Wali kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H audiensi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso terkait revitalisasi pasar tradisional. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Pertemuan ini menandai langkah penting dalam penguatan sektor perdagangan di Kota Jayapura.
• Salah satu agenda utama adalah rencana pembangunan dan revitalisasi Pasar Youtefa.
• Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
WALI KOTA Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H., didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) audiensi resmi dengan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, di Kantor Kementerian Perdagangan RI, Jakarta, Senin, 24 November 2025.
Pertemuan ini menandai langkah penting dalam penguatan sektor perdagangan di Kota Jayapura, serta penyerahan proposal pengembangan perdagangan oleh pemerintah daerah kepada kementerian.
Dalam pertemuan tersebut, wali kota dalam rilisnya memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah menjadi fokus Pemerintah Kota Jayapura.
Salah satu agenda utama adalah rencana pembangunan dan revitalisasi Pasar Youtefa, yang selama ini menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
Revitalisasi pasar tradisional ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 18 September 2025, ketika usulan pengembangan pasar tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Jayapura.
Pemkot Jayapura berharap mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan agar revitalisasi Pasar Youtefa dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana.
“Pertemuan ini dapat memberikan dampak positif signifikan demi peningkatan ekonomi masyarakat di Jayapura melalui peningkatan pelayanan dan penataan ulang fasilitas pasar,” ujar wali kota.
Wali kota juga menegaskan bahwa revitalisasi Pasar Youtefa bukan hanya soal infrastruktur, tapi sebuah upaya strategis guna meningkatkan kenyamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, peningkatan fasilitas pasar juga membuka peluang usaha yang lebih luas bagi UMKM, sekaligus memperkuat perekonomian lokal.
Sehingga, kerja sama yang sinergis antara pemerintah pusat dan daerah, percepatan pembenahan sektor perdagangan dapat direalisasikan dengan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Keterlibatan aktif pemerintah pusat memberikan optimisme bahwa sektor perdagangan di Jayapura akan semakin berkembang dan berdaya saing di masa depan,” ujar wali kota.
Wali kota menambahkan, melalui kolaborasi ini, pembangunan sektor perdagangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Serta, mengembangkan pasar tradisional yang representatif serta merevitalisasi infrastruktur perdagangan menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun Kota Jayapura yang lebih maju dan mandiri secara ekonomi.
Kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso, menyambut positif inisiatif Pemerintah Kota Jayapura.
Ia memaparkan beberapa program strategis nasional yang tengah menjadi fokus di kementerian, antara lain pengamanan pasar dalam negeri dengan memperkuat distribusi barang dan stabilisasi harga kebutuhan pokok, serta perluasan pasar ekspor untuk meningkatkan daya saing produk nasional di pasar internasional.
Salah satu program unggulan, UMKM Bisa Ekspor, juga menjadi sorotan karena bertujuan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu menembus pasar global dengan kualitas produk yang lebih baik dan pendampingan teknis.
Menteri Budi menyatakan komitmen kementerian untuk menindaklanjuti proposal dari Pemkot Jayapura sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia mengapresiasi langkah proaktif daerah dalam membangun sektor perdagangan, khususnya dalam menghadirkan fasilitas pasar yang lebih representatif dan modern agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
“Audiensi ini menandai momentum penting dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kota Jayapura dan Kementerian Perdagangan RI untuk mendukung pembangunan ekonomi di wilayah Kota Jayapura,” ujar Menteri Budi.
(ldr)








