Calon Gubernur Papua Periode 2024-2029 Komjen Pol (Pur) Paulus Waterpauw bersama kolega. (TIFAPOS/Tim PW)
TIFAPOS.id Sekretaris Jenderal Dewan Adat Papua Leo Imbiri mengatakan sosok Komjen Pol (Pur) Paulus Waterpauw sangat diimpikan menjadi pemimpin, karena ketegasan dan mampu mengayomi masyarakat serta integritasnya.
Mencuatnya kasus seperti pencurian kayu secara legal dan ilegal dapat mengancam keberlangsungan hutan, tapi juga makhluk hidup yang ada didalamnya serta minimnya keterlibatan masyarakat adat terhadap hak-haknya.
“Kami rindu pemimpin yang menginspirasi dan mensejahterakan. Pemimpin yang mengenal kultul budaya, adat, dan mempertahankanya sebagai jati diri maayarakat Papua,” ujar Leo Imbiri di Sekretariat Dewan Adat Papua, Kota Jayapura, Sabtu (22/6/2024).
Momen pemilihan kepala daerah atau Pilkada khususnya Gubernur Papua Periode 2024/2029 pada 27 November, menjadi momen bagi masyarakat Papua untuk menentukan pilihannya lima tahun ke depan.
Momen tersebut akan membantu memunculkan kualitas dan gaya kepemimpinan dalam diri seseorang. Pemimpin membantu diri mereka sendiri dan orang lain untuk melakukan hal yang benar.
“Sosok pemimpin seperti Paulus Waterpauw mampu menetapkan arah, membangun visi yang menginspirasi, dan menciptakan sesuatu yang baru demi kepentingan bersama. Dalam hukum adat seharusnya setiap anak adat yang ingin maju sebagai bupati, wali kota, dan gunernur harus meminta restu ke Dewan Adat Papua,” ujarnya.
Dengan masuknya Kaka Besar sapaan akrab Paulus Waterpauw menjadi bukti nyata kepedulian dalam membangun tatanan adat dan kesejahteraan masyarakat agar hidup di tanahnya sendiri dengan layak.
“Secara umum kepemimpinan menggambarkan hubungan yang erat antara seorang pemimpin dengan yang dipimpinya. Ini dibuktikan dengan hadirnya Paulus Waterpauw di rumah besar Dewan Adat Papua,” ujar Leo Imbiri.






