengar suara tawa anak-anak yang sedang belajar membaca, menulis, berhitung, dan mendengarkan cerita penuh pesan moral.
Sri Kurnawati tidak bekerja sendirian, dia didukung oleh para relawan muda yang bersemangat, yaitu Ristiani Vita Gasperz, Derrin, Alifah, dan pegiat literasi dari komunitas lainnya. Mereka membantu anak-anak, remaja, sampai ibu-ibu kampung yang ingin belajar lebih banyak.
Selain belajar literasi dasar, TBM Kasih juga menjalankan program Pojok Baca Bahasa Inggris, Kelas Inspirasi, Pohon Literasi, serta bantuan bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.
Untuk anak-anak yang tidak punya akses internet, TBM Kasih menjadi tempat mereka menyelesaikan tugas pelajaran secara daring menggunakan perangkat yang tersedia. Di sini mereka bisa membaca bersama, menulis nama sendiri, dan berbagi cerita tentang kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin TBM Kasih menjadi rumah kedua bagi siapa pun yang ingin belajar,” ujar Sri dalam rilisnya di Jayapura, Kamis, 30 Oktober 2025.
Dari berbagai program yang dijalankan “Noken Literasi” menjadi inovasi yang paling berkesan dan khas di Papua. Melalui program ini, buku-buku dimasukkan ke dalam noken tas tradisional khas Papua, lalu dibawa ke rumah warga.
Anak-anak, remaja, dan orang tua bisa membaca di mana pun mereka berada. Noken bukan hanya alat untuk membawa buku, tetapi juga simbol kasih sayang, identitas budaya, dan rasa bangga terhadap daerah setempat.
Dalam setiap helai anyaman noken, terkandung nilai gotong royong dan cinta ilmu pengetahuan. Program ini mengajarkan bahwa literasi bukan sekadar membaca, tetapi juga membangun kebersamaan dan menghargai tradisi lokal.
Sri Kurnawati menjelaskan bahwa ide mendirikan TBM Kasih muncul dari kebiasaan masyarakat Papua yang selalu membawa noken ke mana-mana.
“Kami ingin literasi dekat dengan budaya masyarakat. Dengan noken, buku menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Sri.
Fasilitas yang minim, rak buku sederhana, dan keterbatasan alat belajar jadi tantangan setiap hari. Para pengurus justru mengubah keterbatasan jadi semangat untuk berinovasi.
Mereka memanfaatkan apa yang ada, seperti papan tulis kecil, tikar pandan, dan halaman rumah, menjadi ruang belajar terbuka. Di bawah naungan pohon, anak-anak senang membaca dan menulis.
Sri Kurnawati menyampaikan terima kasih yang tulus kepada mitra, donatur, dan sahabat literasi.
“Tanpa dukungan mereka, TBM Kasih tidak akan bertahan sampai hari ini. Buku, alat belajar, dan semangat mereka adalah bahan bakar bagi kami,” ujar Sri dengan mata berkaca-kaca.
Keberhasilan TBM Kasih tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Beberapa lembaga seperti Balai Bahasa Provinsi Papua, Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Jayapura, Yayasan Mahkota Bunda, dan donatur dari lembaga maupun individu telah menjadi mitra dalam perjalanan literasi ini.
Ucapan terima kasih (khusus) juga diberikan kepada Ristiani Vita Gasperz, salah satu pengurus TBM Kasih yang selalu setia mendukung setiap kegiatan.
“Kak Vita adalah sosok penting dalam perjalanan TBM Kasih. Ia hadir setiap hari, membantu anak-anak dengan sabar dan penuh kasih,” ujar Sri.
TBM Kasih kini menjadi pusat inspirasi bagi banyak masyarakat di Kota Jayapura, yang berdampak luas, sehingga anak-anak lebih percaya diri membaca, ibu-ibu mulai rajin menulis, dan masyarakat Abepantai semakin sadar pentingnya pendidikan.
Menjadi juara pertama Apresiasi Perpustakaan Umum Terbaik 2025 menjadi momen penting bagi TBM Kasih. Namun, bagi Sri dan para pengurus, penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan lebih panjang.
“Kami ingin terus membawa literasi ke kampung-kampung lain. Kami percaya, ketika satu anak membaca, satu masa depan sedang diselamatkan,” ujar Sri dengan senyum lembut.
Dari rumah kecil di kawasan pesisir Abepantai, cahaya literasi kini semakin menyala. TBM Kasih menjadi simbol dari ketekunan, kasih sayang, dan harapan bagi pendidikan di Papua. Di tangan para pejuang yang bekerja dengan tenang, buku bukan hanya barang biasa, tapi jembatan menuju kehidupan yang lebih baik.
TBM Kasih telah menunjukkan bahwa meskipun dimulai dari ruangan sempit dan dana terbatas, semangat berbagi pengetahuan mampu menciptakan perubahan besar. Dari Abepantai, lilin kecil literasi ini kini menyala, menerangi jalan menuju generasi emas Papua yang hebat.
“Semangat anak-anak membuat kami selalu kuat. Mereka datang dengan mata berbinar, menanyakan buku baru, dan hanya itu saja sudah membuat kami bahagia,” ujar salah satu penggerak utama TBM Kasih, Ristiani Vita Gasperz.
(ldr)







