Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Samuel Toba, S.So menyampaikan sambutan pada kegiatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 tahun 2025. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan berita
• Komitmen memberikan pelayanan prima secara manual dan digital.
• Mendukung lingkungan binaan kondusif bagi karakter dan kemandirian sosial.
• Mencerminkan tekad dan dedikasi pelayanan publik dalam semangat kebangsaan.
RABU, 19 November 2025, aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura dipenuhi suasana khidmat menyambut Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang pertama.
Acara tasyakuran ini dihadiri seluruh pegawai imigrasi, jajaran Forkopimda Papua, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.
Tema yang diusung tahun ini “Satu langkah, satu semangat, satu pengabdian untuk bangsa,” menggambarkan tekad dan dedikasi servis publik yang menyatu dalam semangat kebangsaan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Samuel Toba, S.So, mengatakan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Ia menegaskan, termotivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik, baik secara manual maupun digital khususnya di perbatasan negara antara Republik Indonesia dan Papua Nugini, demi menjaga keamanan sekaligus mempermudah akses masyarakat di wilayah perbatasan.
“Pelayanan itu bukan sekadar tugas, melainkan wujud pengabdian nyata kepada daerah dan bangsa yang harus terus dijaga dengan penuh semangat,” ujar Samuel.
Dia juga menegaskan, teknologi digital menjadi salah satu fokus utama dalam peningkatan pelayanan, mengingat perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Selain itu, inovasi pelayanan digital tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan imigrasi tanpa harus datang langsung ke kantor, memperkuat layanan terpadu yang responsif dan efisien.
“Semangat “Satu langkah, satu semangat, satu pengabdian untuk bangsa” bukan hanya slogan, melainkan sebuah panggilan bagi seluruh insan imigrasi dan pemasyarakatan untuk bekerja lebih baik demi kepentingan masyarakat dan negara,” ujar Samuel.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Papua, Herman Mulawarman, juga berkomitmen memberikan pernyataan terkait upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga binaan.
Ia menegaskan, dalam konteks pemasyarakatan, pelayanan yang baik dianggap sebagai faktor kunci dalam mengoptimalkan fungsi rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Selain itu, pihaknya berupaya terus memperbaiki sistem pelayanan, termasuk pengembangan layanan kunjungan yang terintegrasi di tempat pemasyarakatan tingkat Kota Jayapura.
“Peningkatan layanan kunjungan ini bertujuan untuk memberikan akses yang lebih mudah dan nyaman bagi keluarga warga binaan serta membantu memperkuat hubungan sosial sebagai salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan,” ujar Herman.
“Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 tahun 2025 menjadi tonggak penting yang akan diingat sebagai awal langkah baru penuh energi dalam pengabdian untuk bangsa dan tanah air,” sambungnya.
Herman menambahkan, pelayanan prima dapat mendukung terciptanya lingkungan binaan yang kondusif untuk pembinaan karakter dan kemandirian sosial.
Sehingga, dengan perpaduan pelayanan manual dan digital, serta perhatian khusus terhadap warga binaan, kedua instansi utama ini terus mengukir prestasi demi Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.
“Melalui momentum ini, diharapkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dapat semakin dekat dengan masyarakat, memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional, dan menjaga kedaulatan serta keamanan negara di wilayah perbatasan Papua dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Herman.
Acara tasyakuran Hari Bakti ini juga diisi dengan berbagai kegiatan seremonial, seperti pemotongan nasi tumpeng dan kue ulang tahun.
(ldr)









