Beranda / Ragam Berita / SMA/SMK diharapkan membuat perencanaan yang valid dari raport pendidikan

SMA/SMK diharapkan membuat perencanaan yang valid dari raport pendidikan

Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd menutup kegiatan evaluasi raport pendidikan dan perencanaan berbasis data jenjang SMA/SMK 2025. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id  Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang SMA dan SMK, menggelar kegiatan evaluasi raport pendidikan dan perencanaan berbasis data guna meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, selama dua hari dari tanggal 29 s.d 30 April 2025, diikuti oleh kepala sekolah dan guru, dengan pemateri Penelaah Teknis Kebijakan BPMP Papua sekaligus pemateri, Kuswanto, S.Pd., M.Pd.

Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mengatakan setelah evaluasi, kepala sekolah dan guru bersama-sama merumuskan perencanaan berbasis data dari raport pendidikan.

Kepala sekolah bersama guru berdiskusi untuk mengidentifikasi, refleksi, dan benahi agar raport pendidikan lebih baik untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Raport pendidikan menggambarkan tentang kualitas pembelajaran, kompetensi guru, iklim sekolah, iklim kebhinekaan, kemampuan potensi dasar literasi dan moderasi.

“SMA/SMK membuat perencanaan yang valid dan akurat berbasis data dari rapor pendidikan agar data saling terintegrasi,” ujar Nur Jaya usai menutup kegiatan evaluasi raport pendidikan dan perencanaan berbasis data jenjang SMA/SMK, Rabu (30/4/2025).

Mewakili peserta kegiatan evaluasi raport pendidikan dan perencanaan berbasis data jenjang SMA/SMK, Kepala SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, Elia Waromi, S.Pd., M.Pd menyampaikan pesan dan kesan. (TIFAPOS/La Ramah)

Ia juga mengatakan rapor pendidikan adalah laporan evaluasi hasil belajar dan mutu pendidikan yang menyajikan data objektif dan terintegrasi dari berbagai sumber, seperti Asesmen Nasional dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Data ini mencerminkan kondisi input, proses, dan output pendidikan yang dapat digunakan sebagai dasar analisis dan perencanaan strategis sekolah.

Selain itu, perencanaan berbasis data (PBD) menggunakan rapor pendidikan memungkinkan sekolah merancang program dan kegiatan yang lebih terarah, efektif, dan sesuai kebutuhan nyata, bukan berdasarkan keinginan sesaat.

Hal ini juga membantu dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) sehingga anggaran dan program kerja lebih tepat sasaran dan dapat meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

SMA/SMK dapat menggunakan rapor pendidikan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, merefleksikan capaian, serta menyusun tindak lanjut perbaikan yang sistematis dan terukur demi peningkatan mutu layanan pendidikan.

Hal ini juga sesuai dengan regulasi dan kebijakan pemerintah terkait evaluasi sistem pendidikan dan perencanaan berbasis data.

Ia juga mengatakan, perbedaan utama antara perencanaan sebelumnya dan sekarang dengan menggunakan rapor pendidikan adalah perencanaan di sekolah cenderung berbasis keinginan atau asumsi kepala sekolah tanpa analisis data yang valid terlebih dahulu.

Evaluasi dan perencanaan sering bersifat administratif dan kurang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara konkret.

Sementara sekarang dengan raport pendidikan yaitu PBD menggunakan rapor pendidikan yang menyediakan data evaluasi mutu pendidikan secara objektif dan terintegrasi dari berbagai sumber seperti Asesmen Nasional dan Dapodik.

Rapor pendidikan menampilkan indikator capaian pendidikan yang mencakup input, proses, dan output pembelajaran, sehingga sekolah dapat mengidentifikasi masalah secara tepat, melakukan refleksi mendalam, dan merumuskan program perbaikan yang sesuai kebutuhan nyata sekolah.

