Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Anton Djoko Martono, S.Pd., M.Pd memimpin workshop. (TIFAPOS.id/La Ramah)
TIFAPOS.id – SMAN 4 Jayapura menggelar workshop penulisan soal Ujian Sekolah Tahun Ajaran 2024/2025.
Kegiatan ini berlangsung di aula SMAN 4 Jayapura diikuti oleh guru dan dipimpin langsung Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Anton Djoko Martono, S.Pd., M.Pd.
“Tujuannya untuk mengingatkan sekaligus membuka wawasan Bapak/Ibu guru yang menyusun soal ujian,” ujar Anton.
Ia juga mengatakan, dalam workshop tersebut guru diingatkan tentang pemetaan, menyusun kisi-kisi hingga mendapatkan soal yang baik untuk pelaksanaan ujian.
Manfaat lainnya dari workshop penulisan soal Ujian Sekolah, yaitu peningkatan kompetensi guru untuk meningkatkan pemahaman tentang prinsip-prinsip penulisan soal yang baik, valid, dan reliabel.
Guru dapat memperdalam pemahaman tentang kurikulum yang berlaku, sehingga soal yang dibuat selaras dengan tujuan pembelajaran.
Membekali guru dengan keterampilan untuk menyusun soal yang mengukur kemampuan siswa secara komprehensif, mulai dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, hingga evaluasi (HOTS – Higher Order Thinking Skills).
Membantu menyamakan persepsi tentang standar soal ujian sekolah, sehingga penilaian menjadi lebih objektif dan adil.
“Dengan soal yang berkualitas, siswa dapat mempersiapkan diri lebih baik menghadapi Ujian Sekolah,” ujar Anton.
Ia juga mengatakan, hasil ujian sekolah yang didasarkan pada soal yang baik dapat memberikan informasi yang akurat tentang efektivitas pembelajaran, sehingga guru dapat melakukan perbaikan yang diperlukan.
Adapun aspek penting dalam workshop penulisan soal, yaitu materi harus mencakup prinsip-prinsip penulisan soal yang baik, taksonomi Bloom (atau revisinya), analisis butir soal, serta contoh-contoh soal yang berkualitas.
Workshop memberikan kesempatan kepada guru untuk praktik menulis soal dan mendapatkan umpan balik dari narasumber dan peserta lain.
“Dengan mengikuti workshop penulisan soal ujian sekolah, guru dapat meningkatkan kualitas soal ujian, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan,” ujar Anton.
Kesempatan tersebut, dikatakan Anton, langkah-langkah dalam proses penulisan soal ujian yang efektif, yaitu memahami kompetensi dasar (KD).
Serta, indikator pencapaian kompetensi (IPK) yang relevan dengan materi yang akan diujikan agar memastikan soal mengukur pencapaian kompetensi yang diharapkan.
Selain itu, kisi-kisi adalah matriks yang memuat informasi tentang materi, level kognitif (misalnya, C1-C6 dalam Taksonomi Bloom), bentuk soal, dan jumlah soal.
Tujuannya kisi-kisi membantu memastikan bahwa soal mencakup seluruh materi yang diujikan secara proporsional dan seimbang.
Rumuskan soal berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat. Perhatikan kaidah penulisan soal yang baik dan benar (misalnya, menggunakan bahasa yang jelas dan baku, menghindari jebakan).
Tentukan kunci jawaban yang paling tepat dan akurat, dengan menyusun pedoman penskoran yang jelas dan rinci untuk memastikan objektivitas dalam penilaian soal esai.
Kemudian, periksa apakah soal sesuai dengan materi yang diujikan, tidak mengandung kesalahan konsep, dan memiliki tingkat kesulitan yang sesuai.
Tujuannya agar soal dirumuskan dengan jelas dan tidak ambigu, menggunakan bahasa yang baku, dan memiliki format yang sesuai, mudah dipahami, tidak mengandung kesalahan tata bahasa, dan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa.
“Mintalah rekan guru untuk menelaah soal yang telah Anda buat. Perspektif orang lain dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah yang terlewatkan,” ujar Anton.
Kemudian, berdasarkan hasil telaah, lakukan revisi pada soal yang dianggap kurang baik. Perbaiki kesalahan materi, konstruksi, atau bahasa.
Analisis hasil uji coba untuk mengetahui tingkat kesulitan, daya beda, dan validitas soal. Berdasarkan hasil analisis butir soal, lakukan perbaikan akhir pada soal yang dianggap kurang baik.
Susun soal menjadi perangkat soal yang siap digunakan, mulai dari yang mudah hingga yang sulit, dan sesuai dengan jumlah peserta ujian.
“Saya berharap guru dapat menyusun soal ujian yang efektif, valid, dan reliabel. Soal yang baik akan menghasilkan penilaian yang akurat dan membantu meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Anton.






