Kepala SMA Mandala Trikora Jayapura, Ferdinand J. D. Assa didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Nur Jaya membuka kegiatan. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – In House Training (IHT) rapor pendidikan dan komunitas belajar program pengimbasan sekolah penggerak (PSP) SMA Mandala Trikora Jayapura mengimbas SMA El-Shaddai Jayapura dan SMA Satria Jayapura.
IHT pengimbasan program sekolah pengerak SMA Mandala Trikora Jayapura diisi dengan materi kebijakan bidang pendidikan, rapor pendidikan, perencanaan berbasis data, dan komunitas belajar.
“Kegiatan ini betujuan untuk membagikan ilmu dan belajar bersama dalam lingkup instansi pendidikan,” Kepala SMA Mandala Trikora Jayapura Ferdinand J. D. Assa di Hotel Fox Jayapura, Rabu (25/9/2024).
Dikatakan Ferdinand PSP merupakan salah satu upaya yang bertujuan agar transformasi pendidikan berlangsung lebih cepat dan merata ke semua sekolah.

“Kita memahami bahwa PSP merupakan katalis untuk merealisasikan visi pendidikan Indonesia yaitu mewujudkan profil pelajar Pancasila,” ujarnya.
Dikatakan Ferdinand, dengan program pengimbasan ini, sekolah dapat menerapkan implementasi kurikulum merdeka (IKM) belajar dengan baik.
“Setiap sekolah mempunyai keunikan dan ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh sekolah lain, dan setiap sekolah berpotensi untuk menjadi sekolah pengegrak di kemudian hari,” ujarnya.
Disinggung program rapor pendidikan, perencanaan berbasis data (PBD), dan kombel (komunitas belajar) dikatakan Ferdinand, rapor pendidikan menampilkan kondisi satuan pendidikan bersasarkan data dari hasil asesmen dan survei-survei nasional yang melibatkan satuan pendidikan dan daerah.

“Rapor pendidikan acuan dalam mengidentifikasi masalah, merefleksikan akarnya, dan membenahi kualitas pendidikan secara menyeluruh,” ujarnya.
Sementara komunitas belajar (kombel) adalah membantu mempercepat implementasi kurikulum merdeka, yang berdampak kepada hasil belajar peserta didik.
“Dalam kombel, guru saling berdiskusi tentang permasalahan pembelajaran, saling membantu menyusun perencanaan, melakukan refleksi, dan evaluasi,” ujarnya.
“Melalui aktivitas di dalam kombel, kompetensi guru meningkat yang juga secara otomatis berdampak pada hasil belajar peserta didik,” sambungnya.

Ferdinand menambahkan, perencanaan berbasis data (PBD) bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan pendidikan dan kualitas pembelajaran prestasi siswa.
“Adanya data yang valid, akurat, dan relevan sesuai dengan kondisi yang ada dan sesuai kebutuhan setiap satuan pendidikan serta penganggaran pendidikan yang berdasarkan pada data real atau nyata sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang tertuang dalam aplikasi rencana kegiatan dan anggaran sekolah (ARKAS),” ujarnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Nur Jaya mengatakan bagian transformasi pendidikan untuk pemerataan layanan pendidian baik GTK, siswa, dan digitalisasi.
“Pengimbasan untuk menciptakan ekositem belajar diseluruh satuan pendidian, seperti peningkatan SDM, pembelajaran kurikulum merdeka, digitalisasi sekolah, perencanaan berbasis data dari rapor pendidikan,” ujarnya.

Nur Jaya berharap melalui kegiatan program pengimbasan berdampak baik khususnya bagi SMA El-Shaddai Jayapura dan SMA Satria Jayapura, sehingga kualitas layanan pendidikan semakin baik.
“Pelayanan pendidikan menghasilkan siswa dan SDM berkualitas. Mari kita bertanggujawab dan berkolaborasi mewujudkan tujuan pendidikan di Kota Jayapura,” ujarnya.
Nur Jaya menambahkan dua program PSP, yakni peningkatan mutu internal PSP dan pengimbasan (empati, berbagi, dan berkolaborasi) guna menciptakan ekosistem belajar yang berkualitas di seluruh satuan pendidikan.
Kriteria pengimbasan PSP, dilanjutkannya, yakni indeks pendekatan pembelajaran, iklim keamanan sekolah, peningkatan skor pada indikator tertentu di rapor pendidikan.

“Tahapan pengimbasan mulai dari asesemen awal dan analisis rapor pendidikan. Tiga aktivitas utama program pengimbasan yaitu pelatihan (meningkatakan pemahaman dan berbagi praktik baikterkait, pengembangan SDM, KUR Merdeka, digitalisasi sekolah dan perencanaan berbasis data), penguatan Kombel serta endmpingan. Akhir proses adalah refleksi dari dinas, unit pelaksana teknis (UPT) dan satuan pendidikan (SP),” ujarnya.






