Kepala SMA Negeri 4 Jayapura Anton Djoko Martono. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Balai Bahasa Papua menggelar kegiatan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka kategori siswa periode Juni – November 2024.
Kegiatan ini dalam rangka mengukur kemahiran berbahasa penutur bahasa Indonesia diikuti peserta didik se-Papua, yang berlangsung secara daring atau online.
Kesempatan tersebut, empat siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, panen prestasi dengan penilaian sangat unggul.

Keempat siswa tersebut, yakni Komang Cistasari Damayanti Dena, Joan Rembrand Sembai, Petra Sean Azriel Christian Sinaga, Jeanny Vira Carlis Tahulending.
Kepala SMA Negeri 4 Jayapura Anton Djoko Martono mengapresiasi siswanya yang sudah meraih peringkat 1, 2, 3, dan 5 pada kegaitan UKBI Adaptif Merdeka.
Ia juga mengatakan dengan prestasi tersebut, memudahkan peserta didiknya masuk ke universitas, karena memegang sertfikat UKBI.
“Siswa kami ada 500 orang yang ikut lomba. Kategori sekolah, kami meraih peringkat tiga. Saya berharap seluruh peserta didik kami terus mengasah kemampuan berbahasa Indonesia agar terus mengukir pretasi,” ujarnya.

Kesempatan tersebut, Anton mengatakan UKBI merupakan kegiatan ektrakulikuler mempunyai peran yang sangat penting, karena siswa dapat bertambah wawasan mengenai mata pelajaran yang erat kaitannya dengan pelajaran di ruang kelas.
Melalui kegiatan ektrakulikuler siswa dapat menyalurkan bakat, minat, dan potensi yang dimiliki, sehingga banyak meraih prestasi diberbagai lomba baik tingkat kota, provinsi, dan nasional.
Kegiatan ajang talenta, bakat, dan kreativitas menjadi wahana aktualiasasi untuk prestasi peserta didik, sekaligus momentum menemukendali anak-anak berbakat di bidang kemampuan literasi.
“Kami mendukung sekali kegiatan ekstrakurikuler melalui pembinaan guru, sehingga peserta didik mampu berkembang dan meraih prestasi,” ujar Anton.

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 4 Jayapura Deuis Hiswari Supianti mengatakan, UKBI sebagai ajang tantangan berkarya dan berekspresi.
Ia juga mengatakan sebagai proses pembinaan prestasi secara berkelanjutan, dan turut andil dalam mengembangkan karakter peserta didik menuju profil pelajar Pancasila.
“Yang mengikuti UKBI kelas 10, 11, 12. Saya berharap siswa-siswi kami selalu semangat dan optimis agar dapat mengetahuai kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik,” ujar Deuis.






