Kepala SMPN 9 Jayapura, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd membuka kompetisi lomba Sumpah Pemuda 2025 dengan menabuh Tifa. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Kompetisi lomba dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2025.
• Menumbuhkan semangat kepemudaan dan kecintaan terhadap nilai-nilai kebangsaan.
• Mendorong siswa aktif berkarya dan mengembangkan potensi diri sebagai generasi muda.
SEKOLAH Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menggelar kompetisi lomba dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang.
Mengusung tema “Saya Muda, Saya Berkarya, Saya Berjaya”, lomba yang berlangsung di halaman sekolah dari tanggal 23 s.d 27 Oktober 2025, diikuti seluruh siswa SMPN 9 Jayapura dengan antusiasme tinggi.
Kepala SMPN 9 Jayapura, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd mengatakan, kegiatan ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan semangat kepemudaan dan kecintaan terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Selain itu, tidak hanya untuk memperingati sejarah penting Sumpah Pemuda, tetapi juga untuk mendorong siswa supaya terus aktif berkarya dan mengembangkan potensi diri sebagai generasi muda yang siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.
“Dengan tema ‘Saya Muda, Saya Berkarya, Saya Berjaya’, kami ingin mengajak siswa untuk memahami betapa pentingnya peran pemuda dalam pembangunan, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri agar mereka dapat menjadi generasi yang tangguh, kreatif, dan unggul,” ujar Panjaitan di SMPN 9 Jayapura, Kamis, 23 Oktober 2025.
Kompetisi lomba yang berlangsung selama lima hari itu menampilkan berbagai cabang perlombaan, antara lain mini futsal, membaca cerpen (cerita pendek), baca puisi, komedi tunggal, menyanyi solo, tari kreasi, pidato bahasa Inggris.
Peserta lomba menunjukkan kreativitas dan kemampuan terbaik mereka dalam setiap kategori, seperti lomba baca puisi diisi dengan rentetan kata-kata menginspirasi yang menonjolkan semangat nasionalisme dan tantangan pemuda di era digital.
Sementara itu, lomba membaca cerita pendek menjadi wadah bagi siswa untuk menuangkan ide dan gagasan mereka tentang pentingnya persatuan dan kerja keras sebagai pemuda Indonesia.
Di bidang tari kreasi, para siswa menampilkan karya-karya yang berlatar belakang budaya Papua dan semangat persatuan Indonesia.
Sedangkan lomba komedi tunggal memberikan ruang bagi siswa untuk memperlihatkan inovasi alat sederhana yang mendukung aktivitas belajar dan keseharian.
Pelaksanaan lomba didukung penuh oleh guru-guru dan juga Komite Sekolah. Suasana lomba berjalan dengan penuh kegembiraan dan sportivitas.
Para siswa saling memberikan dukungan bukan hanya untuk teman satu sekolah, tetapi juga sebagai bagian dari usaha menjaga kebersamaan dan rasa persatuan.
Kompetisi ini juga menjadi sarana bagi siswa belajar disiplin, percaya diri, serta kerja sama tim, dan merasa punya tanggung jawab untuk berkarya dan memberikan yang terbaik sebagai generasi muda.
“Aktivitas seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa agar siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Panjaitan.
Panjaitan berharap agar semangat Sumpah Pemuda yang telah diwariskan oleh para pendahulu dapat terus dirasakan oleh generasi muda saat ini.
“Semoga melalui kompetisi ini, para siswa tidak hanya sekadar merayakan hari bersejarah, tapi juga benar-benar menginternalisasi nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, dan kita bisa lebih berjaya dan memberikan kontribusi nyata bagi Kota Jayapura,” ujar Panjaitan.
(ldr)






