Beranda / Ragam Berita / SMAN 7 Jayapura perkuat kompetensi guru dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan dan pembelajaran mendalam

SMAN 7 Jayapura perkuat kompetensi guru dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan dan pembelajaran mendalam

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd menyampaikan sambutan pada kegiatan IHT SMAN 7 Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

Pelatihan berfokus pada strategi pembelajaran student-centered, penyusunan perangkat pembelajaran, dan pengembangan metode mengajar inovatif dan efektif.

Program IHT melibatkan guru, kepala sekolah, dan pendidik untuk menyelaraskan pembelajaran mendalam dengan visi sekolah, yang menekankan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berkesadaran.

Menciptakan budaya belajar berkualitas dan berkelanjutan dengan guru sebagai agen transformasi pendidikan yang adaptif dan reflektif.

 

SEKOLAH Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, memperkuat kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan dan pembelajaran mendalam.

Salah satunya melalui in house training (IHT) atau pelatihan sebagai pendampingan yang terfokus pada strategi pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik termasuk dalam penyusunan perangkat pembelajaran, serta pengembangan metode pengajaran yang inovatif dan efektif.

Pelatihan pembelajaran berbasis deep learning di SMAN 7 Jayapura yang berlangsung di ruang kelas sekolah, pada tanggal 18 s.d 19 September 2025 untuk mendorong siswa aktif dan guru produktif dengan transformasi paradigma dari teacher-centered ke student-centered.

Pelatihan yang menghadirkan narasumber Kresencia Lesomar, S.Pd., M.Pd dan Tri Apniani, S.Pd., M.Hum ini, menekankan peran guru sebagai fasilitator yang membimbing siswa berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.

Selain itu, program pelatihan internal yang melibatkan guru, kepala sekolah, dan pendidik untuk menyelaraskan pendekatan pembelajaran mendalam dengan visi satuan pendidikan.

Pendekatan ini menekankan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, di mana guru harus memiliki kedalaman penguasaan materi agar bisa kreatif dalam menciptakan metode mengajar yang sesuai dengan situasi kelas masing-masing.

“Kegiatan IHT ini bertujuan menciptakan budaya belajar yang berkualitas dan berkelanjutan dengan guru sebagai agen transformasi pendidikan yang adaptif dan reflektif,” ujar Ketua panitia IHT SMAN 7 Jayapura, Yayan Sofyan, S.Pd., M.S.

Selain itu, menghasilkan paradigma pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta didukung oleh kebijakan pemerintah yang fokus pada pengembangan kapasitas guru.

Sehingga program ini menggabungkan pemahaman kebijakan pendidikan dan metode pembelajaran terkini untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan bagi siswa.

Setelah mengikuti IHT, evaluasi untuk mengukur dampak pelatihan terhadap peningkatan kompetensi dan perubahan perilaku kerja.

Evaluasi tersebut berupa survei kepuasan, tes pengetahuan, observasi di lapangan, atau perbandingan kinerja sebelum dan sesudah pelatihan. Ini membantu mengetahui apakah materi pelatihan telah relevan dan diterapkan dengan baik.

Selain itu, menerapkan ilmu dan keterampilan yang didapat dalam kegiatan sehari-hari di sekolah atau institusi pendidikan. Praktik langsung merupakan kunci agar pengetahuan tidak hilang dan bisa memberikan manfaat nyata.

Hasil pelatihan dengan rencana pengembangan karier, seperti mengikuti pelatihan lanjutan, mentoring, atau sertifikasi tambahan sehingga menjaga motivasi dan menjadikan pelatihan sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan

Mendapatkan masukan dari peserta pelatihan, atasan, ataupun rekan kerja tentang penerapan materi pelatihan dan hasil kinerja. Feedback menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelatihan berikutnya dan pengembangan diri secara terus-menerus

Serta target atau tujuan yang ingin dicapai setelah pelatihan, seperti peningkatan kualitas pengajaran atau pengembangan karakter siswa, serta mengevaluasi capaian dan area yang perlu diperbaiki secara berkala.

“Langkah-langkah ini memastikan pelatihan tidak hanya menjadi formalitas, tetapi berdampak nyata pada peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan serta mutu pembelajaran di sekolah,” ujar Plt. Kepala SMA Negeri 7 Jayapura, Parjan, S.Pd., M.Pd.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd mengharapkan IHT menjadi langkah nyata dalam menciptakan iklim belajar yang bermakna.

Sehingga guru dan tenaga kependidikan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori tetapi juga pengembangan karakter, keterampilan abad 21, dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Selain itu, diharapkan IHT menjadi sarana memperkuat pemahaman guru terkait kebijakan pendidikan, yang menekankan pada keterlibatan aktif siswa, penerapan pola pikir bertumbuh (growth mindset), serta pengembangan kreativitas dan refleksi pengetahuan.

“Saya berharap melalui IHT ini, guru dapat menjadi agen perubahan yang siap mencetak generasi bangsa yang tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga cerdas secara literasi dan keterampilan hidup,” ujar kepala dinas.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *