Beranda / Ragam Berita / Revolusi pendidikan: Kepala sekolah di Kota Jayapura ikuti workshop deep learning dan koding

Revolusi pendidikan: Kepala sekolah di Kota Jayapura ikuti workshop deep learning dan koding

Ketua Panitia Hardiknas Kota Jayapura, Kusmanto, S.Pd., M.Pd menyampaikan sambutan pada kegiatan workshop deep learning dan koding. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Pendidikan inklusif berbasis teknologi tingkatkan kualitas SDM, sejalan program Pemkot Jayapura.

• Picu revolusi pendidikan digital dan generasi muda kompetitif global.

• 256 kepala sekolah PAUD hingga SMK negeri/swasta ikut workshop pembelajaran mendalam (deep learning) dan koding dasar.

 

SEBANYAK 256 kepala sekolah PAUD hingga SMK negeri dan swasta se-Kota Jayapura mengikuti workshop pembelajaran mendalam (deep learning) dan koding dasar untuk mempersiapkan murid menghadapi abad 21.

Kegiatan yang berlangsung dua hari, 21 s.d 22 April 2026 di Grand Abe Hotel Jayapura, sebagai rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Hari pertama, Selasa, 21 April 2026 diikuti Kepala PAUD, SD, dan MI. Hari kedua, Rabu, 22 April 2026 akan dilanjutkan untuk Kepala SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK.

Kesempatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding Abad 21”.

Materi yang disampaikan lebih advance termasuk praktik coding menggunakan kecerdasan buatan (AI), dengan narasumber dari widya suara dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Papua, dan penerbit buku Erlangga.

Ketua Panitia Hardiknas Kota Jayapura, Kusmanto, S.Pd., M.Pd, mengatakan peserta mendalami konsep deep learning yang menekankan pemahaman holistik, serta keterampilan koding sederhana untuk era digital.

Selain itu, menerapkan kepemimpinan dan pengelolaan praktik pedagogis, kemitraan
pembelajaran, penciptaan lingkungan belajar dan pemanfaat digital pada konteks pembelajaran mendalam.

Serta, merancang dan mengimplementasikan inkuiri kolaboratif untuk satu program
kepemimpinan sekolah.

“Workshop ini sangat penting untuk transformasi pendidikan di Kota Jayapura. Ini bukan hanya tren, tapi kebutuhan untuk bersaing global,” ujar Kusmanto.

Kusmanto menambahkan, kepala sekolah sebagai ujung tombak harus mampu mengintegrasikan deep learning dan koding ke dalam kurikulum.

Ia berharap peserta pulang dengan rencana aksi konkret untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, mengatakan di era Industri 4.0, murid harus melek teknologi.

“Deep learning membantu berpikir kritis, sementara koding membangun kreativitas. Kepala sekolah PAUD dan SD/MI hari ini adalah pionir yang akan menyebarkan inovasi ke seluruh jenjang,” ujar Rocky.

Menurutnya, pendidikan inklusif berbasis teknologi sejalan dengan visi Pemerintah Kota Jayapura meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Papua.

Ia berharap inisiatif ini memicu revolusi pendidikan digital di wilayah timur Indonesia, memastikan generasi muda tak tertinggal dalam persaingan global.

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *