Kepala Sekolah SMKN 8 TIK Jayapura, Yoseph Calvin Srem, S.Si., M.M memantau pelaksanaan muridnya saat mengikuti USBK 2026. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• USBK mencakup Ujian Keterampilan Komputer (UKK) sebagai syarat mutlak kelulusan.
• Tolok ukur kesiapan lulusan vokasi memasuki dunia kerja/industri, selaras dengan Kurikulum Merdeka Belajar.
• Hasil ujian dievaluasi untuk perbaikan pengajaran (tambah praktikum, deepen mata pelajaran).
UJIAN Sekolah Berbasis Komputer (USBK) resmi digelar di SMK Negeri 8 Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Jayapura mulai 9 s.d 13 Maret 2026.
Sebanyak 54 siswa dari empat jurusan unggulan, seperti Teknologi Komputer Jaringan (TKJ), Desain Komunikasi Visual (DKV), Rancangan Perangkat Lunak (RPL), dan Kimia Industri (KI), mengikuti ujian ini secara daring menggunakan platform komputer.
Ujian ini menjadi penanda akhir perjalanan pendidikan vokasi mereka, sekaligus tolok ukur kesiapan menghadapi dunia industri.
Kepala Sekolah SMKN 8 TIK Jayapura, Yoseph Calvin Srem, S.Si., M.M menegaskan, USBK dirancang khusus untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang jelas dan layak di mata dunia kerja.
“USBK ini mencakup Ujian Keterampilan Komputer (UKK) yang menjadi syarat mutlak kelulusan. Ini bukan sekadar tes, tapi tolok ukur nyata kesiapan lulusan memasuki dunia kerja,” ujar Yoseph di SMKN 8 TIK Jayapura, Senin, 9 Maret 2026.
Menurut Yoseph, ujian ini menekankan aspek praktis yang selaras dengan kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan sejak tahun ajaran lalu.
Murid TKJ diuji kemampuan konfigurasi jaringan dan troubleshooting, DKV fokus pada desain grafis digital dan animasi, RPL menguji pemrograman aplikasi. Sementara Kimia Industri menilai proses produksi kimia skala laboratorium.
Semua dilakukan berbasis komputer untuk mensimulasikan lingkungan kerja modern, seperti di perusahaan teknologi atau industri manufaktur.
Pelaksanaan USBK berlangsung ketat dengan pengawasan guru dan tim proktor. Ruang ujian dilengkapi komputer berbasis Windows dan Linux, ditopang jaringan internet fiber optic sekolah.
“Kami pastikan tidak ada kendala teknis. Siswa sudah dilatih sejak awal semester,” ujar tambah Yoseph.
Hari pertama, siswa kelas XII terlihat antusias meski tegang, dengan doa bersama sebelum memulai.
Di tengah tantangan pendidikan vokasi di Papua, SMKN 8 TIK Jayapura menonjol sebagai salah satu pelopor. Sekolah ini telah melahirkan ratusan lulusan yang terserap di perusahaan seperti Telkomsel, Pertamina, dan startup digital lokal.
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura mencatat, tingkat absorpsi atau penyerapan kerja lulusan SMK vokasi mencapai 85% dalam enam bulan pasca-lulus, lebih tinggi dari rata-rata nasional 70%.
Yoseph menambahkan, ujian ini juga menjadi momentum evaluasi bagi guru.
“Hasil USBK akan kami analisis untuk perbaikan metode pengajaran. Jurusan mana yang perlu tambahan praktikum, atau mata pelajaran apa yang kurang mendalam, semuanya jadi masukan berharga,” ujar Yoseph.
Sekolah berharap nilai rata-rata kelas di atas 85, sehingga lulusan tak hanya banggakan orang tua, tapi juga jadi kebanggaan Papua di kancah nasional.
Selain itu, penyelenggaraan hingga 13 Maret, SMKN 8 TIK Jayapura optimis melahirkan generasi siap pakai di dunia kerja.
“Keberhasilan ini tak hanya ukur kompetensi murid, tapi juga komitmen sekolah membangun masa depan Papua yang kompetitif di era digital,” ujar Yoseph.
(ldr)







