Beranda / Ragam Berita / SMK Negeri 2 Jayapura penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha

SMK Negeri 2 Jayapura penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha

Kepala SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura Elia Waromi dan General Manager Grand Abe Hotel Jayapura Carya. (TIFAPOS/Ramah)

TIFAPOS.id – Penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha adalah upaya menyesuaikan kurikulum pendidikan terutama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Penyelarasan ini dilakukan agar kurikulum sesuai dengan kompetensi dan budaya kerja yang berlaku di dunia kerja,” ujar Kepala SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura Elia Waromi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyelarasan antara SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.

Dikatakan Elia, tujuannya agar lulusan SMK memiliki keterampilan dan etos kerja yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja, sehingga lulusan SMK bisa mudah terserap ke dunia usaha.

“Kegiatan ini merupakan program dari Kemdikbudristek Direktorat Vokasi/Kejuruan. Penyelerasan kurikulum atau kompetensi yang dibutuhkan hotel, seperti menyiapkan kamar dengan baik, memasak atau sesuai kompetensi di hotel,” ujarnya.

FGD sekaligus MoU dengan Grand Abe Hotel Jayapura, Swiss-bel Hotel Papua, Jayapura, Hotel Fox Jayapura, Suni Hotel Jayapura, PT Pelindo Jayapura di SMKN 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (5/9/2024) untuk mendiskusikan peran dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja di sekolah.

“Yang menjadi fokus dalam FGD ini adalah bidang perhotelan, magang siswa, magang guru, dan tenaga kerja. Untuk menyiapkan SDM kompetensi kerja harus melibatkan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja,” ujarnya.

Kepala SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura Elia Waromi dan Kepala Bidang SMA da SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Nur Jaya. (TIFAPOS/Ramah)

Elia menjelaskan, proses penyusunan kurikukum dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja bisa memberikan masukan tentang kompetensi apa saja yang dibutuhkan lulusan SMK.

Sementara, kegiatan pembelajaran, pihak dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja bisa menjadi narasumber atau menyediakan tempat untuk praktik kerja siswa (magang).

“Magang sekarang ini selama enam bulan tapi tergantung dengan hasil FGD ini, apakah bisa diperpanjang lagi atau tidak. 70 persen dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja mengambil bagian penting di sekolah karena tenaga kerjanya mereka yang akan pakai,” ujarnya.

Dengan adanya penyelasaran kurikukum, Elia berharap lulusan SMK khususnya di SMKN 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan bisa lebih siap untuk berkarir.

“Kami persiapkan dari semester 1 kelas X dan XI agar dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja sudah tahu kualitas siswa kami sambil magang. Kami harapkan dukungan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja untuk bersama-sama berperan aktif untuk siswa SMK,” ujarnya.

Elia menambahkan sebanyak 36 siswa disiapkan satu kelas untuk fokus pada minat dan bakat dari masing-masing siswa, agar saat selesai mereka sudah siap kerja.

“Kami dampingi skil, sikap, budaya kerja, perilaku, dan pengetahuan mereka agar mereka lebih siap bekerja,” ujarnya.

Focus Group Discussion (FGD) penyelarasan antara SMK Negeri dua Bisnis dan Manajemen Jayapura dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja. (TIFAPOS/Ramah)

General Manager Grand Abe Hotel Jayapura Carya menyambut baik penyelasaran kurikukum di SMK, dengan harapan saling melengkapi antara pekerja dan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.

“Suplai SDM sesuai kompetensi di bidang perhotelan masih sangat-sangat terbatas, sedangkan kebutuhan tinggi. Dengan kolaborasi ini, bisa saling melengkapi. Jadi, kami sangat mendukung agar menghasilkan SDM siswa SMK unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Kepala Bidang SMA da SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Nur Jaya mengatakan mengaku sangat mendukung penyelasaran kurikukum di SMK, karena merupakan program link dan match atau keterikatan dan kesemimbangan antara sekolah dengan dunia usaha.

“Dengan kerja sama ini, sekolah memberikan wadah kepada siswa untuk belajar di dunia kerja secara nyata setelah mendapatkan teori berupa pendidikan dan pelatihan di sekolah, maka mereka butuh tempat untuk bisa mengimplementasikan pengetahuan yang sudah didapatkan di sekokah,” ujarnya.

“Dari program link and match ini, dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja betul-betul berkotribusi terhadap pendidikan. Untuk SMK 2 Jayapura sudah dibuka jurusan perhotelan dan sudah memasuki tahun kedua, dan dinas pendidikan menberikan bantuan berupa ruang praktik,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *