Beranda / Ragam Berita / SMKN 8 TIK Jayapura fasilitasi murid sakit ikut USBK

SMKN 8 TIK Jayapura fasilitasi murid sakit ikut USBK

Irfan Keitetawa, murid kelas XII Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) sedang mengerjakan soal USBK. (TIFAPOS/Istimewa)

 

Ringkasan Berita

• SMKN 8 TIK Jayapura bekerja sama dengan perwakilan wali murid untuk mengantarkan soal USBK ke murid sakit di luar kota, memastikan hak pendidikan terpenuhi.

• Irfan Keitetawa (kelas XII DKV) sakit sejak Januari 2026, dirawat di Puskesmas Burmeso, Mamberamo Raya, bisa duduk tapi tak bisa jalan.

• Sejalan program Pemerintah Papua untuk akses pendidikan merata.

 

SEKOLAH Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Jayapura, menunjukkan komitmen kuat dalam memenuhi hak pendidikan muridnya.

Sekolah ini bekerja sama dengan perwakilan wali murid di Kota Jayapura untuk mengantarkan soal ujian kepada murid yang sedang sakit di luar kota.

Langkah ini diambil agar murid tetap bisa mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) yang menjadi syarat kelulusan.

Kepala SMKN 8 TIK Jayapura, Yoseph Calvin Srem, S.Si., M.M mengatakan, salah satu murid yang mendapat fasilitasi ini adalah Irfan Keitetawa, siswa kelas XII Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV).

Irfan telah sakit sejak Januari 2026 dan saat ini dirawat di Kabupaten Mamberamo Raya (Puskesmas Burmeso).

“Anaknya bisa duduk tapi tidak bisa jalan. Kami berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi haknya agar bisa mengikuti USBK,” ujar Yoseph melalui telepon di Jayapura, Senin, 2 Maret 2026.

Yoseph menekankan, USBK merupakan ujian wajib yang harus diikuti semua murid kelas XII sebagai bagian dari persyaratan kelulusan. USBK dijadwalkan berlangsung pada 9 s.d 13 Maret 2026.

Meski jadwal ujian belum berlangsung, upaya sekolah tetap dilakukan untuk memastikan Irfan tidak kehilangan kesempatan.

Proses pengantaran soal ujian dilakukan melalui perwakilan wali murid yang berada di Kota Jayapura, dengan pengawasan ketat sesuai prosedur.

Menurut Yoseph, kondisi Irfan yang tidak memungkinkan bepergian jauh menjadi tantangan utama.

“Kami koordinasikan dengan orang tua dan dinas terkait agar ujian tetap valid. Harapan kami, Irfan bisa lulus dengan baik dan melanjutkan cita-citanya di bidang DKV,” ujar Yoseph.

Langkah ini bukan yang pertama bagi SMKN 8 TIK Jayapura. Sekolah vokasi ini, yang fokus pada Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dikenal proaktif dalam mendukung murid bila sedang mengalami kendala ujian.

Fasilitas seperti ini sejalan dengan program Pemerintah Papua dalam meningkatkan akses pendidikan merata.

SMKN 8 TIK Jayapura sendiri berdiri sebagai salah satu SMK unggulan di Kota Jayapura. Dengan program keahlian seperti DKV, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Multimedia, sekolah ini telah melahirkan banyak lulusan siap kerja.

Pada USBK 2025, siswa SMKN 8 meraih rata-rata nilai di atas standar provinsi. Fasilitasi untuk Irfan diharapkan memperkuat reputasi sekolah dalam inklusivitas pendidikan.

Guru DKV juga berperan aktif, yang secara khusus mempersiapkan materi pembelajaran alternatif bagi Irfan selama sakit.

“Kami kirim modul digital dan lakukan konsultasi virtual. Ini bagian dari tanggung jawab moral kami sebagai pendidik,” ujar Yoseph.

“Kami doakan Irfan segera sembuh dan lulus dengan predikat terbaik. Ini bukti bahwa hak pendidikan tak boleh terhambat oleh kondisi fisik atau lokasi,” sambungnya.

Orang tua Irfan, melalui perwakilan, Wendi Boleba menyampaikan terima kasih atas dukungan sekolah dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan inovatif.

“Kami khawatir anak kehilangan hak ujiannya. Puji Tuhan, SMKN 8 sigap membantu. SMKN 8 TIK Jayapura patut diapresiasi atas inisiatifnya yang humanis ini,” ujar Boleba.

(lrm)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *