Ketua PKK Kota Jayapura sekaligus Ketua MRP Papua, Nerlince Wamuar Rollo, S.E., M.Pd menggelar diskusi dengan Dinas Kesehatan dan tenaga kesehatan. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Tindak lanjut pertemuan yang digelar pada Juni 2025.
• Pelayanan kesehatan terus ditingkatkan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
• Rapat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
KETUA PKK Kota Jayapura sekaligus Ketua MRP Papua, Nerlince Wamuar Rollo, S.E., M.Pd, mengadakan diskusi penting bersama Dinas Kesehatan Kota Jayapura sebagai tindak lanjut pertemuan yang digelar pada Juni 2025.
Diskusi yang berlangsung di aula PKK Kota Jayapura dihadiri kepala Puskesmas dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, drg. Juliana Napitupulu, M.M, Selasa, 25 November 2025.
Diskusi tersebut membahas berbagai aspek pelayanan di Puskesmas di wilayah kerjanya, mulai dari sarana dan prasarana, sumber daya manusia, hingga pendanaan yang tersedia.
Dalam pertemuan tersebut, Nerlince Rollo menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi oleh Puskesmas, seperti banyaknya pasien yang tidak memiliki BPJS, namun tetap memperoleh pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi.
Hal ini menunjukkan komitmen tinggi para tenaga medis dan pengelola Puskesmas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Jayapura.
“Semua pelayanan di Puskesmas berjalan dengan baik,” ujar Nerlince Rollo.
Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran Dinas Kesehatan, kepala Puskesmas, serta tenaga medis yang dengan sabar dan profesional melayani masyarakat.
“Terima kasih banyak kepada dinas kesehatan, kepala Puskesmas, dan para medis yang sudah melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya penuh rasa syukur.
Nerlince Rollo berharap, agar pelayanan kesehatan ini dapat terus ditingkatkan sehingga akses layanan menjadi lebih baik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang belum memiliki dokumen kependudukan dan jaminan kesehatan.
Diskusi juga menyinggung soal berbagai permasalahan administratif, seperti banyaknya warga yang tidak memiliki KTP maupun BPJS Kesehatan
Untuk mengatasi hal ini, pihak PKK Kota Jayapura bersama Dinas Kesehatan berencana melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah menggelar rapat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengatasi persoalan ini secara menyeluruh.
Selain itu, salah satu fokus utama yang diangkat dalam pertemuan tersebut adalah upaya pencegahan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan publik di Jayapura, seperti HIV/AIDS, kusta, tuberculosis (TBC), sifilis, dan malaria.
“Akan ada langkah strategis untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut melalui pendekatan terpadu di tingkat wilayah,” ujar Nerlince Rollo.
Nerlince Rollo berharap, langkah kolaboratif antara PKK Kota Jayapura, Dinas Kesehatan, dan berbagai OPD dapat memperkuat pelayanan kesehatan.
Sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam mengatasi kendala administratif dan pencegahan penyakit menular.
“Dengan komitmen bersama dan peningkatan koordinasi, pelayanan di Puskesmas serta upaya kesehatan masyarakat di Kota Jayapura bisa semakin maju memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga,” ujar Nerlince Rollo.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, M.M., juga mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan pelayanan kesehatan.
Ia menekankan agar seluruh pimpinan Puskesmas dan rumah sakit mengedepankan pelayanan dengan sikap ramah dan penuh senyum kepada masyarakat.
Untuk data penyakit HIV/AIDS, Juliana mengungkapkan hingga saat ini tercatat sekitar 1.200 kasus yang aktif, dengan tren rata-rata sebanyak 1.000 kasus per tahun.
Sejak tahun 1993 hingga 2025, sudah lebih dari 9.000 kasus yang terdata di Kota Jayapura. Kondisi ini menjadi perhatian serius yang mendorong penguatan sumber daya manusia dalam bidang kesehatan.
“Kami perkuat sumber daya atau tenaga kesehatan agar pelayanan bisa optimal dan penyakit ini dapat dikendalikan dengan baik,” ujar Juliana.
(ldr)








