Personel Satgas Pangan Polresta Jayapura Kota memantau harga pangan dan stok di pasar tradisional. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Mencegah lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Idulfitri 1447 H.
• Harga stabil dan terkendali; stok melimpah tanpa penimbunan atau kelangkaan.
• Polresta Jayapura Kota ajak masyarakat laporkan kenaikan harga tidak wajar.
SATUAN Tugas (Satgas) Pangan Polresta Jayapura Kota memonitoring harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Entrop, Jalan Kelapa Dua, Distrik Jayapura Selatan, Kamis, 5 Maret 2026.
Berdasarkan rilis Humas Polresta Jayapura Kota, Jumat, 6 Maret 2026, mereka memeriksa harga jual beras, minyak goreng, gula, telur ayam, cabai, bawang, dan komoditas esensial lainnya.
Kegiatan ini bertujuan mencegah lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Monitoring dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026.
Hasil pantauan menunjukkan kondisi harga sembako tetap stabil dan terkendali. Stok di kios-kios tersedia melimpah, tanpa tanda-tanda penimbunan atau kelangkaan.
Sebagai contoh, beras medium dijual Rp 13.000–Rp 14.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp 14.500 per liter, dan gula pasir Rp 15.000 per kilogram.
“Kami temukan semua stok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jayapura. Tidak ada indikasi pelanggaran harga atau mutu,” ujar salah satu personel Satgas yang enggan disebut namanya.
Kegiatan ini merupakan upaya preventif Polresta Jayapura Kota untuk menjaga stabilitas harga, kelancaran distribusi, dan keamanan pangan.
Personel tidak hanya mencatat data harga, tapi juga berkoordinasi erat dengan pelaku usaha pasar. Mereka menekankan pentingnya transparansi harga dan menjaga kualitas barang agar tetap layak konsumsi.
Koordinasi ini diharapkan mencegah praktik curang seperti penimbunan yang sering terjadi menjelang momen keagamaan.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR menegaskan komitmen polisi untuk terus melanjutkan monitoring secara berkala.
“Kami akan pantau setiap pasar tradisional dan modern di wilayah hukum Polresta, termasuk Entrop, Abepura, dan sekitarnya. Masyarakat diminta melaporkan jika menemukan kenaikan harga tidak wajar ke Satgas Pangan atau posko terdekat,” ujar Kapolresta.
Menurutnya, langkah ini penting mengingat Kota Jayapura sebagai gerbang timur Indonesia sering menghadapi tantangan logistik pangan akibat posisi geografisnya.
Selain itu, puasa Ramadan, permintaan sembako diprediksi naik 20-30 persen. Satgas Pangan juga siap bertindak tegas terhadap pelanggaran, seperti penimbunan atau penjualan barang kadaluarsa, sesuai regulasi Badan Pangan Nasional.
“Polresta Jayapura Kota mengajak semua pihak, termasuk pedagang dan distributor, berkolaborasi menjaga ketahanan pangan, untuk memastikan Idulfitri berjalan lancar tanpa gejolak harga,” ujar Kapolresta.
(ldr/dwis)







