Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd meresmikan kegiatan workshop pengimbasan ekstrakurikuler. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Perkuat kolaborasi antara sekolah, komite sekolah, orang tua, dan mitra kerja.
• Workshop pengimbasan ekstrakurikuler yang menyasar seluruh SMA di Kota Jayapura.
• Pelopor pertama di Kota Jayapura yang melaksanakan pengimbasan dana BOS Kinerja bakat minat.
SEKOLAH Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menjadi pelopor pertama di Kota Jayapura yang melaksanakan pengimbasan dana BOS Kinerja bakat minat.
Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd mengatakan, program ekstrakurikuler di sekolahnya didanai melalui BOS Kinerja bakat minat, yang diperoleh dari prestasi siswa di bidang ekstrakurikuler.
Tahun ini, SMAN 4 Jayapura telah mengirimkan 85 siswa berprestasi untuk mengikuti berbagai kegiatan kompetisi.
Program ini menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan bakat dan minat siswa, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, komite sekolah, orang tua, dan mitra kerja.
“Sinergi antar pihak tersebut menjadi kunci sukses dalam menyelenggarakan ekstrakurikuler yang berkualitas,” ujar Widya di SMAN 4 Jayapura, Jumat, 7 November 2025.
Terkait workshop pengimbasan ekstrakurikuler yang menyasar seluruh SMA di Kota Jayapura, dikatakan Widya, bertujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran mendalam dan delapan dimensi profil lulusan pada kurikulum merdeka.
Tema workshop yang berlangsung di aula SMAN 4 Jayapura, “Dari sekolah berprestasi menuju sekolah inspiratif pengen bahasan ekstra kurikuler berbasis dimensi profil lulusan”.
Kegiatan ini diharap mampu menjadi inspirasi bagi 26 SMA negeri dan swasta di Jayapura, khususnya dalam pengembangan program ekstrakurikuler.
SMAN 4 Jayapura membentuk tim khusus yang menangani 11 pembina ekstrakurikuler. Tim tersebut memaparkan berbagai materi yang meliputi latar belakang program, tantangan yang dihadapi, prestasi yang telah diraih, refleksi kegiatan, jadwal latihan, dan pengelolaan biaya.
Penataan ini bertujuan agar pembinaan ekstrakurikuler lebih terstruktur dan efektif.
Ragam ekstrakurikuler yang dikembangkan oleh SMAN 4 Jayapura juga merambah ke tingkat nasional.
Beberapa cabang ekstrakurikuler yang aktif dan berprestasi antara lain karate, cipta lagu, fotografi, debat bahasa Inggris, debat bahasa Indonesia, menyanyi solo, futsal, marching band, rohani Islam, serta olimpiade khusus karya ilmiah remaja di bidang sains.
“Keberhasilan siswa dalam berbagai bidang tersebut menjadi bukti nyata kualitas program ekstrakurikuler yang didukung dana BOS Kinerja bakat minat,” ujar Widya.
Plt. Kepala SMA Negeri 2 Jayapura, Lea Ansanay, S.Pd., M.Si, turut mengapresiasi pelaksanaan workshop pengimbasan ekstrakurikuler ini.
Ia menilai kegiatan tersebut menambah wawasan bagi sekolah-sekolah dalam mengelola dan mengembangkan bakat serta minat siswa sesuai dengan karakteristik profil lulusan yang diinginkan dalam kurikulum merdeka.
“Saya berharap setelah mengikuti pengimbangan ekstrakurikuler ini, dapat kami terapkan di sekolah kami agar bisa berprestasi,” ujar Ansanay.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd juga memberikan dukungan penuh terhadap aktivitas ini.
Ia berharap bahwa workshop yang mengedepankan pembelajaran mendalam dan delapan dimensi profil lulusan dapat menjadi model pengembangan sekolah berprestasi yang inspiratif di wilayah Jayapura.
“Adanya pengimbasan program yang sistematis dan kolaboratif, diharapkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan SMA di kota ini akan terus meningkat dan berdaya saing,” Rocky.
(ldr)