Dengan rapor pendidikan, perencanaan menjadi lebih bermakna dan efektif, berorientasi pada peningkatan mutu hasil belajar dan layanan pendidikan, bukan hanya pemenuhan dokumen administrasi.

Sekolah tidak perlu menginput data berulang karena data diambil otomatis dari sistem yang sudah ada, sehingga perencanaan dan penganggaran menjadi lebih tepat sasaran dan akuntabel.

“Perencanaan kini bertransformasi dari proses berbasis asumsi dan administratif menjadi proses berbasis data valid yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara sistematis dan berkelanjutan,” ujar Nur Jaya.

Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp memberikan bingkisan kepada peserta yang aktif, rapi, dan datang paling awal. (TIFAPOS/La Ramah)

Ia juga mengatakan, setiap dimensi terdiri dari beberapa indikator yang mengukur capaian dan kondisi pendidikan secara menyeluruh, mulai dari kualitas guru, pengelolaan sekolah, proses pembelajaran, hasil belajar siswa, hingga pemerataan mutu pendidikan.

Indikator ini digunakan sebagai dasar refleksi dan perencanaan peningkatan mutu pendidikan di sekolah, dengan menggunakan raport pendidikan, yaitu sekolah mengakses data capaian indikator prioritas pada platform rapor pendidikan dan menggunakan filter (jenjang, jenis, status sekolah) untuk melihat capaian secara detail. Indikator yang bermasalah biasanya ditandai dengan skor rendah dan warna kolom merah atau kuning.

Melihat kartu indikator yang menunjukkan kategori capaian seperti baik, sedang, kurang, atau rendah, serta perubahan capaian dari tahun sebelumnya. Ini membantu menentukan prioritas masalah yang perlu diperbaiki.

Setelah menemukan indikator bermasalah, sekolah dapat membuka halaman akar masalah di platform untuk menganalisis faktor penyebab yang mempengaruhi capaian indikator tersebut. Hal ini membantu dalam menentukan fokus perbaikan yang tepat.

Dari indikator utama yang bermasalah, sekolah dapat menelusuri indikator atau dimensi lain yang terkait untuk menemukan akar masalah secara lebih rinci, indikator bermasalah yang sudah diidentifikasi kemudian dicatat dalam form khusus sebagai dasar penyusunan program perbaikan dan perencanaan berbasis data.

Tujuannya, sekolah dapat secara sistematis menemukan dan memprioritaskan indikator yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan mutu pendidikan secara efektif.

“Catatan dari evaluasi rapor pendidikan ini, yaitu iklim keamanan sekolah, seperti kondisi sekolah dan peserta didik, tenaga kependidikan, dan tenaga pendidik sehingga membangkitkan prestasi,” ujar Nur Jaya.

Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp foto bersama peserta kegiatan evaluasi raport pendidikan dan perencanaan berbasis data jenjang SMA/SMK. (TIFAPOS/La Ramah)

Mewakili peserta kegiatan evaluasi raport pendidikan dan perencanaan berbasis data jenjang SMA/SMK, Kepala SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, Elia Waromi, S.Pd., M.Pd, mengatakan kegiatan tersebut sangat penting.

Diantaranya, untuk peningkatan kualitas data seperti akurasi, penguatan tata sekolah, dan keterbaharuan data sebagai data perencanaan berkelanjutan.

Ia juga mengatakan kegiatan evaluasi rapor pendidikan dan perencanaan berbasis data menjadi instrumen kritis dalam mengidentifikasi dan mengatasi kesenjangan antarsekolah.

Seperti, membandingkan capaian indikator mutu (literasi, numerasi, iklim keamanan, kebinekaan) antara tahun berjalan dan sebelumnya untuk mengidentifikasi tren peningkatan/penurunan.

“Kunci keberhasilan terletak pada konsistensi dalam siklus perencanaan, implementasi, evaluasi yang terintegrasi dengan platform data terpusat,” ujar Waromi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *