Peserta seleksi PPPK Kemenag Papua. (TIFAPOS/Istimewa)
TIFAPOS.id – Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Agama, fokus moderasi beragama.
Acara ini digelar di Kampus IAIN Fattahul Muluk Papua, Kota Jayapura, Selasa (17/12/24).
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua, Marwan Sileuw, mewakili Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, menekankan pentingnya kesiapan fisik dan rohani dalam menjalankan tugas di Papua.
Mengingat tantangan geografis dan sosial yang khas di wilayah tersebut, sehingga dibutuhkan komitmen agar meraih keberhasilan.

“Orang yang berjuang di Papua harus berpikir seratus kali. Namun, setelah merasakannya langsung, Papua ternyata tidak seperti yang dibayangkan atau ditayangkan di televisi. Di sini, kerukunan dan kedamaian sangat terasa,” ujar Marwan dalam rilisnya di Jayapura, Rabu (18/12/2024).
“Di sini, kita saling menghormati. Tidak ada yang risih mendengar azan atau suara lonceng gereja. Ini adalah bukti bahwa Papua adalah tanah moderasi beragama,” tegasnya.
Ia mengajak para peserta untuk percaya diri dalam menghadapi tantangan dan selalu bersandar kepada Tuhan.
“Bapak/Ibu adalah bagian dari kami. Bersama-sama, kita akan membangun Papua yang lebih baik,” tutupnya.
Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Muhammad Ali Ramdhani, menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam mengikuti proses seleksi.
“Kejujuran dan integritas adalah fondasi utama yang harus kita pegang dalam setiap tahapan seleksi, karena hanya dengan itu kita dapat membangun kepercayaan dan kredibilitas bersama,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, seleksi ini bertujuan untuk menjaring sumber daya manusia berkualitas yang mampu melayani masyarakat dengan profesional dan tanpa diskriminasi.
“Kita adalah pelayan bagi seluruh anak bangsa, tanpa membedakan suku, agama, bahasa, atau budaya. Kita harus memberikan layanan yang setara dan adil,” tegasnya.
Sekjen juga mengingatkan agar seluruh peserta mengikuti seleksi dengan baik, cermat, dan menjunjung tinggi integritas, karena sistem pengawasan ketat telah diterapkan melalui berbagai perangkat pemantauan.
“Kamera pengawas dipasang dari berbagai sisi, jadi hindari segala bentuk kecurangan. Jangan sampai ketidakjujuran menggugurkan kesempatan Anda,” tambahnya.

Kepala Tim Kepegawaian dan Hukum, Ruddy Rotty, menjelaskan bahwa SKTT ini dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2024 dengan dua sesi.
“Sesi pertama diikuti oleh 80 peserta, sementara sesi kedua diikuti oleh 10 peserta,” ungkapnya.
Seleksi kali ini, berfokus pada mata ujian terkait moderasi beragama. Ujian tersebut tidak hanya dilaksanakan di Jayapura, tetapi juga tersebar di 27 titik lokasi di seluruh Provinsi Papua.
“Kami berharap para calon PPPK dapat mengikuti ujian ini dengan baik. Ini adalah perjuangan terakhir mereka sebelum dinyatakan lulus,” ujarnya.
“Kami optimis para peserta akan memberikan yang terbaik agar bisa bergabung dengan ASN yang sudah ada dan turut berkontribusi dalam melayani masyarakat,” tutupnya.






