Kepala SMP Al Ihsan Kotaraja, Sri Lestari, M.Pd. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id SMP Al Ihsan Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, menjadikan tahfiz Al-Qur’an sebagai program unggulan untuk membentuk generasi penghafal Al-Qur’an, yang tidak hanya hafal teks suci tetapi juga memahami makna dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Tahfiz Al-Qur’an adalah proses menghafal seluruh 30 juz dengan benar dan lancar, sekaligus menjaga dan memelihara hafalan tersebut agar tetap utuh sepanjang hidup.
Tahfiz bukan hanya sekadar menghafal, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan mengajarkan isi Al-Qur’an. Secara bahasa, tahfiz berasal dari kata yang berarti menjaga, memelihara, dan melindungi agar Al-Qur’an tetap murni dan tidak mengalami perubahan.
“Tahfiz Al-Qur’an adalah upaya sistematis untuk menghafal, menjaga, dan mengamalkan firman Allah yang terkandung dalam Al-Qur’an,” ujar Kepala SMP Al Ihsan Kotaraja, Sri Lestari, M.Pd di Jayapura, Selasa (29/4/2025).
Ia juga mengatakan, SMP Al Ihsan Kotaraja memperkuat program tahfiz, yaitu menjadikan tahfiz sebagai program unggulan yang fokus pada penghafalan Al-Qur’an secara bertahap, mulai dari surah pendek di juz 30, hingga surah panjang, dengan target hafalan minimal tiga juz hingga lulus (masing-masing satu juz).
Menggunakan tenaga pendidik yang berkompeten, seperti ustadz dan ustadzah, serta metode pengajaran yang interaktif dan menyenangkan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam menghafal Al-Qur’an.
Menyediakan fasilitas lengkap yang mendukung lingkungan belajar nyaman dan islami, termasuk perpustakaan Al-Qur’an dan masjid sekolah.
Mengintegrasikan program tahfiz dengan kurikulum pendidikan nasional dan pendidikan diniyah agar siswa tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pengetahuan agama yang mendalam.
“SMP Al Ihsan berupaya mencetak siswa hafidz yang berkualitas dan berkarakter unggul sesuai visi pendidikan mereka,” ujar Sri.
Ia juga mengatakan, program tahfidz di SMP Al Ihsan Kotaraja memastikan siswa menghafal Al-Qur’an dengan benar melalui pengajar berpengalaman dan berdedikasi memberikan bimbingan langsung kepada siswa untuk memastikan pelafalan dan hafalan ayat Al-Qur’an tepat dan sesuai kaidah.
Program dimulai dengan penguatan dasar membaca Al-Qur’an yang benar dan pelafalan yang tepat sebelum siswa mulai menghafal surah-surah pendek secara bertahap.
Guru-guru berperan sebagai mentor yang tidak hanya mengajarkan hafalan, tapi juga membantu siswa memahami makna ayat dan memberikan motivasi serta dukungan emosional selama proses menghafal.
Selain itu, evaluasi hafalan dilakukan secara berkala untuk memastikan siswa mempertahankan hafalan dan memperbaiki kesalahan, dengan sistem ujian tasmi’ dan muraja’ah (pengulangan hafalan) yang terstruktur.
Metode pembelajaran menghafal melibatkan teknik muroja’ah (pengulangan hafalan kepada guru) dan setoran hafalan secara rutin agar hafalan siswa terjaga kualitasnya.
Guru juga memotivasi siswa, memperbaiki tahsin (tata cara baca), dan bekerja sama dengan orang tua untuk mendukung proses hafalan di rumah.
“Melalui pendekatan terintegrasi ini, SMP Al Ihsan mampu memastikan siswa menghafal Al-Qur’an dengan benar dan berkualitas,” ujar Sri.
Sri menjelaskan, metode pengajaran yang digunakan dalam program tahfidz di SMP Al Ihsan Kotaraja adalah metode Talaqqi, yaitu guru membacakan ayat Al-Qur’an terlebih dahulu, kemudian siswa menirukan dan menghafal dengan bimbingan langsung untuk memastikan bacaan dan tajwid tepat.
Metode Setoran/Halaqoh, yaitu siswa menyetorkan hafalan kepada guru secara rutin dalam kelompok kecil atau halaqoh untuk evaluasi dan perbaikan.
Metode Tahsin (Sorogan), siswa membaca ayat di depan guru, yang kemudian memberikan koreksi pelafalan dan tajwid. Metode Talqin (Musyafahah), guru membaca ayat terlebih dahulu lalu siswa mengikuti secara langsung untuk melatih pelafalan yang benar.
