Beranda / Ragam Berita / Siswa SMP Al-Ihsan Kotaraja diminta tetap mempelajari ilmu agama

Siswa SMP Al-Ihsan Kotaraja diminta tetap mempelajari ilmu agama

Kepala SMP Al Ihsan Kotaraja, Sri Lestari, M.Pd. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id – Siswa SMP Al Ihsan Kotaraja tetap menerapkan ilmu agama ketika melanjutkan ke jenjang SMA maupun SMK, karena pendidikan agama Islam (PAI) berperan penting dalam membentuk karakter, moral, dan keimanan yang kuat.

Hal itu disampaikan Kepala SMP Al Ihsan Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Sri Lestari, M.Pd, Senin (28/4/2025).

Ia juga mengatakan, hal-hal baik terutama ilmu agama yang sudah didapat tetap ditingkatkan karena dengan pemahaman agama yang baik, siswa lebih mudah mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, serta menjauhi hal-hal yang dilarang agama.

Pendidikan agama di SMP dan SMA juga membantu siswa mengembangkan kepribadian yang baik dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, sehingga mereka menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, kurikulum PAI di SMP dan SMA dirancang agar siswa dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Islam secara bertahap sesuai dengan tingkat pendidikan mereka.

Oleh karena itu, penerapan ilmu agama dari SMP ke SMA sangat penting untuk kesinambungan pembentukan karakter dan spiritual siswa agar tetap konsisten dalam menjalankan ajaran Islam di era modern.

Ia juga mengatakan, pembelajaran PAI di SMP AL Ihsan menggunakan metode diskusi, tanya jawab, debat, dan role-playing agar siswa aktif berpartisipasi dan berpikir kritis terhadap materi PAI.

Selain itu, memanfaatkan video, presentasi digital, dan alat peraga untuk membuat materi lebih menarik dan mudah dipahami sesuai gaya belajar siswa.

Guru memberikan perhatian khusus kepada siswa yang kesulitan atau kurang termotivasi sehingga siswa merasa diperhatikan dan termotivasi untuk belajar lebih baik.

Mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari agar siswa merasakan manfaat langsung dari pelajaran PAI, melibatkan orang tua dalam mendukung pendidikan agama agar nilai-nilai agama dapat diaplikasikan secara konsisten di rumah dan sekolah.

Mendorong siswa untuk aktif mencari tahu dan memecahkan masalah dalam konteks agama sehingga minat dan rasa percaya diri meningkat.

Memberikan motivasi dan penghargaan: Memberikan dorongan dan penghargaan atas prestasi belajar PAI untuk meningkatkan semangat siswa.

“Strategi-strategi ini telah terbukti efektif meningkatkan keaktifan, motivasi, dan hasil belajar siswa dalam pendidikan agama Islam,” ujar Sri.

Agar siswa tetap mempertahankan ilmu agama, dikatakan Sri, melaksanakan ibadah secara rutin seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdoa untuk menjaga hubungan dengan Allah dan memperkuat keimanan.

Menerapkan pendidikan agama yang inklusif dan menghargai keragaman, sehingga siswa dapat memahami nilai-nilai moral dan etika agama dengan baik.

Guru meningkatkan kualitas pengajaran agama melalui ceramah mingguan, diskusi, tanya jawab, dan praktik ibadah langsung agar siswa lebih memahami dan mengamalkan ilmu agama.

Menanamkan adab menuntut ilmu seperti ikhlas, sabar, rendah hati, menghormati ulama, mengulang pelajaran, dan berteman dengan orang saleh untuk menjaga semangat belajar agama.

Memperbaiki niat belajar agama semata-mata untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat, memilih guru yang baik, dan menjaga diri dari maksiat agar ilmu yang didapat berkah dan bermanfaat.

Mengadakan kegiatan keagamaan berkala di sekolah seperti pengajian, peringatan hari besar Islam, dan Ramadhan Center untuk memperkuat pengalaman beragama siswa.

