Kepala sekolah, guru, kepala bidang, pengawas pendidikan, dan asesor foto bersama sebelum pelaksanaan UKK di SMKN 8 TIK Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• UKK syarat kelulusan dan tolok ukur kesiapan kerja.
• UKK evaluasi pengajaran 3 tahun, bukan formalitas, tapi tolok ukur vokasi.
• Pastikan kompetensi industri, kontribusi pembangunan lokal, komitmen pemerintah daerah.
SMK Negeri 8 Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Jayapura menggelar Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) bagi murid kelas XII dari 11 s.d 25 Februari 2026.
Ujian ini melibatkan 54 peserta dari empat jurusan, yaitu Teknologi Komputer Jaringan (TKJ), Desain Komunikasi Visual (DKV), Rancangan Perangkat Lunak (RPL), dan Kimia Industri.
Kepala SMKN 8 TIK Jayapura, Yoseph Calvin Srem, S.Si., M.M, menegaskan UKK dirancang untuk memastikan setiap murid memiliki kompetensi jelas dan layak di industri.
“UKK menjadi salah satu syarat mutlak kelulusan sekaligus tolok ukur kesiapan lulusan memasuki dunia kerja,” ujar Yoseph di SMKN 8 TIK Jayapura, Rabu, 11 Februari 2026.
Yoseph menjelaskan, untuk jurusan TKJ, DKV, dan RPL, UKK dilaksanakan di laboratorium sekolah yang telah disiapkan dengan peralatan modern.
Siswa TKJ akan menunjukkan kemampuan mereka dalam instalasi jaringan, pemeliharaan sistem komputer, dan troubleshooting.
Sementara itu, murid DKV akan berkreasi dengan desain grafis dan komunikasi visual menggunakan software seperti Adobe Illustrator dan Photoshop.
Adapun murid RPL akan mengembangkan aplikasi perangkat lunak, mulai dari perencanaan hingga pengujian kode.
Berbeda dengan jurusan lainnya, UKK untuk Kimia Industri berlangsung di laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura.
Kolaborasi ini memungkinkan murid untuk menggunakan fasilitas yang lebih canggih, seperti alat-alat kimia analitik dan reaksi organik.
“Ini adalah kesempatan bagi murid untuk berinteraksi dengan lingkungan akademik yang lebih luas,” ujar Yoseph.
Yoseph berharap keterampilan murid harus tetap memiliki kompetensi yang jelas, tidak hanya teoritis tetapi juga praktis.
Selain itu, di era digital saat ini, lulusan SMKN 8 TIK Jayapura mampu berkontribusi di sektor teknologi informasi, desain kreatif, dan industri kimia, yang sedang berkembang pesat.
“Ujian akhir ini semakin dilengkapi dengan kompetensi yang layak untuk bekerja dan membuka lapangan kerja. Kami ingin murid tidak hanya lulus, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujar Yoseph.
Yoseph menambahkan, persiapan UKK telah dilakukan secara intensif sejak awal semester. Guru-guru di masing-masing jurusan telah memberikan pelatihan tambahan, simulasi ujian, dan bimbingan individu.
Di tengah persiapan ini, murid juga diingatkan tentang pentingnya etika dan keselamatan kerja.
Untuk jurusan Kimia Industri, misalnya, protokol keselamatan seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi prioritas.
Sementara itu, murid TKJ dan RPL harus memastikan keamanan data dan privasi dalam proyek mereka.
“Hasil UKK akan memberikan gambaran positif tentang kesiapan murid. Jika ada kekurangan, sekolah akan segera melakukan perbaikan kurikulum. Evaluasi ini penting untuk masa depan pendidikan di Kota Jayapura,” ujar Yoseph.
Salah satu peserta dari jurusan RPL, Maria, mengatakan UKK adalah kesempatan terakhir untuk membuktikan apa yang telah dipelajari.
“Saya siap untuk membuat aplikasi yang bermanfaat. Praktikum akan menantang, tapi itu membuat kami lebih percaya diri,” ujar Maria.
Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Batseba Itaar, S.Pd, menambahkan pembelajaran yang diterima murid selama tiga tahun di SMK harus dapat dipahami dan dipraktikkan dengan baik.
“Hasil UKK ini juga menjadi evaluasi bagi guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Ujian ini bukan sekadar formalitas, melainkan tolok ukur keberhasilan pendidikan vokasi,” ujar Itaar.
Selain itu, UKK ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.
Kota Jayapura, sebagai ibu kota Provinsi Papua, membutuhkan tenaga terampil di bidang TIK untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital dan industri lokal.
“Melalui UKK, kita memastikan bahwa lulusan SMK benar-benar kompeten,” ujar Itaar.
(lrm)








