Plt. Kabid Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kota Jayapura, Dr. Nur Jaya, S.Pd., M.KP. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Persiapkan generasi muda siap mengibarkan bendera pusaka di upacara kemerdekaan nasional 17 Agustus 2026.
• Transparan via tahapan/tes online; pendaftaran daring lewat aplikasi transparansi (bebas kecurangan).
• Pendidikan karakter (disiplin, kebersamaan, cinta tanah air).
BADAN Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jayapura, Provinsi Papua, menggelar sosialisasi perekrutan calon anggota Paskibraka 2026, yang dihadiri para pembina ekstrakurikuler Paskibraka dari 30 sekolah jenjang SMA dan SMK.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda yang siap mengibarkan bendera pusaka dalam upacara kemerdekaan nasional.
Paskibraka, singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, merupakan simbol kehormatan bangsa yang bertugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus.
Anggota Paskibraka dipilih melalui proses seleksi ketat untuk memastikan mereka memiliki integritas, disiplin, dan kemampuan fisik yang prima.
Tahun ini, perekrutan difokuskan pada calon anggota yang akan mewakili Kota Jayapura hingga di tingkat Provinsi Papua.
Plt. Kabid Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kota Jayapura, Dr. Nur Jaya, S.Pd., M.KP menekankan pentingnya persyaratan dan mekanisme perekrutan yang transparan.
“Tahun ini, perekrutan dilakukan melalui tahapan dan tes online, termasuk pendaftaran melalui aplikasi Transparansi Paskibraka. Pendaftaran online awal Meret 2026,” ujar Dr. Nur Jaya dalam rilisnya di Jayapura, Sabtu, 14 Februari 2026.
Menurutnya, proses seleksi dimulai dengan pendaftaran daring yang memungkinkan calon anggota dari berbagai sekolah untuk mendaftar secara mudah dan terbuka melalui https://paskibraka.bpip.go.id.
Aplikasi Transparansi Aplikasi ini dirancang untuk memastikan prosesnya bebas dari kecurangan, sehingga hanya kandidat terbaik yang terpilih.
Setelah pendaftaran, calon akan menjalani tes online yang mencakup penilaian wawasan kebangsaan, pengetahuan tentang sejarah Indonesia, serta kemampuan dasar dalam parade dan baris-berbaris.
Dr. Nur Jaya menjelaskan persyaratan umum meliputi usia antara 16 hingga 18 tahun, tinggi badan 170-180 cm untuk pria dan 165-175 cm untuk putri, serta kondisi kesehatan yang prima.
Selain itu, calon harus memiliki postur tubuh yang baik, kemampuan kesamaptaan tinggi, dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Kami harapkan yang lolos sebagai anggota Paskibraka yang nantinya 10 orang diusulkan ke tingkat provinsi adalah mereka yang benar-benar memiliki kompetensi wawasan kebangsaan,” ujar Dr. Nur Jaya.
Dr. Nur Jaya juga mengatakan Paskibraka bukan sekadar tugas seremonial, melainkan pendidikan karakter bagi generasi muda melalui latihan intensif, anggota belajar tentang disiplin, kebersamaan, dan cinta tanah air.
Dr. Nur Jaya menegaskan parade, baris-berbaris, kesamaptaan, dan postur tubuh yang memenuhi standar akan membuat anggota Paskibraka menjadi sangat baik dan mampu mengharumkan nama daerah.
“Ini kesempatan bagus untuk siswa belajar lebih dalam tentang kebangsaan. Saya berharap sekolah siap mendukung proses perekrutan ini,” ujar Dr. Nur Jaya.
Dr. Nur Jaya menambahkan perekrutan Paskibraka 2026 di Kota Jayapura diperkirakan akan berlangsung sebelum peringatan kemerdekaan di 2026, dengan tahap akhir meliputi tes utama tentang wawasan kebangsaan.
Sehingga, dari 30 sekolah yang hadir, diharapkan muncul kandidat-kandidat potensial yang siap mewakili Kota Jayapura.
Selain itu, Kesbangpol akan terus memantau proses untuk memastikan transparansi dan keadilan untuk menghasilkan anggota Paskibraka yang tidak hanya unggul dalam aspek fisik, tetapi juga dalam pemahaman nilai-nilai kebangsaan.
“Program ini merupakan bagian dari upaya membangun generasi muda yang tangguh dan berintegritas, memiliki karakter, wawasan kebangsaan, dan cinta tanah air,” ujar Dr. Nur Jaya.
(lrm)







