Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd berama peserta dan narasumber kegiatan IHT foto bersama. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Refresh pencapaian 2025 dan adaptasi regulasi baru.
• Persiapan siswa berprestasi, dan perbaikan berkelanjutan pendidikan.
• IHT sebagai awal perbaikan strategis pendidikan di Kota Jayapura.
SEKOLAH Menengah Pertama Negeri 2 Jayapura, menyelenggarakan In House Training (IHT) untuk semester genap tahun ajaran 2025/2026, dengan fokus pada peningkatan kedisiplinan, kualitas administrasi, serta kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang efektif, inovatif, dan berbasis teknologi.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 14 s.d 15 Januari 2026 di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, dan diikuti seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai momentum penyegaran pengetahuan dan keterampilan.
Selain itu, inti dari IHT adalah untuk mempersiapkan langkah maju ke depan, sehingga sekolah dapat menghasilkan siswa-siswa berprestasi.
“Kami ingin guru dan staf tata usaha merefresh kembali hal-hal yang telah dilakukan pada tahun 2025, serta meninjau ulang apabila ada perubahan regulasi agar dapat diterapkan dengan baik,” ujar Enok.
Ia juga mengatakan IHT ini menghadirkan narasumber kompeten dari instansi terkait. Beatrix Ersye, Kasubag Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, membawakan materi tentang peningkatan kualitas administrasi dan tenaga kependidikan.
Dalam presentasinya, narasumber menyoroti pentingnya administrasi yang akurat dan efisien untuk mendukung proses pembelajaran.
“Administrasi yang baik adalah fondasi bagi sekolah yang berkualitas. Dengan teknologi, kita bisa mengoptimalkan sistem manajemen data siswa dan guru,” ujar Enok.
Sementara, Vyan Kobis, Staf Badan Kepengawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Jayapura, memberikan informasi terkini mengenai Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) dan regulasi terkait.
Ia menjelaskan perubahan-perubahan dalam kebijakan yang perlu dipahami oleh para guru untuk menghindari kesalahan dalam pengelolaan tunjangan.
“Regulasi TPP terus berkembang, dan penting bagi guru untuk selalu update agar hak-hak mereka terpenuhi,” ujar Enok.
Selain materi administrasi dan regulasi, pelatihan ini juga mengingatkan para guru untuk tetap mempertahankan tugas pokok mereka, yaitu mengajar dan membangun hubungan yang baik dengan siswa.
Enok menegaskan meskipun ada tuntutan administrasi, fokus utama tetap pada pengembangan siswa.
“Guru harus terus berkomitmen dalam mengajar dan berinteraksi dengan murid, karena itu yang akan menghasilkan generasi berprestasi,” ujar Enok.
Kegiatan ini juga mengangkat contoh program sekolah yang telah sukses, seperti Gala Siswa Indonesia (GSI), ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR), dan Pramuka.
Enok menjelaskan kegiatan-kegiatan ini tidak hanya meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa.
“Melalui GSI, siswa belajar tentang seni dan budaya, PMR mengajarkan kepedulian sosial; sedangkan Pramuka membangun disiplin dan kepemimpinan. Ini adalah langkah konkret untuk mencapai visi sekolah,” ujar Enok.
Enok berharap peserta IHT mengikuti sesi-sesi diskusi dan praktik dengan antusias, agar mendapat wawasan baru tentang teknologi dalam administrasi, yang bisa langsung diterapkan di kelas.
Sehingga, hasil dari kegiatan ini akan tercermin dalam peningkatan kualitas pembelajaran di semester genap, karena guru diajarkan penggunaan platform seperti Google Workspace untuk administrasi, aplikasi absensi berbasis QR code, dan tools inovatif untuk pembelajaran hybrid.
Selain itu, IHT ini juga menekankan disiplin waktu dan etos kerja karena guru yang disiplin akan melahirkan murid berprestasi, yang pada akhirnya mendukung pembangunan daerah.
“Ini bukan akhir, tapi awal untuk perbaikan berkelanjutan dan menjadi langkah strategis menuju pendidikan yang lebih baik di Kota Jayapura,” ujar Enok.
(ldr)






