Panitia Kalam Kurus Expo melayani orang tua yang mendaftarkan anaknya. (TIFAPOS/Ramah)
Jayapura – Dalam rangka menarik minat anak didik baru, Sekolah Kristen Kalam Kudus Jayapura menggelar event Kalam Kudus Expo.
Kegiatan ini berlangsung di Mal Jayapura, Kota Jayapura, selama dua hari atau dari 31 Januari s.d 1 Februari 2025.
Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Jayapura, Herbert Lincoln, S.E, mengatakan event tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan informasi tentang pendidikan.
“Ini merupakan upaya sekolah-sekolah untuk memfasilitasi siswa dalam memilih jalur pendidikan yang tepat,” ujar Herbert.
Dijelaskan Herbert, orang tua yang mendaftarkan anaknya di event Kalam Kudus Expo, mendapatkan diskon 70%.
Misalnya, untuk uang pangkal siswa TK dan SD dari pendaftaran normal Rp13.000.000 menjadi Rp3.999.000.
Sementara, uang pangkal siswa SMP dan SMA dari pendaftaran normal Rp16.000.000 menjadi Rp8.888.000.
“Dalam rangka Imlek, kami ingin berbagai berkat kepada masyarakat. Supaya lebih banyak masyarakat yang sekokah di Kalam Kudus,” ujar Herbert.

Dikatakan Herbert, memperkenalkan sekolah kepada masyarakat secara luas merupakan langkah penting dalam meningkatkan citra positif sekolah.
Ia juga mengatakan, memperkenalkan sekolah kepada masyarakat untuk menarik minat calon siswa dan dukungan dari komunitas sekolah.
Selain itu, sekolah secara langsung mengundang calon siswa, orang tua dan masyarakat umum untuk melihat langsung fasilitas, program, dan kegiatan yang ditawarkan oleh sekolah.
Kesempatan tersebut, Herbert mengatakan SKKK Jayapura berkomitmen mewujudkan pendidikan berkualitas.
Ia juga mengatakan, SKKK Jayapura menjadi menjadi jembatan bagi peserta didik untuk meningkatkan kualitas belajar.
Selain itu, sekolah memiliki lingkungan yang aman dan nyaman sehingga siswa belajar lebih konsentrasi dengan baik, karena dilengkapi dengan sarana dan prasarana berbasis digital.
“Target penerimaan siswa baru tahun ajaran 1000 siswa baik TK, SD, SMP, SMA. Setelah mendaftar, tahap seleksi, dan wawancara,” ujar Herbert.






