Ketua Yayasan Gema Valentine Papua, Nerlince Wamuar Rollo, S.Pd., M.Pd foto bersama siswa SMA Unggulan Taruna Cenderawasih Jayapura usai memenangkan juara 1 pertandingan futsal tingkat SMA. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• SMA UTC Jayapura menunjukkan kualitas dan semangat tinggi dalam bidang ekstrakurikuler khususnya futsal.
• SMA UTC Jayapura merupakan sekolah swasta yang berada di bawah naungan Yayasan Gema Valentine Papua.
• Dukungan berkelanjutan dari pemerintah, yayasan, dan masyarakat, agar SMA UTC mampu melahirkan prestasi baik akademik maupun non-akademik.
SEKOLAH Menengah Atas Unggulan Taruna Cenderawasih (SMA UTC) Jayapura, Kota Jayapura, Papua, berhasil meraih juara 1 dalam kompetisi futsal tingkat SMA.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari bantuan operasional sekolah (BOS) kinerja, prestasi, dan pengimbasan ekstrakurikuler di SMA Negeri 4 Jayapura, yang berlangsung di Lapangan Futsal Wiguna Abepura, Kamis, 27 November 2025.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah yang baru berjalan selama enam bulan.
Meski masih sangat muda, SMA UTC menunjukkan kualitas dan semangat tinggi dalam bidang ekstrakurikuler khususnya futsal.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti kemampuan para siswa dalam olahraga, tetapi juga menegaskan posisi SMA UTC sebagai institusi pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa di berbagai bidang.
Plt. Kepala SMA UTC Jayapura, Anton Djoko Martono, S.Pd., M.Pd, menjelaskan seluruh peserta didik SMA UTC merupakan putra daerah asli Port Numbay (Kota Jayapura).
Sehingga, memberikan pengalaman positif dalam pengembangan sumber daya manusia lokal melalui pendidikan yang menyeluruh.
SMA UTC Jayapura merupakan sekolah swasta yang berada di bawah naungan Yayasan Gema Valentine Papua, dengan komitmen kuat untuk meningkatkan prestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
“Saat ini, jumlah siswa di SMA UTC mencapai 90 orang yang terbagi dalam tiga rombongan belajar,” ujar Anton ditemui di SMA UTC Jayapura, Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Jumat, 28 November 2025.
Dia juga mengatakan, siswa menjalani proses pembelajaran secara gratis tanpa biaya sama sekali, yang menjadi daya tarik dan kesempatan besar bagi masyarakat setempat untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa beban finansial.
Karena fasilitas gedung SMA UTC belum tersedia sepenuhnya, kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan di lingkungan SMP Negeri 10 Jayapura.
SMA UTC didukung oleh 15 tenaga pengajar yang profesional dan berdedikasi.
Para siswa tinggal di asrama yang menyewa rumah toko, di mana pengawasan dilakukan oleh Kodam XVII/Cenderawasih, demi menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar bagi para siswa.
Jarak antara asrama ke tempat sekolah sekitar 2 kilometer, dan sekolah berharap dukungan dari berbagai pemangku kepentingan atau instansi terkait agar bisa menyediakan kendaraan operasional untuk memudahkan akses siswa menuju sekolah.
Dari sisi pembiayaan, SMA UTC Jayapura telah menerima dana Bosda dari Pemerintah Kota Jayapura, yang membantu operasional sekolah.
Selain itu, sekolah juga berharap dapat memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada tahun 2026 agar dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas bagi siswa.
Anton berharap, keberhasilan SMA UTC dalam memenangkan kejuaraan futsal ini, menginspirasi perkembangan ekstrakurikuler di sekolah dan menunjukkan potensi besar yang dimiliki para siswa Papua.
Selain itu, dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah, yayasan, dan masyarakat, SMA UTC mampu melahirkan prestasi-prestasi gemilang baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Serta, menjadi contoh nyata kontribusi sekolah swasta dalam memajukan pendidikan di Kota Jayapura.
(ldr)








