TIFAPOS.id – Dalam rangka projek penguatan profil pelajar pancasila (P5), SD Negeri Inpres Ardipura III, Kota Jayapura, Papua, melaksanakan gelar karya dan market day.
Kegiatan ini berlangsung di halaman SD Negeri Inpres Ardipura III dari tanggal 11 s.d 15 November 2024, diikuti guru dan peserta didik kelas I hingga kelas VI.
Hadir dalam kegiatan bertema ‘kewirausahaan dan gotong royong’ dan sub tema ‘memproduksi dan memasarkan kuliner dengan bahan baku kedelai’ dari Pengawas Pembina SD dan orang tua.
Kepala SD Negeri Inpres Ardipura III, Martha Nomba, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut sebagai implementasi Kurikulum Merdeka.
“Selain mengolah kedelai menjadi tempe, juga diolah menjadi kuliner seperti susu, perkedel, nugget, sayur lode, tempe mendoan, bacem,” ujar Martha di SDN Inpres Ardipura III, Jumat (15/11/2024).
Dikelaskan untuk menghasilkan kuliner tersebut terutama tempe, yang pertama dilakukan adalah menyiapkan kedelai, kemudian dibersihkan.
Setelah dibersihkan, kedelai direndam dengan air panas, setelah melalui proses perendaman selama dua malam tahap berikut adalah mengupas kulit kedelai.
Proses selanjutnya adalah pengupasan (memisahkan kedelai dari kulit), kemudian kedelai dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelah dirasa sudah kering, tahap berikutnya adalah pencampuran ragi tempe dan tepung tapioka.
“Fungsi ragi tempe pada proses fermentasi adalah untuk menghidrolisis senyawa komplek menjadi senyawa sederhana menggunakan enzim,” ujar Martha.
Dilanjutkan Martha, setelah ragi dan tapioka tercampur dengan kedelai, proses berikutnya adalah pembungkusan menggunakan plastik bening.
Setelah dibungkus, kedelai difermentasi kurang lebih dua malam untuk menjadi tempe yang siap diolah menjadi berbagai macam kuliner.
“Dari hasil olahan ini, anak-anak kami bisa menikmati makanan dan minuman yang tinggi protein. Guru dan peserta didik sangat antusias mulai dari proses produksi hingga pemasaran,” ujar Martha.
Pengawas Pendamping SD Wilayah Jayapura Selatan Gugus IV dan V, Ni Ketut Kabeningsih, S.Pd.,M.M.Pd, mengatakan peserta didik mendapatkan pengalaman membuat tempe dan olahan kuliner berbahan keselai.
“Teruslah berkarya, berikan inovasi yang baru kepada anak-anak kita sehingga mereka mempunyai bekal pengetahuan dalam menjalankan kehidupannya ke depan,” ujar Kabeningsih.
Ia juga mengatakan P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek (terpisah dari intrakurikuler) yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter profil Pancasila.
Melalui kegiatan P5 dapat mengispirasi peserta didik untuk berwirausaha agar meningkatkan perekonomian dan berkontribusi Kota Jayapura.