“Dengan kombinasi pembiasaan ibadah, pendidikan agama yang baik, pembinaan karakter, dan lingkungan yang mendukung, siswa dapat mempertahankan dan mengamalkan ilmu agama secara konsisten dalam kehidupannya sehari-hari,” ujar Sri.

Ia juga mengatakan, SMP Al Ihsan Kotaraja, memperkenalkan metode pembelajaran yang variatif dan interaktif seperti metode jigsaw, diskusi terbuka, dan penggunaan media pembelajaran digital seperti video, animasi, dan permainan edukatif untuk membuat pelajaran agama lebih menarik dan mudah dipahami.

Mengintegrasikan kegiatan keagamaan dalam rutinitas sekolah, seperti doa bersama, shalat berjamaah, dan pembiasaan membaca Al-Qur’an setiap pagi.

Optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan seperti ROHIS yang rutin mengadakan kajian, latihan ibadah, dan peringatan hari besar Islam untuk menanamkan nilai-nilai agama secara mendalam.

Menyelenggarakan festival agama dan kegiatan yang merayakan keragaman agama guna memperkaya pemahaman siswa tentang praktik dan nilai-nilai keagamaan.

Pembinaan karakter yang terintegrasi dengan ajaran agama serta mengajak partisipasi aktif orang tua dalam kegiatan keagamaan di sekolah.

Memberikan teladan sikap religius, motivasi, dan pembiasaan positif agar siswa terbiasa mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Inovasi-inovasi ini membantu guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan relevan dengan perkembangan zaman sehingga kesadaran beragama siswa dapat tumbuh lebih optimal,” ujar Sri.

Sri berharap, orang tua siswa-siswi SMP Al Ihsan Kotaraja memainkan perannya agar siswa tetap mempelajari ilmu agama, terutama sebagai pendidik pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai spiritual, moral, dan keagamaan sejak dini.

Seperti, menanamkan keimanan dan mendidik anak agar taat menjalankan agama melalui keteladanan dan bimbingan langsung.

Perhatian, kasih sayang, dan motivasi agar anak semangat belajar agama, misalnya dengan mendampingi belajar Al-Qur’an, mengajarkan tata cara shalat, dan memberikan reward atas prestasi keagamaan.

Mengawasi lingkungan anak agar tidak terpengaruh negatif dari teman sebaya atau lingkungan luar yang dapat menghambat pendidikan agama, memanfaatkan teknologi dan media digital secara positif sebagai sarana pembelajaran agama yang interaktif di era modern.

Selain itu, metode pembiasaan, nasihat, dan hukuman yang sesuai untuk membentuk karakter dan moral anak berdasarkan ajaran agama, apalagi siswa SMP Al Ihsan memiliki semangat belajar tinggi.

“Dengan keterlibatan aktif dan konsisten, orang tua dapat memastikan nilai-nilai agama menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari anak sehingga pembelajaran agama tetap berjalan baik di tengah tantangan zaman modern,” ujar Sri.

Siswa-siswi SMP Al Ihsan Kotaraja saat mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Jenjang Tahun Pelajaran 2024/2025. (TIFAPOS/La Ramah)

Terkait pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang SMP Tahun Pelajaran 2024/2025, yang berlangsung dari 24 s.d 30 April 2025 di SMP Al Ihsan Kotaraja berlangsung lancar.

Sebanyak 101 peserta didik kelas 9 mengikuti asesmen guna menilai hasil belajar dari kelas 7 dan 8. Asesmen ini dilaksanakan secara daring dengan aplikasi CBT yang bisa diakses melalui komputer, laptop, atau perangkat Android.

“Kami sudah sosialisasi kepada orang tua dan siswa juga mengadakan pengayaan atau pemantapan materi yang diujikan, doa dan zikir diikuti orang tua, guru, dan siswa,” ujar Sri.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *