Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd menyampaikan sambutan dalam pelatihan aplikasi SPMB Tahun Ajaran 2025/2026. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) khususnya jenjang SMA dan SMK menekankan pemerataan akses pendidikan bermutu untuk semua siswa.
Hal itu disampaikan Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd usai meresmikan kegiatan pelatihan aplikasi SPMB jenjang SMA di aula SMKN 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura, Rabu (21/5/2025).
Ia juga mengatakan, SPMB dengan fokus pada inklusi sosial, integrasi sosial, dan kohesivitas sosial agar siswa dari berbagai latar belakang dapat berinteraksi dan belajar bersama di sekolah terdekat dengan tempat tinggalnya.
Transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam proses penerimaan, dengan mekanisme yang objektif dan tanpa diskriminasi, serta memberikan otonomi daerah untuk menyesuaikan kuota dan mekanisme sesuai kebutuhan lokal.
Jalur penerimaan yang beragam dan fleksibel, meliputi jalur domisili (prioritas bagi siswa yang tinggal dekat sekolah), jalur afirmasi (kuota untuk Orang Asli Papua dan siswa yang tidak mampu bardasarkan data di Dinas Sosial), jalur prestasi (untuk siswa dengan prestasi akademik/non-akademik), dan jalur mutasi (perpindahan tugas orang tua).
Selain itu, SPMB SMK menekankan seleksi berdasarkan rapor, prestasi, dan hasil tes bakat serta minat sesuai bidang keahlian, sehingga lebih menyesuaikan dengan potensi dan minat siswa dibandingkan SMA yang menggunakan sistem rayonisasi dan zonasi.
“SPMB SMK, menekankan pada pemilihan program keahlian yang diminati oleh siswa di masing masing SMK. Jalur domisili di SMK diberikan agar pendaftar yang memilih program keahlian di SMK yang domisili dekat dengan sekolah yang dipilih lebih di utamakan,” ujar Rocky.
Untuk itu, Rocky berharap, pelatihan aplikasi SPMB sangat penting untuk memastikan kelancaran proses penerimaan dan pengelolaan data secara efektif dan efisien.
Ia juga berharap, kepala sekolah, operator, dan ketua panitia dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan penuh tanggung jawab, serta
mengikuti seluruh sesi pelatihan dengan baik agar memahami seluruh fitur dan prosedur aplikasi SPMB.
Selain itu, menerapkan ilmu yang didapat selama pelatihan dalam pelaksanaan tugas di lapangan, gar proses penerimaan murid baru berjalan efisien, transparan, dan akurat.
Meningkatkan kemampuan teknis dalam mengelola pendaftaran, verifikasi data, seleksi, dan pengumuman hasil secara digital sehingga mengurangi kesalahan manusia dan mempercepat proses administrasi.
Mendukung pelaksanaan SPMB yang bertujuan memberikan layanan pendidikan bermutu, adil, merata, dan berpihak pada semua lapisan masyarakat dengan sistem seleksi yang lebih baik dibandingkan sistem sebelumnya (PPDB)
“Kepala sekolah, operator, dan panitia SPMB diharapkan dapat bekerja sama secara sinergis, menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan integritas. Dengan demikian, proses seleksi penerimaan siswa baru dapat berjalan lancar, transparan, dan adil sesuai dengan tujuan pendidikan,” ujar Rocky.

Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP, mengatakan pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi resmi SPMB Kota Jayapura.
Ia juga mengatakan, pembukaan pendaftaran SPMB jenjang SMA dan SMK dimulai tanggal 10 s.d. 12 Juni 2025 untuk jalur prestasi dan afirmasi, dan tanggal 16 s.d. 18 Juni 2025 untuk jalur domisili dan mutasi.
Pada SPMB jenjang SMA dan SMK di Kota Jayapura ada empat jalur yang bisa dipilih oleh siswa, yaitu jalur domisili, jalur prestasi, jalur afirmasi, dan jalur mutasi, yang pelaksanaannya dibagi ke dalam dua tahap, tahap 1, jalur prestasi dan afirmasi, tahap 2, jalur domisili dan mutasi.
“SPMB 2025 menekankan pada kuota afirmasi dan prestasi yang lebih besar, dengan penilaian prestasi akademik yang mengutamakan nilai rapor dan indeks sekolah serta mempertimbangkan jarak domisili sebagai faktor penentu akhir bila nilai akademik sama. Kuota dan mekanisme ini berbeda sedikit antara SMA dan SMK,” ujar Nur Jaya.
Ia juga mengatakan, dalam SPMB di Kota Jayapura tersedia kuota khusus jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi siswa kurang mampu secara ekonomi dan/atau penyandang disabilitas.
Jalur afirmasi ini memberikan kesempatan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu dengan bukti dokumen seperti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau program bantuan sosial pemerintah.
Kuota jalur afirmasi di beberapa sekolah di Jayapura bisa mencapai sekitar 20% dari daya tampung sekolah, dan secara umum untuk jenjang SMA/SMK di Indonesia kuota afirmasi minimal 30% sesuai kebijakan SPMB 2025.
Jalur afirmasi juga dilengkapi mekanisme verifikasi dokumen untuk memastikan penerima manfaat benar-benar yang berhak.
Selain itu, jika daya tampung sekolah negeri penuh, siswa kurang mampu tetap difasilitasi masuk ke sekolah swasta agar semua siswa mendapatkan akses pendidikan.
Nur Jaya menambahkan, untuk memastikan data siswa valid dalam aplikasi SPMB, langkah utama adalah melakukan proses verifikasi dan validasi data secara cermat.
Proses ini, meliputi pemeriksaan dan pencocokan data pendaftar dengan dokumen resmi seperti ijazah, akta kelahiran, kartu keluarga, dan dokumen pendukung lainnya untuk memastikan keabsahan data yang diinput.
Operator sekolah melakukan perbaikan dan pengisian data yang wajib lengkap, termasuk data pribadi dan alamat dengan titik koordinat yang sesuai, lalu menyimpan dan memverifikasi data tersebut dalam aplikasi hingga muncul tanda centang hijau sebagai bukti data sudah terverifikasi.
Ia juga mengatakan, siswa juga wajib mengisi data diri dengan lengkap dan benar, kemudian mengajukan data untuk diverifikasi oleh operator sekolah asal.
Penggunaan portal resmi verifikasi dan validasi data siswa yang memungkinkan perbaikan data jika ditemukan ketidaksesuaian, terutama untuk data nama, tempat dan tanggal lahir, serta jenis kelamin, yang harus diperbarui melalui operator sekolah atau melalui laman khusus bagi siswa yang sudah lulus.
Selain itu, sosialisasi dan pelatihan verifikasi data dilakukan agar operator dan sekolah memahami pentingnya kesesuaian data antara sistem Dapodik dan Dukcapil untuk menghindari masalah administrasi saat pendaftaran SPMB.
“Dengan melakukan verifikasi dan validasi data secara teliti, integritas data calon peserta didik dapat terjaga sehingga proses penerimaan berjalan lancar dan tertib,” ujar Nur Jaya.