Metode Membaca Berulang-ulang (Thariqatu Takriry al-Qiraati al-Juz’i), yaitu menghafal dengan pengulangan ayat secara terus-menerus agar hafalan kuat dan lancar.
Metode Muroja’ah, pengulangan hafalan lama secara berkala untuk menjaga kualitas hafalan. Metode Wahdah, digunakan sebagai pendekatan menghafal secara bertahap dan terstruktur.
“Metode-metode ini diterapkan secara terintegrasi dengan bimbingan intensif dari guru untuk memastikan siswa menghafal Al-Qur’an dengan benar dan sesuai kaidah tajwid,” ujar Sri.
Kesempatan tersebut, dikatakan Sri, prestasi siswa SMP Al Ihsan Kotaraja dalam program tahfidz yang sudah berjalan dua tahun terakhir, menunjukkan hasil yang positif dan kompetitif, meskipun data perbandingan langsung dengan sekolah lain masih terbatas.
SMP Al Ihsan menerapkan metode pembelajaran tahfidz yang terstruktur dengan evaluasi rutin dan dukungan intensif dari guru, sehingga siswa mampu mencapai target hafalan yang signifikan dan menjaga kualitas hafalan mereka.
Hasilnya, SMP Al Ihsan berhasil membangun program tahfidz yang efektif dengan dukungan guru dan metode yang tepat, sehingga prestasi siswa dalam menghafal Al-Qur’an cukup baik dan sejalan dengan standar sekolah tahfidz lain yang juga menonjolkan kualitas hafalan dan pembinaan karakter siswa.
Ia juga menekankan keuntungan siswa yang mengikuti program tahfidz di SMP Al Ihsan Kotaraja, yaitu mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya panduan hidup, sehingga terbentuk karakter dan akhlak mulia sejak dini.
Meningkatkan ketekunan, daya konsentrasi, dan disiplin melalui proses hafalan yang terstruktur dan menyenangkan. Mendapatkan pemahaman mendalam tentang makna dan tafsir ayat yang dihafal, sehingga mampu menghayati dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Memiliki fondasi moral yang kuat, seperti integritas, kejujuran, dan kasih sayang, yang membantu membentuk karakter positif. Mendapatkan pengaruh positif dalam masyarakat dengan menjadi contoh yang baik dan mendorong nilai etika, toleransi, dan persaudaraan.
Meningkatkan kecerdasan otak dan kemampuan mengingat, karena menghafal Al-Qur’an melatih daya ingat dan ketelitian. Merasakan ketenangan hati dan kedekatan dengan Allah, yang meningkatkan kesejahteraan spiritual dan mental.
Mendapatkan dukungan pembelajaran tahsin dan tahfidz dari guru berpengalaman, serta kesempatan mengikuti program yang terstruktur sesuai minat dan bakat.
“Program tahfidz di SMP Al Ihsan tidak hanya membekali siswa dengan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan kecerdasan spiritual yang kuat,” ujar Sri.
Untuk itu, dikatakan Sri, SMP Al Ihsan terus memotivasi siswa secara rutin, membimbing dan mendampingi siswa saat menyetorkan hafalan serta memberikan penghargaan atau apresiasi atas pencapaian hafalan siswa, sehingga siswa termotivasi untuk terus menghafal Al-Qur’an.
Selain itu, guru menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai panduan hidup sehingga siswa terdorong untuk istiqomah dalam menghafal dan muraja’ah.
Mengajarkan adab dan keberkahan menghafal Al-Qur’an agar siswa memahami nilai spiritual dari hafalan yang mereka lakukan. Mengatur waktu khusus untuk muroja’ah (pengulangan hafalan) secara teratur agar hafalan terjaga kualitasnya dan siswa merasa terbantu dalam proses belajar.
Menciptakan suasana belajar yang harmonis dan tidak menekan, dengan pendekatan yang menyenangkan agar siswa tidak merasa terbebani. Melibatkan orang tua dalam memberikan dorongan dan dukungan agar siswa termotivasi baik di sekolah maupun di rumah.
Menggunakan metode pengajaran yang variatif dan mudah dipahami sehingga siswa lebih semangat dalam menghafal. Pendekatan ini membuat siswa SMP Al Ihsan termotivasi secara konsisten untuk terus menghafal Al-Qur’an dengan benar dan penuh semangat.
“Program ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur serta diharapkan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah yang di SMP Al Ihsan Kotaraja,” ujar Sri.






