Beranda / Ragam Berita / SMPN 2 Jayapura integrasikan pembelajaran mendalam dengan ekstrakurikuler

SMPN 2 Jayapura integrasikan pembelajaran mendalam dengan ekstrakurikuler

Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd. (TIFAPOS/La Ramah)


Ringkasan Berita

Pembelajaran mendalam menggabungkan kegiatan intrakurikuler dengan penguatan muatan lokal, keterampilan teknologi, dan prakarya.

Kegiatan ekstrakurikuler dirancang untuk mendukung pengembangan kreativitas, kepemimpinan, dan kolaborasi siswa di luar jam pelajaran, misalnya karate, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), sepakbola, dan pembelajaran Gasing.

Pendekatan pembelajaran mendalam menekankan pemahaman konsep secara mendalam, kompetensi, serta keterlibatan aktif siswa agar dapat menerapkan dan mentransfer pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata.

 

SEKOLAH Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, mengintegrasikan pembelajaran mendalam (deep learning) dengan kegiatan ekstrakurikuler untuk mendukung pengembangan keterampilan holistik siswa.

Pembelajaran mendalam di sekolah seperti ini menggabungkan kegiatan intrakurikuler yang fokus pada penguatan muatan lokal, keterampilan teknologi dan prakarya.

Serta penilaian formatif dengan kegiatan ekstrakurikuler sehingga siswa mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, dan kolaborasi di luar jam pelajaran.

Kombinasi ini menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan mendukung pertumbuhan menyeluruh siswa sesuai dengan visi pendidikan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Misalnya, dalam pembelajaran mendalam, ekstrakurikuler dapat mencakup pengembangan kolaborasi atau kerja sama yang mengajarkan kerjasama tim dan disiplin, seperti karate, Pramuka.

Selain itu, Palang Merah Remaja (PMR), sepakbola, pembelajaran Gasing, dan ekstrakurikuler pilihan masing-masing siswa khususnya yang terintegrasi dalam kurikulum.

Hal ini memberi kesempatan siswa untuk praktik langsung dan mengasah soft skills serta keterampilan abad 21 yang penting sehingga membentuk kolaborasi secara mendalam.

Pengintegrasian ini juga dapat diwujudkan dalam workshop dan pelatihan yang melibatkan guru untuk merancang pembelajaran yang komprehensif antara dalam kelas dan luar kelas.

“Ekstrakurikuler bukan hanya aktivitas penunjang, tetapi menjadi bagian integral dari strategi pembelajaran mendalam agar siswa mampu mengeksplorasi potensi, menggali minat, dan mengembangkan karakter secara holistik dan seimbang,” ujar Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd di Jayapura, Rabu, 10 September 2025.

Dia juga mengatakan, pendekatan pembelajaran mendalam adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konsep secara mendalam, penguasaan kompetensi, serta keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar.

Tujuannya agar siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu memahami, menerapkan, dan mentransfer pengetahuan dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Pendekatan ini menitikberatkan pada pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan melalui keterlibatan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

Selain itu, pembelajaran yang memberikan makna dan manfaat relevan dari materi yang dipelajari bagi kehidupan siswa. Keterlibatan sadar dan aktif siswa dalam belajar, dengan motivasi intrinsik dan strategi pengembangan diri yang mandiri.

Termasuk suasana belajar yang menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa secara emosional sehingga mereka menikmati proses belajar.

Tujuannya agar mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) seperti berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.

Membentuk profil lulusan dengan karakter utuh yang meliputi keimanan, kewargaan, kreativitas, kemandirian, dan komunikasi. Mendorong siswa untuk menghubungkan ilmu yang dipelajari dengan masalah kehidupan nyata.

Serta mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan yang tidak pasti dengan kemampuan adaptif dan inovatif, yang melibatkan sinergi antara guru, siswa, orang tua, dan lingkungan sekolah.

“Pembelajaran mendalam ini dirancang agar tidak hanya meningkatkan kemampuan akademis, tetapi juga membangun karakter, kemandirian, kreativitas, dan kesadaran sosial siswa sesuai prinsip pembelajaran mendalam yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan (BBM),” ujar Enok.

Enok menambahkan, integrasi pembelajaran mendalam ke kegiatan ekstrakurikuler, yaitu materi dan aktivitas disesuaikan dengan situasi nyata dan relevan dengan kehidupan siswa, menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah, proyek, atau kontekstual.

Siswa didorong untuk bereksperimen, berinovasi, dan menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata sambil mengasah keterampilan kolaborasi, kreativitas, dan berpikir kritis.

Kemudian dilakukan penilaian secara formatif dan berkelanjutan, menilai tidak hanya hasil akhir tapi juga proses berpikir, keterlibatan, dan refleksi siswa melalui observasi, catatan refleksi, kuis konseptual, atau diskusi kelas.

Selain itu, pengintegrasian materi dan pendekatan dalam kelas dengan kegiatan ekstrakurikuler untuk memperkuat pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan relevan.

Termasuk pemanfaatan teknologi yang dapat digunakan sebagai alat bantu memperkuat pengalaman belajar, baik dalam kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Sehingga pembelajaran mendalam tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga diperkuat oleh pengalaman signifikan di kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan holistik siswa.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *