Kepala SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura, Cornelia Ragainaga, S.Pd., M.Pd menyampaikan sambutan pada peluncuran perusahaan Astranova SC. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Memberdayakan generasi muda agar siap menghadapi tantangan masa depan dan menjadi pemimpin perubahan.
• Lomba Prestasi Junior Indonesia menjadi platform untuk menunjukkan potensi kewirausahaan dan inovasi siswa.
• Mempersiapkan siswa untuk dunia kerja yang kompetitif.
SEKOLAH Menengah Atas (SMA) YPPK Teruna Bakti Jayapura, Kota Jayapura, sebagai wakil Provinsi Papua, berpartisipasi dalam lomba Prestasi Junior Indonesia di Jakarta.
Para siswa membawa inovasi kreatif berupa olahan ampas kopi dan sagu, serta produk planner dari perusahaan siswa Astranova Student Conpany, yang siap bersaing di tingkat nasional.
Lomba Prestasi Junior Indonesia merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan untuk mendorong kreativitas siswa di seluruh Indonesia.
Kepala SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura, Cornelia Ragainaga, S.Pd., M.Pd, menekankan partisipasi ini merupakan inisiatif inovatif untuk memberdayakan generasi muda khususnya kepada peserta didiknya.
“Kami ingin membentuk siswa-siswi yang siap menghadapi tantangan masa depan, hidup sejahtera, dan memimpin perubahan,” ujar Ragainaga di SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura usai peluncuran perusahaan Astranova SC, Rabu, 10 Desember 2025.
Ia juga mengatakan, jika siswanya berhasil meraih juara di tingkat nasional mereka akan maju ke lomba tingkat internasional yang akan memberikan pengakuan lebih luas.
Selain itu, Astranova SC tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga melibatkan siswa dalam aspek pemasaran dan keuangan, sehingga siswa belajar tentang rantai pasok, analisis pasar, dan pengelolaan risiko bisnis.
Di era digital saat ini, produk planner Astranova SC yang terintegrasi dengan barcode memungkinkan akses mudah melalui aplikasi, menjadikannya relevan dengan kebutuhan generasi Z.
Serta, inovasi olahan ampas kopi dan sagu, misalnya, memanfaatkan sumber daya lokal Papua yang kaya akan sagu, sekaligus mengurangi limbah kopi yang sering terbuang.
Sehingga, tidak hanya berkontribusi pada ekonomi berkelanjutan, tetapi juga mendidik siswa tentang pentingnya inovasi hijau.
“Ini mempersiapkan pemuda untuk menghadapi dunia kerja yang kompetitif,” ujar Ragainaga.
CEO Astranova SC, Angelika Bridget Thio, siswi kelas X SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura, mengatakan lomba ini menjadi platform untuk menunjukkan potensi dalam bidang kewirausahaan dan inovasi.
Angelika menjelaskan, olahan ampas kopi dan sagu yang diinovasikan menjadi produk bernilai tambah, seperti bahan baku untuk makanan sehat atau bahan dasar industri kecil.
Sementara, produk planner yang diproduksi oleh Astranova SC, sebuah perusahaan simulasi bisnis yang melibatkan siswa secara langsung.
Astranova SC, yang dikenal sebagai “perusahaan siswa”, menawarkan berbagai jenis buku agenda yang dirancang untuk mengatur jadwal, keuangan, dan produktivitas.
Produk ini mencakup bullet journal untuk pencatatan harian yang fleksibel, health and fitness planner untuk melacak kesehatan dan olahraga, serta financial planner untuk manajemen keuangan pribadi.
Tidak ketinggalan, work planner untuk produktivitas kerja, personal/life planner untuk perencanaan hidup, dan digital planner yang dapat diakses melalui barcode untuk kemudahan penggunaan.
Jenis planner lainnya termasuk traveler’s journal untuk catatan perjalanan, ring bound planner yang dapat dibuka lebar, book bound planner dengan desain klasik, dan spiral bound planner yang praktis.
Semua produk ini diproduksi oleh siswa sendiri, mulai dari desain hingga pemasaran, memberikan pengalaman simulasi dunia bisnis nyata.
“Ini adalah wadah bagi kami untuk belajar mengelola bisnis, dari produksi hingga keuangan,” ujar Angelika.
(ldr)







