Penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Jayapura dengan Yayasan Gema Valentine Papua tentang pelaksanaan pendidikan di SMA Unggulan Taruna Cenderawasih Tahun Ajaran 2025/2026. (TIFAPOS/Ist)
TIFAPOS.id SMA Unggulan Taruna Cenderawasih Jayapura, Papua, hadir untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan kepemimpinan melalui sistem pendidikan semi militer yang ketat dan terstruktur.
Sekolah ini tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda, sehingga menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan menjadi pemimpin masa depan bangsa.
Selain itu, untuk memperluas akses pendidikan berkualitas termasuk fokus pada pengembangan potensi siswa di bidang sains dan teknologi.
Keberadaan sekolah unggulan yang akan dibangun di atas lahan seluas 11 hektar di Koya Tengah, Distrik Muara Tami ini, berada di bawah naungan Yayasan Gema Valentine Papua yang sudah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jayapura.
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan mutu sumber daya manusia khususnya Port Numbay (Kota Jayapura), agar mampu bersaing secara nasional dan global, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan rekaman wawancara dari Humas Pemkot Jayapura, Ketua Yayasan Gema Valentine Papua, Nerlince Wamuar Rollo, mengatakan peserta didik di SMA Unggulan Taruna Cenderawasih Jayapura diutamakan anak-anak Port Numbay.
Untuk Tahun Ajaran 2025/2026 sementara menggunakan ruang kelas di SMP Negeri 10 Jayapura, dengan jumlah peserta didik 110 orang atau tiga kelas.
“Dukungan dana kampung dan pemda kota. Proses belajar mengajar didukung guru berpengalaman dan profesional. Kurikulum akademik 60% dan 40% fisik atau mental,” ujar ketua yayasan usai penandatanganan kerja sama di Kampung Waena, Distrik Heram, Rabu (25/6/2025).

Dijelaskan ketua yayasan, sekolah unggulan kedua di tanah Papua ini menerapkan sistem pendidikan semi-militer yang menekankan kedisiplinan, kepemimpinan, dan pembentukan karakter kuat bagi siswa.
Menggabungkan kurikulum nasional dengan program khusus yang melatih fisik, mental, dan intelektual siswa secara seimbang, termasuk pelajaran Kenusantaraan dan Bela Negara untuk menumbuhkan nasionalisme.
Proses seleksi yang sangat ketat memastikan hanya siswa dengan kemampuan akademik tinggi, fisik prima, dan karakter kuat yang diterima, menciptakan lingkungan belajar yang kompetitif dan inspiratif.
Fasilitas lengkap seperti asrama, laboratorium, dan lapangan olahraga serta pendampingan langsung dari TNI-AD mendukung pembentukan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab siswa.
“Keunggulan-keunggulan ini menjadikan SMA Unggulan Taruna Cenderawasih Jayapura sebagai model sekolah unggulan yang tidak hanya mengedepankan prestasi akademik, tetapi juga karakter, kepemimpinan, dan nasionalisme siswa,” ujar ketua yayasan.
Dia juga mengatakan, di SMA Unggulan Taruna Cenderawasih Jayapura siswa diajarkan kedisiplinan ketat dalam segala aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari tata tertib, kebersihan, hingga manajemen waktu, yang menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian.
Selain guru sebagai pengajar, juga berperan sebagai pembina karakter yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kerja sama, dan kepemimpinan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pelatihan militer.
Meski demikian, program ini dinilai berpotensi menciptakan kesenjangan baru antara sekolah unggulan dan sekolah reguler, karena adanya stigma negatif terhadap sekolah non-unggulan yang dianggap kurang bermutu.
Hal ini bisa menimbulkan labelisasi dan stigmatisasi di kalangan siswa dan masyarakat, yang berdampak pada sistem pendidikan nasional, karena dapat melahirkan hierarki dan dikotomi dalam sistem pendidikan, bertentangan dengan semangat pemerataan yang diamanatkan konstitusi.
Namun, Pemerintah Kota Jayapura dan Yayasan Gema Valentine Papua berupaya mengatasi hal ini dengan memberikan kuota dan beasiswa untuk siswa kurang mampu serta penguatan sekolah reguler secara paralel.
Program ini juga bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi dengan perguruan tinggi dan sektor industri, untuk mengurangi brain drain dan menciptakan jalur karir bagi lulusan.

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H mengharapkan para siswa yang lolos masuk di SMA Unggulan Taruna Cenderawasih Jayapura dapat menjadi panutan dan teladan bagi generasi muda lainnya di Kota Jayapura.
Dia menitipkan pesan agar mereka selalu menjaga integritas, disiplin, dan konsistensi dalam menempuh pendidikan di sekolah unggulan tersebut.
Selain itu, menegaskan bahwa keberhasilan masuk SMA Unggulan Taruna Cenderawasih Jayapura bukanlah akhir, melainkan awal perjuangan yang menuntut semangat dan fokus agar bisa melewati berbagai tantangan selama pendidikan.
Dia juga menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia berkualitas melalui pendidikan ini.
“Saya mengharapkan juga dukungan masyarakat terutama orang tua siswa agar anak-anak mereka bisa terus mempertahankan prestasi dan meraih cita-cita, dengan dukungan penuh dari pemerintah dan keluarga,” ujar wali kota.
Wali kota menambahkan, penandatanganan kesepakatan bersama yang disaksikan Plt Sekda Kota Jayapura, Evert Nicolas Merauje, S.Sos., M.Si.
Serta, Plt Kadisdikbud Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd dan tamu undangan yang hadir, menjadi komitmen nyata antara pemerintah dan yayasan pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.






