Kepala SMP Negeri 1 Jayapura Purnama Sinaga bersama kolega. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, siap menyukseskan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada 9 s.d 12 September 2024.
Kesiapan itu dibuktikan dengan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana ANBK, seperti komputer, jaringan internet, listrik, dan kesiapan peserta didik serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
“Hari ini tim IT SMP 1 Jayapura mulai menyiapkan ruangan. Simulasi sudah kami ikuti,” ujar Kepala SMPN 1 Jayapura Purnama Sinaga di Jayapura, Sabtu (31/8/2024).
Purnama menjelaskan, ANBK alias Asesmen Nasional Berbasis Komputer hanya dapat dilaksanakan menggunakan komputer atau laptop disertai dengan jaringan internet.
Dilanjutkannya, keberadaan ANBK dinilai mampu memberikan informasi yang berguna untuk memantau bagaimana perkembangan mutu sekolah dari waktu ke waktu.
Bahkan, ANBK juga dapat digunakan untuk memantau adanya kesenjangan antar bagian yang terjadi di dalam sistem pendidikan.
Contohnya adalah kesenjangan antar kelompok sosial, antar satu peserta didik dengan peserta didik lain hingga kesenjangan antara satuan pendidikan.
“Jumlah siswa kami yang mengikuti ANBK sebanyak 45 orang dan terdapat lima siswa sebagai cadangan. Mereka adalah siswa kelas 8 yang dipilih secara random sampling atau acak melalui data pokok peserta didik. Saya berharap siswa yang terpilih dapat mengikuti ANBK dengan lancar tanpa ada kendala jaringan, listrik atau hal teknik lainnya. Dan yang terpenting adalah mereka tetap menjaga kesehatan agar dapat mengikuti ANBK sesuai jadwal,” ujarnya.
“Pelaksanaan ANBK bertujuan memperlihatkan apa yang semestinya menjadi tujuan utama sekolah, yaitu pengembangan kompetensi literasi numerasi dan karakter peserta didik, serta melihat iklim keamanan sekolah, iklim kebhinekaan, kualitas pembelajaran” ujarnya.
Selain itu, lanjut Purnama, ANBK juga bertujuan untuk pemetaan mutu sistem pendidikan di institusi sekolah. Hasil ANBK menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pendidikan di sekolah.
“ANBK bukan menentukan kelulusan tapi asesmen kompetensi minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar, yang bertujuan meningkatkan kualitas belajar mengajar, meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, dan menganalisis karakter,” ujar Purnama.
Dikutip dari laman Pusat Asesmen Pendidikan, ANBK adalah program untuk evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek yang biasanya diikuti oleh siswa SD kelas 5, siswa SMP kelas 8, dan siswa SMA, SMK kelas 11 sederajat.
Kemendikbud Ristek juga menjelaskan Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan peserta didik, namun hanya menjadi dasar dilakukannya perbaikan layanan, fasilitas, dan hal lain yang berkaitan dengan proses pembelajaran di sekolah.
Penilaian yang kemudian menjadi dasar kelulusan peserta didik merupakan kewenangan pendidikan dan satuan pendidikan di masing-masing jenjang pendidikan.






