Murid SMKN 8 TIK Jayapura mengibarkan bendera Merah Putih dalam rangka perayaan Hari Kartini ke-147 tahun. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• SMKN 8 TIK Jayapura gelar upacara bendera peringatan Hari Kartini ke-147 tahun.
• Mencerminkan semangat emansipasi R.A. Kartini untuk hak pendidikan dan kesetaraan gender.
• Dorong perempuan aktif di TIK, komunikasi, dan layanan publik inklusif.
SEKOLAH Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Jayapura, Kota Jayapura, menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 tahun.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah pada Selasa, 21 April 2026 ini diikuti seluruh guru dan murid yang tampil kompak mengenakan pakaian adat masing-masing daerah mereka.
Tema Hari Kartini 2026, “Perempuan Berdaya: Akses Setara, Kepemimpinan Nyata, dan Layanan Publik Inklusif”, menjadi pengingat kuat bagi seluruh warga sekolah.
Tema ini mencerminkan semangat emansipasi yang digaungkan R.A. Kartini, pahlawan perempuan Indonesia yang memperjuangkan hak pendidikan dan kesetaraan gender.
Di tengah era digital seperti sekarang, SMKN 8 TIK Jayapura menekankan pentingnya perempuan aktif dalam teknologi informasi, komunikasi, dan layanan publik yang inklusif.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Martini Eta Ap, S.Pd., M.Pd mewakili Kepala Sekolah Yoseph Calvin Srem, S.Si., M.Si, menekankan agar murid SMKN 8 TIK Jayapura menanamkan nilai-nilai juang, semangat, tanggung jawab, dan disiplin yang tinggi.
“Ini adalah modal utama untuk mewujudkan perempuan berdaya seperti yang diimpikan Ibu Kartini,” ujar Martini.
Martini menambahkan, peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk membangun karakter generasi muda, diantaranya aktif dalam program kepemimpinan dan layanan publik.
“Kita lihat betapa perjuangan Kartini telah membuka jalan bagi perempuan, khususnya perempuan Papua untuk bersaing di bidang TIK. Murid kami diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang inklusif, dengan akses setara terhadap pendidikan dan peluang kerja,” ujar Martini.
Ia juga berharap agar semangat Hari Kartini mampu menular ke seluruh murid, sehingga mereka lebih bertanggung jawab dalam belajar dan berkontribusi bagi masyarakat Kota Jayapura.
Puncak kegiatan dimeriahkan dengan serangkaian lomba, seperti fashion show pakaian adat, yakni siswi memamerkan busana tradisional daerah mereka masing-masing. Tak ketinggalan, lomba pidato dan pembacaan puisi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi murid untuk terus berprestasi, khususnya dalam menghadapi tantangan digital dan pembangunan daerah.
(ldr)










